You are here
Home > Politik >

Alasan Mengapa Effendi Gazali Mengundurkan Diri

Alasan Mengapa Effendi Gazali Mengundurkan Diri
Bagikan Artikel Ini

Effendi Gazali mengundurkan diri sebagai pengajar di Universitas Prof Dr Moestopo Beragama dan Universitas Indonesia (UI).

Bukan hanya itu saja, Effendi Gazali juga telah menyerahkan kembali gelar guru besarnya dalam bidang ilmu komunikasi terhadap negara. Sebelumnya Peneliti Komunikasi Politik tersebut menyampaikan hal ini pada kanal YouTube Refly Harun.

Terdapat beberapa alasan yang mengakibatkan Effendi Ghazali mengundurkan diri. Simak berikut ini alasan-alasan tersebut.

Alasan Effendi Gazali Mengundurkan Diri

Mengenai BAP

Pada alasan pertama mengapa Effendi Gazali mengundurkan diri, yakni mengenai BAP yang telah menyebutkan dirinya mendapatkan 162.250 kuto bansos.

Menurut pendapatnya, telah ada pelajaran yang mendasar mengenai jurnalistik yaitu sikap kehati-hatian dalam menyikapi BAP atau Berita Acara Pemeriksaan. Sebab, BAP KPK dapat beredar, hanya dengan percaya terhadap unggahan yang berada di sosial media.

Rekomendasi Bansos

Dari empat alasan kekecewaan Effendi yang ia tuturkan. Alasan kedua yakni adanya kabar bahwa dia telah merekomendasikan bansos yang memiliki jumlah Rp 48 miliar.

Menurutnya, jika dipikirkan kembali. Mengapa rekomendasi seseorang harus didengar? apakah mempunyai power relations? Contohnya saja seperti, badan pemeriksaan, komisi legislatif, atau elit politik lainnya.

Adanya Wartawan yang Membahayakan

Pasalnya, pada alasan yang ketiga ini. Menurut Effendi terdapat wartawan yang membahayakan. Dimana wartawan ingin mengancam serta menawarkan jasa dengan memakai sebuah prinsip suci dari jurnalistik, yakni sebuah konfirmasi berita.

Berita Audio-Visual

Lalu keempat, wartawan dengan sengaja, terlebih ada pula berita audio-visual yang menyatakan tersangka tidak menampiknya, atau membeberkan keterlibatan dari Effendi Gazali. Menurut Effendi, video tersebut sangat jelas memperlihatkan tersangka memberikan pernyataan Tidak ada.

Terdapat Alasan Lain

Adapun pernyataan lain Effendi Gazali mengungkapkan kekecewaan yang lain sebagai seorang pengajar pada praktik jurnalistik mengapa dirinya mengundurkan diri.

Pertama, membiarkan hal ini menjadi sebuah momentum supaya rekan-rekan dosen bisa mengevaluasi hasil dari mengajar serta membandingkannya dengan praktek jurnalistik terkini.

Kedua, supaya tidak melibatkan nama dari sebuah kampus. Apabila memang salah jika merekomendasikan UMKM. Sebab, barangnya memiliki ancaman membusuk dalam gudang selalu disisihkan. Effendi mengatakan nistanya akan ia tanggung sendiri. Effendi juga tidak menyetujui bahwa tidak boleh mengait-ngaitkan nama kampus.

Bukan hanya itu saja, ia juga merasa kecewa terhadap praktik jurnalistik yang kebetulan dtargetkan menimpa dirinya. Padahal dirinya telah mengajar jurnalistik serta komunikasi yang sudah sangat lama.

Dalam waktu kurang lebih 20 tahun mengajar, Effendi tidak pernah menyangka, bahwa ini sebuah hasil yang akan didapatkan serta harus ditanggung bersama keluarganya. Meskipun begitu, Effendi telah mengaku, bahwa dirinya telah melaporkan dugaan adanya sebuah pelanggaran tersebut kepada Dewan Pers. Bukan hanya itu saja, Effendi Gazali juga meminta supaya semua pihak tidak mengaitkan kasus yang menyeretnya dengan tempatnya ia mengajar.

Lalu, telah diketahui bersama, bahwa Komisi Pemberantasan Umum (KPK) memeriksa pakar komunikasi politik tersebut, mengenai keterkaitan dugaan suap pengadaan bansos Covid-19. KPK telah memastikan, jika mempunyai dasar memanggil serta memeriksa Effendi Gazali pada kamus 25 Maret 2021 lalu.

Selain itu, pemanggilan dan pemeriksaan tersebut sebagai saksi untuk melengkapi berkas sebuah penyidikan dengan tersangka, yaitu mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Djoko Santoso.

Nah, itu tadi beberapa alasan Effendi Gazali mengundurkan diri menjadi dosen dan guru besar di Universitas. Selain itu juga, ia tengah mengalami cedera pada kakinya yakni setelah melakukan operasi achilles tendon atau otot kaki putus akibat tackling main bola.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top