You are here

Misi Lawatan Jokowi ke Ukraina: Bawakan Pesan Damai

lawatan Jokowi ke Ukraina
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta – Melewati perjalanan kereta via Polandia hampir lebih 13 jam, Presiden Joko Widodo tiba di tanah Kyiv. Pada agenda lawatan Jokowi ke Ukraina kali ini disambut langsung oleh Presiden Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Rabu (29/6).

Pengamat Hukum Internasional asal Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. DW Tadeus menilai, lawatan Jokowi ke Ukraina dan Rusia sebagai negara yang sedang berkonflik, menjadi bentuk tegas posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Indonesia kembali mempertegas standing position, dalam menyikapi konflik Rusia – Ukraina yaitu prinsip politik luar negeri bebas aktif, dengan kunjungan Jokowi untuk menemui pemimpin kedua negara yang berkonflik.” terang Tadeus.

Lebih lagi Tendeus memberikan pandangan bahwa kunjungan Jokowi menuju kedua negara tersebut, menunjukkan bahwa Indonesia tidak bisa diintervensi perihal pemengambilan keputusan politik, menyikapi konflik militer tersebut.

Tendeus menyampaikan pada sisi lain, Ukraina dan Rusia saat ini tetap menganggap Indonesia sebagai teman kerjasama. Hal ini mempermudah Indonesia mengambil peran untuk mencoba mendamaikan kedua belah pihak.

“Sikap ini yang ditunggu-tunggu masyarakat dunia, dengan harapan agar konflik bisa mereda, sehingga ancaman krisis energi, pangan, dan sebagainya secara global bisa teratasi,” imbuhnya.

Menurut Tendeus, apabila di masa depan konflik kedua negara dapat mereda, Indonesia turut memberikan andil sejarah turut serta mewujudkan perdamaian dunia, melanjutkan hal yang telah dirintis Presiden pertama Indonesia, Soekarno yang akrab disapa Bung Karno.

Hasil Pertemuan Jokowi dan Zelensky

Zelensky beserta Jokowi melakukan blusukan ke Kota Irpin, dan mengunjungi sebuah rumah sakit yang merawat korban perang di Kyiv. Selama pertemuan tersbut berlangsung, setidaknya terdapat empat hal utama yang dibicarakan pemimpin kedua Negara, yakni:

1. Mendorong Perdamaian Dunia

Misi utama dalam kunjungan Jokowi ke Ukraina tak lain mendorong dialog perdamaian antara Kyiv (Ukraina) dengan Rusia.

Terlepas dari invasi yang dilakukan oleh Rusia dengan menggila di Ukraina yang telah berlangsung 4 bulan lebih, Presiden Jokowi menilai dialog perdamaian tetap menjadi urgensi penyelesaian konflik antara kedua Negara tersebut.

2. Pesan Bagi Putin

Presiden Jokowi menyampaikan, penawaran diri sebagai pembawa pesan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pertemuannya dengan Zelensky kali ini.

“Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin, yang akan saya kunjungi segera”. Ungkap Jokowi ketika siaran, yang dikutip dari Reuters.

3. KTT G20 Bali

Tak lupa, Jokowi juga mengundang Presiden Zelensky hadir di pertemuan puncak KTT G20 di Bali yang berlangsung November mendatang. Meski, Zelensky masih mempertimbangkan kehadirannya tergantung pada tamu yang akan hadir.

4. Pangan dan Energi

Jokowi berkomitmen mengatasi kenaikan harga, dan kekurangan pangan serta energi sejak invasi Rusia berlangsung.

“Semua upaya harus dilakukan untuk memastikan Ukraina dapat melanjutkan ekspor makanan, menggarisbawahi jaminan keamanan untuk pengiriman makanan Ukraina, terutama melalui laut,” pungkasnya.

Leave a Reply

Top