You are here

Dampak Buruk Culture Shock Bagi Kesehatan Mental Seseorang

Dampak Buruk Culture Shock Bagi Kesehatan Mental Seseorang
Bagikan Artikel Ini

Ternyata perpindahan Budaya dapat mempengaruhi kondisi fisik seperti masalah kecemasan yang terjadi pada diri seseorang. Walau, ada juga beberapa yang bisa beradaptasi, namun nyatanya, masih ada orang yang kesulitan ketika dia mengalami culture shock atau gegar budaya. Itulah, salah satu dampak buruk culture shock.

Seperti namanya, culture shock merupakan keterkejutan mental dikarenakan si penderita mengalami perpindahan budaya yang tidak dikenali. Culture shock sendiri, biasanya hanya menyerang pada orang yang sering bepergian keluar negeri seperti untuk bekerja, belajar, atau berpindah kependudukan. Masalah seperti ini, dapat pula dirasakan dalam batasan tertentu saat seseorang pergi keluar negeri.

Keterkejutan seperti itu, terjadi ketika seseorang berada di lingkungan yang baru, bertemu orang baru pula, sehingga harus mempelajari adat istiadat di negara itu. Hal ini, juga bisa terjadi pada siapa saja. Selain itu, culture shock juga bisa terjadi jika seseorang berpisah dengan orang yang sudah di anggap penting dalam hidupnya. Seperti keluarga, kekasih, teman dan sebagainya.

Orang yang belum siap menerima perubahan ini akan mengalami gangguan kecemasan, berupa guncangan shock pada kehidupan sosial dan budaya. Sehingga bisa saja orang itu mengalami frustasi, menjadi individu yang tertinggal dan sering rindu kampung halamannya.

Inilah Dampak Buruk Culture Shock

Ketika seseorang mengalami gangguan ini, maka akan berpengaruh pada mental dan fisiknya. Ciri paling terlihatnya berupa sering merasa khawatir dan tidak nyaman. Jika hal itu, sudah merambat ke fisik yang paling sering terkena di area kepala dan perut. Biasanya si penderita akan sering pusing dan sakit di bagian perut.

Secara mental, dia akan sulit berkonsentrasi dan mudah menangis atau tersinggung. Emosi seseorang yang terkena culture shock akan sulit ditebak Karena dia sudah terjebak dalam kecemasan tingkat tinggi.

Sebagai contoh, dampak buruk culture shock, seorang mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Australia. Biasanya mereka akan mengalami hal seperti ini. Karena budaya di sana yang sangat berbeda dengan Indonesia akan mempengaruhi emosi mereka. Pasalnya disana orang yang memiliki masalah akan dianggap memalukan, jika ingin tinggal di sana mereka juga harus meninggalkan rasa sungkannya. Di sana juga mereka butuh dukungan satu sama lain.

Cara Meminimalisasi Terkena Culture Shock

Beradaptasi merupakan hal wajar saat seseorang berpindah ke lingkungan baru. Apabila terkena culture shock pun merupakan hal yang wajar di masa-masa awal. Karena itu ada beberapa cara untuk meminimalisir terkena dampak buruk culture shock

Memiliki Pikiran Terbuka

Saat anda tinggal di budaya yang baru, maka harus bisa merangkul budaya tersebut. Anda tidak bisa terus-terusan berpedoman pada budaya anda sendiri. Gunakanlah budaya baru yang didapat, sebagai pelajaran baru untuk anda.

Melakukan Riset Mengenai Tempat Tujuan

Mengenali tempat tujuan merupakan hal penting. Seperti mengenal semua hal di dalamnya berupa sosial,budaya, agama, politik dan sebagainya. Cara ini, bisa menjadi pelajaran agar anda dapat beradaptasi dengan lebih mudah.

Cari Hal-Hal Menyenangkan di Tempat Baru

Jangan hanya berpaku pada hal yang baru saja. Anda perlu mencari sesuatu yang menyenangkan juga. Dengan begitu pikiran anda akal lebih ceria dan jernih.

Ikut Aktivitas Sosial

Anda juga perlu mengikuti kegiatan sosial, agar bisa saling mengenal dengan orang baru di sekitar anda. Bila bertemu dengan orang yang memiliki minat yang sama dengan anda, maka akan lebih gampang dalam mengenal bukan?

Berkenalanlah dengan Pendatang Lainya

Mungkin pendatang lainya juga mengalami culture shock. Berkenalan dengan mereka bisa menjadi cara yang ampuh untuk melepaskan beban pikiran anda.

Itulah dampak buruk culture shock dan beberapa cara untuk menanganinya. Sekarang anda bisa lebih tenang dan tidak merasa takut lagi untuk pergi keluar negeri, bukan?

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top