Bedanya Stress dan Anxiety yang Perlu Anda KetahuiBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - February 12, 2026February 13, 20260 Banyak orang mengalami tekanan mental dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang memahami bedanya stress dan anxiety dengan jelas. Kedua kondisi ini sering dianggap sama, padahal memiliki karakteristik yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting untuk penanganan yang tepat. Stress dan anxiety memang saling berkaitan, tetapi bukan hal yang identik. Keduanya memengaruhi kesehatan mental dan fisik secara berbeda. Dengan mengenali perbedaannya, Anda bisa mengambil langkah yang sesuai untuk mengatasinya. Definisi dan Pemicu Stress adalah respons alami tubuh terhadap tekanan atau ancaman spesifik. Kondisi ini muncul karena situasi eksternal yang menantang. Misalnya, deadline pekerjaan, masalah keuangan, atau konflik dengan orang lain. Stress biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah masalah terselesaikan. Anxiety adalah perasaan cemas atau khawatir yang berlebihan dan berkepanjangan. Berbeda dengan stress, anxiety bisa
Burnout Bisa Mengubah Kepribadian, Benarkah?Berita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - February 8, 2026February 9, 20260 Burnout bukan sekadar kelelahan biasa yang bisa hilang setelah tidur cukup. Kondisi ini adalah kelelahan fisik dan mental yang ekstrem akibat stres berkepanjangan. Banyak orang bertanya, apakah burnout bisa mengubah kepribadian seseorang? Jawabannya ternyata cukup mengejutkan. Apa saja perubahan yang dialami dan bagaimana cara menanganinya agar kembali pulih? Penelitian menunjukkan bahwa burnout memang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir dan berperilaku. Perubahan ini bisa bersifat sementara atau bahkan permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Mari kita bahas lebih dalam bagaimana burnout memengaruhi kepribadian kita. Setelah mengetahui dan memahaminya Anda bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah dan mengatasinya. Burnout Bisa Mengubah Kepribadian Ketika seseorang mengalami burnout, otak mengalami perubahan signifikan. Bagian otak yang mengatur emosi dan pengambilan keputusan menjadi terganggu. Hal ini membuat seseorang
Cara Mengurangi Kecemasan di Tahun Baru: Panduan Praktis untuk Memulai dengan TenangBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - January 7, 20260 Tahun baru sering kali disambut dengan harapan dan resolusi, namun bagi banyak orang, pergantian tahun justru membawa kecemasan. Perasaan khawatir tentang pencapaian tahun lalu, tekanan untuk membuat resolusi sempurna, atau ketidakpastian menghadapi masa depan dapat memicu stres yang berlebihan. Cara mengurangi kecemasan di tahun baru menjadi topik penting untuk dibahas agar Anda dapat memulai tahun dengan pikiran yang lebih tenang dan positif. Kecemasan di awal tahun adalah respons alami terhadap perubahan dan ekspektasi yang tinggi. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, kecemasan ini dapat mengganggu kesejahteraan mental dan produktivitas Anda. Untungnya, ada berbagai strategi efektif yang dapat membantu Anda mengatasi perasaan cemas dan memulai tahun baru dengan lebih percaya diri. Berikut adalah cara mengurangi kecemasan di tahun baru yang dapat Anda
STOP! Tanda Mental Kamu Mulai Rusak Karena Sosmed — Begini Cara Menyelamatkan Dirimu!Berita NasionalKesehatan Mental by Algi Zaki - November 29, 20250 Media Sosial & Dampaknya pada Kesehatan Mental Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, jika digunakan tanpa kontrol, platform seperti TikTok, Instagram, atau Facebook dapat memicu stres, kecemasan, hingga depresi. Tekanan untuk terlihat “sempurna”, perbandingan hidup, komentar negatif, dan berita yang memicu kekhawatiran dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Penggunaan medsos yang tidak sehat dapat memicu beberapa gangguan mental seperti: FOMO (Fear of Missing Out) Depresi dan perasaan rendah diri Kecemasan berlebihan Gangguan tidur Burnout digital Karena itu, penting untuk mengatur penggunaan sosial media agar tetap sehat dan aman. 1. Batasi Waktu Main Sosmed Gunakan fitur screen time atau digital well-being untuk membatasi durasi harian.Idealnya, hindari penggunaan medsos lebih dari 1–2 jam per hari. 2. Kurangi Akun yang Memicu Perbandingan Unfollow akun yang membuatmu merasa tidak
Menangis Baik untuk Kesehatan Mental: Bukti Ilmiah di Balik Air Mata yang MenyembuhkanBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - November 2, 2025November 3, 20250 Menangis sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan atau ketidakmampuan mengendalikan emosi. Padahal, di balik setiap tetes air mata tersimpan manfaat besar bagi kesehatan mental seseorang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menangis justru merupakan cara alami tubuh untuk meredakan stres, menenangkan pikiran, dan menyeimbangkan emosi. Artikel ini akan membahas mengapa menangis baik untuk kesehatan mental dan bagaimana kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari proses penyembuhan emosional. 1. Menangis Melepaskan Tekanan Emosional Setiap orang pasti pernah mengalami momen sulit, entah karena kehilangan, kekecewaan, atau stres berat. Saat perasaan menumpuk, menangis menjadi mekanisme alami untuk melampiaskan emosi. Dengan menangis, tubuh menurunkan tingkat hormon stres seperti kortisol, sehingga membantu seseorang merasa lebih lega setelahnya. Peneliti psikologi dari University of Tilburg menemukan bahwa sebagian besar orang merasa tenang, bahkan
