Saatnya Sekolah Tatap Muka! Nadiem: Mal Sudah BukaBerita Nasional by Liana Sandev - June 3, 2021June 3, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Menjadi satu masalah yang pelik keputusan bukanya pendidikan tatap muka di masa Pandemi ini. Ada dua hal yang menjadi masalah, di samping anak-anak perlu mendapatkan sekolah tatap muka, kasus positif Covid-19 kian hari kian melonjak. Namun Nadiem mulai tegas dan saatnya sekolah tatap muka.Nadiem bahkan membandingkan dengan Mall dan kantor yang sudah buka sudah lama. Menjadi sebuah problem besar, jika sekolah terus dilakukan secara online. Karena semua pasti tahu, sekolah online itu kualitasnya tidak bisa maksimal.Mal, Bioskop, dan Tempat Kerja Sudah BukaSatu hal yang disoroti oleh Nadiem adalah Mal Bioskop dan tempat kerja yang sudah buka. Artinya, sekolah seharusnya juga sudah bisa dibuka seperti selayaknya (dengan menerapkan protokol kesehatan).Jika beberapa hal di atas buka karena alasan perputaran ekonomi, maka Pendidikan juga perlu dilakukan secara maksimal. Sedangkan hal tersebut tidak bisa dilakukan ketika sistemnya adalah di dalam jaringan (daring).Apapun alasannya, di periode selanjutnya, sekolah mau tidak mau harus buka. Meskipun itu dilakukan secara terbatas. Kali ini, saatnya sekolah tatap muka dilaksanakan, karena jika tidak masa depan generasi yang dipertaruhkan.Jangan sampai, anak-anak sekolah tidak melakukan pembelajaran dan malah pergi ke Mal, Bioskop, dan tempat kerja dikarenakan sudah bosan sekolah online. Keputusan tersebut memang dilematis, namun mau tidak mau harus diambil.Hilangnya Efektifitas Pembelajaran DaringPembelajaran yang dilakukan secara daring pada mulanya memang bisa dilakukan secara efektif. Namun semua itu akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Karena kita tidak tahu apa yang dilakukan siswa ketika di rumah, apalagi ketika tidak ada meeting atau ketika meeting videonya tidak dinyalakan.Boleh disimpulkan, pembelajaran daring bukan hanya berkurang efektivitas nya, akan tetapi juga hilang. Sebab, siswa tidak lagi bisa termotivasi belajar apalagi ketika pembelajaran hanya dilakukan secara online tanpa ada kontrol penuh guru.Berbeda dengan sekolah luring, guru bisa melihat secara langsung perkembangan siswa. Sehingga pada akhirnya guru bisa melakukan PTK secara langsung dan terstruktur dengan baik. Setelah itu, optimalisasi bisa dilakukan sedikit demi sedikit.Menjadi sebuah problem besar jika pembelajaran daring terus dilakukan tanpa memikirkan efektifitas pembelajaran. Karena percuma juga jika pembelajaran daring dilakukan, namun siswa tidak sama sekali memperhatikan dan bahkan meninggalkan room meeting.Sekolah Tatap Muka Sudah Diizinkan Sejak LamaPada dasarnya, sekolah tatap muka sudah diizinkan sejak lama. Sekitar awal tahun 2021, dimana bagi sekolah yang merasa siap dan sanggup, boleh melakukannya. Tentu tetap harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada dan menerapkan protokol kesehatan.Selain itu, perlu juga ada izin kepada orang tua sehingga guru dan wali murid sudah memiliki kesepakatan. Hal ini sudah ada dan sudah banyak sekolah yang menerapkannya. Maka dari itu, tidak ada alasan lagi bagi sekolah untuk tidak melakukan pembelajaran tatap muka.Kalau belum bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, maka dilakukan terbatas dengan sistem rolling pun tidak masalah. Sistem hybrid ini akan jauh lebih baik ketimbang hanya dilakukan secara online. Karena proses pembelajaran bisa dilakukan secara terstruktur dan terarah.Maka dari itu, dengan tegas Menteri Riset dan Pendidikan Indonesia Nadiem Makarim, memberikan isyarat kepada seluruh sekolah untuk mulai bersiap-siap melakukan sekolah tatap muka, apapun kondisinya.Kasus Positif Covid-19 Menjadi Masalah PentingMeskipun kita semua menyadari jika sekolah online tidak begitu efektif dilakukan, hal yang paling penting untuk dipikirkan adalah perkembangan kasus Covid-19. Tidak ada yang memungkiri jika semakin hari kasus positif Covid-19 terus meningkat.Hal tersebut membuat dilema yang sangat besar. Ketika sekolah dibuka kembali dengan penerapan sistem tatap muka, maka otomatis ada interaksi langsung. Mengingat sekolah ada tempat bermain dan belajar, tidak ada jaminan semua siswa menerapkan protokol kesehatan.Dengan pertimbangan hal tersebut, keinginan sekolah tatap muka ini seakan-akan pudar. Meskipun program vaksinasi sudah dilakukan, dokter tetap menghimbau jika vaksin tidak bisa menjamin seseorang tidak terkena Covid-19.Sekali lagi, program sekolah tatap muka kembali diredupkan. Namun melihat kondisi Mal, Kantor, dan tempat umum lain yang sudah buka, membuat Nadiem Makarim semakin antusias dan mau tidak mau sekolah di semester depan harus buka kembali.Himbauan untuk Perketat Protokol KesehatanBanyak sekolah yang sudah dilakukan secara tatap muka, banyak di antara mereka yang tidak peduli sama sekali dengan protokol kesehatan. Hal tersebut merupakan sebuah problem besar. Seharusnya, ditindak dengan tegas agar tidak diteruskan.Desakan sekolah tatap muka ini, harus diimbangi dengan pengetataan penerapan protokol kesehatan. Karena jika tidak, dalam perspektif kesehatan tentu sangatlah berbahaya dan beresiko. Apalagi jika sampai sudah ada siswa atau tenaga pendidikan yang tertular.Virus Covid-19 yang diperkirakan terus bermutasi, harus ditanggapi dengan serius. Jangan sampai ketika sekolah dibuka, yang terjadi adalah peningkatan kasus positif Covid-19 dari siswa dan tenaga kependidikan. Jika hal tersebut terjadi, dijamin akan sangat berbahaya.PenutupBagaimanapun keputusan Menteri Nadiem Makarim dalam hal sekolah tatap muka ini, pasti sudah dipertimbangkan matang-matang. Melaksanakan amanat pendidikan dan menyesuaikan diri di era new-normal ini memang tidaklah mudah.Perlu kolaborasi yang baik dan aktif dari berbagai pihak. Sekolah tatap muka harus menjadi sebuah solusi konkrit untuk menyelesaikan masalah pendidikan. Bukan malah memperparah perkembangan kasus positif Covid-19 yang semakin hari semakin naik.