You are here

Kenali Gejala & Pemicu Mommy Burnout demi Kesehatan

Kenali Gejala dan Pemicu Mommy Burnout demi Kesehatan Mental Ibu
Bagikan Artikel Ini

Keadaan kelelahan, baik secara fisik maupun emosional yang dialami para ibu karena stres berkelanjutan ketika mengasuh anak disebut Mommy Burnout. Meskipun jumlah jam tidur ibu cukup, tetapi ibu tetap merasa lelah ketika bangun. Ibu menjadi cepat marah pada anak, malah barangkali menjadi gampang menghukum anak. Apa saja yang dilakukan tentu terasa  salah dan perasaan itu muncul bertubi-tubi seperti tak ada hentinya. Apa saja gejala dan pemicu mommy burnout sebenarnya?

Pemicu Timbulnya Mommy Burnout

Bila mommy burnout dibiarkan lama, akibatnya ibu bisa saja kehilangan semangat dalam melewati hari-hari. Baik sebagai dirinya sendiri maupun berperan sebagai ibu. Malahan bila tidak segera ditangani, mommy burnout bisa memengaruhi kesehatan mental ibu. Untuk itulah penting sekali mengenali apa saja gejala dan pemicu Mommy Burnout demi menjaga kesehatan mental ibu.

Berikut ini gejala dan pemicu mommy burnout yang perlu dikenali.

Harapan dari sekitar yang tidak realistis

Dalam menjalani peran selaku ibu, ibu kerap dipaksa mengarah terhadap hal-hal yang tidak realistis. Harapan yang tidak realistis kerap tercipta dalam kata ‘seharusnya’ dan selanjutnya menjadi keyakinan pada apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Masalahnya, keyakinan ini kerap tidak realistis dan malahan berbahaya. Misalnya, “Ibu yang tidak melakukan seluruh pekerjaan rumah tangga sama halnya dengan pemalas!”

Dituntut untuk melakukan apa saja dengan sempurna

Ibu merasa mesti mengerjakan segala sesuatunya dengan sebaik atau sesempurna mungkin. Atau seorang ibu dilarang melakukan kesalahan sehingga sering merasakan segala usaha terbaik yang telah dilakukan masih berasa jauh dari kesempurnaan. Bila ibu merasakan beberapa hal itu, ibu rentan menderita burnout.

Norma masyarakat yang tidak realistis lagi

“Seorang ibu jangan mengeluh!” Coba perhatikan lagi. Apakah norma masyarakat yang masih ada tersebut masih realistis? Atau justru malah membuat ibu stres sebab merasa gagal dalam memenuhi tuntutan norma masyarakat itu.

Ketika ibu mesti jadi orangtua tunggal

Menjadi orangtua tunggal kerap menyebabkan ibu merasa amat lelah, kekurangan waktu  istirahat, keteteran dalam pengasuhan anak, keuangan, dan tanggung jawab yang lainnya. Pasalnya semua dipikulnya sendiri. Perasaan terasing dan kesepian kerap dialami oleh para orangtua tunggal atau single parent.

Persoalan yang dihadapi agak lebih ringan saat menjadi orangtua tunggal merupakan pilihan Anda. Tetapi saat menjadi orangtua tunggal bukan lantaran keinginan Anda, misalnya karena perceraian atau kematian, peran selaku orangtua tunggal dinilai lebih sulit. Rasa putus asa dan kemarahan merupakan perasaan yang kerap timbul.

Merawat orangtua yang lansia

Generasi kita kerap dijuluki sebagai sandwich generation. Kecuali merawat anak, ibu pun perlu merawat orangtua yang telah lansia. Kesulitan yang ditemui ketika merawat orang tua yang telah  lansia kerap timbul saat tidak adanya pilihan yang lain. Bila Anda mempunyai orang tua yang mengabaikan (abuse) Anda saat Anda kecil, Anda barangkali akan merasa marah saat mesti merawat mereka saat ini. Malahan ada fenomena abuse dan neglect yang dilakukan pada lansia lantaran pengasuhnya telah merasa kewalahan dan melakukan tindakan yang merusak.

Kenalilah Gejala Mommy Burnout Pada Diri Anda

Bila Anda, khususnya para ibu banyak mengalami atau merasakan gejala-gejala tersebut di atas, coba Anda renungkan kembali. Apakah Anda bisa memberikan pengasuhan yang maksimal saat diri Anda sendiri dalam kondisi burnout? Sangat penting bagi Anda untuk dapat menjaga kesehatan mental diri Anda sendiri sebab seorang anak tidak perlu ibu yang sempurna, mereka perlu ibu yang berbahagia.

Leave a Reply

Top