Bebas Nyeri dan Stres dengan Deep Tissue MassageBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - October 12, 20250 Di tengah rutinitas padat dan tekanan hidup yang tak ada habisnya, tubuh sering kali menanggung beban fisik dan mental secara bersamaan. Otot terasa tegang, punggung kaku, dan kepala nyeri menjadi tanda bahwa tubuh sedang berteriak minta istirahat. Salah satu cara efektif untuk meredakan semua itu adalah melalui Deep Tissue Massage — teknik pijat mendalam yang tak hanya menenangkan tubuh, tapi juga memulihkan keseimbangan jiwa. Apa Itu Deep Tissue Massage? Deep Tissue Massage atau pijat jaringan dalam adalah teknik pijat yang menargetkan lapisan otot dan jaringan ikat (fascia) yang lebih dalam. Berbeda dengan pijat relaksasi biasa yang menggunakan sentuhan lembut, pijat ini memakai tekanan kuat dan gerakan lambat untuk mengatasi otot yang tegang kronis atau area tubuh yang terasa kaku. Teknik ini biasanya dilakukan
Hari Kesehatan Mental Sedunia: Saatnya Peduli dan Bicara TerbukaBerita InternasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - October 10, 2025October 10, 20250 Setiap tanggal 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Momen ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan mental sama berharganya dengan kesehatan fisik. Tahun demi tahun, peringatan ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami, peduli, dan terbuka dalam membicarakan isu-isu seputar mental. Masalah mental sering kali masih dianggap tabu di banyak tempat, termasuk di Indonesia. Makna Hari Kesehatan Mental Sedunia Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1992 atas prakarsa World Federation for Mental Health (WFMH). Tujuannya sederhana namun mendalam: meningkatkan kesadaran global akan pentingnya kesehatan mental dan mendorong upaya untuk memperbaikinya di seluruh dunia. Tema yang diangkat setiap tahun berbeda-beda, namun selalu berfokus pada kesejahteraan emosional, dukungan sosial, serta akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang
Cara Mengatasi Cemas dengan Tepat agar Hidup Lebih TenangBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - September 1, 20250 Perasaan cemas adalah sesuatu yang wajar dialami setiap orang. Cemas biasanya muncul ketika menghadapi situasi baru, tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau ketidakpastian masa depan. Namun, jika rasa cemas muncul terlalu sering dan tidak terkendali, hal ini dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi cemas agar pikiran lebih tenang dan hidup lebih seimbang. Lantas, bagaimana cara mengatasi cemas dengan tepat agar hidup lebih tenang? 1. Latihan Pernapasan Dalam Salah satu cara paling sederhana untuk menenangkan diri ketika cemas adalah dengan mengatur pernapasan. Tarik napas dalam melalui hidung, tahan selama beberapa detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Latihan ini membantu menurunkan detak jantung yang meningkat akibat kecemasan dan memberikan sinyal kepada otak bahwa tubuh berada dalam kondisi aman. 2.
Cara Menghadapi Orang NirempatiBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - August 30, 20250 Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akan bertemu dengan berbagai macam karakter manusia. Ada yang penuh perhatian, hangat, dan mudah memahami perasaan orang lain. Namun, ada juga yang tampak cuek, dingin, bahkan seolah tidak mampu merasakan apa yang sedang dialami orang di sekitarnya. Tipe orang seperti ini sering disebut sebagai orang nirempati atau kurang memiliki empati. Bagaimana cara menghadapi orang nirempati? Berhadapan dengan orang nirempati tentu bukan perkara mudah. Terkadang kita bisa merasa sakit hati, diabaikan, atau bahkan tidak dihargai. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang nirempati melakukannya dengan sengaja. Bisa jadi mereka memang tidak terbiasa menunjukkan kepedulian, memiliki latar belakang tertentu, atau sedang sibuk dengan masalah pribadinya. Agar tidak terbawa emosi, berikut beberapa cara menghadapi orang nirempati dengan bijak: 1. Jangan
Tips Bebas Stres di Tempat KerjaBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - June 30, 20250 Lingkungan kerja sering kali menjadi sumber stres yang tak terhindarkan. Deadline yang ketat, tekanan dari atasan, konflik antar rekan kerja, serta beban kerja yang berlebihan bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi yang tepat agar dapat mengelola stres dengan baik. Bagaimana cara bebas stres di tempat kerja? Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda tetap bebas stres di tempat kerja: 1. Atur Waktu dan Prioritas dengan Baik Salah satu penyebab utama stres adalah manajemen waktu yang buruk. Gunakan daftar tugas (to-do list) atau aplikasi manajemen waktu untuk mengatur pekerjaan Anda. Prioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan jangan menunda-nunda pekerjaan. Dengan perencanaan yang baik, beban kerja akan terasa lebih ringan dan terkontrol. 2. Istirahat Sejenak Saat Diperlukan Bekerja