Terbongkar! Nadiem Makarim Terseret Kasus Korupsi Chromebook Rp1,9 Triliun, Bagaimana Kronologinya?Berita Nasional by Algi Zaki - September 5, 20250 Kasus dugaan korupsi di Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sekaligus pendiri Gojek, sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook. Proyek yang awalnya ditujukan untuk mendukung program digitalisasi sekolah ini justru menimbulkan polemik besar, karena diduga menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,9 triliun. Penetapan Nadiem sebagai tersangka sekaligus penahanannya menciptakan guncangan di dunia politik, pendidikan, dan masyarakat luas. Hal ini mengingatkan publik bahwa praktik korupsi masih menjadi ancaman besar meski dilakukan oleh sosok yang selama ini dikenal sebagai figur reformis. Latar Belakang Proyek Chromebook Program pengadaan Chromebook merupakan salah satu kebijakan strategis Nadiem ketika menjabat sebagai Mendikbudristek. Tujuannya adalah mempercepat digitalisasi sekolah di Indonesia, terutama pada masa pandemi COVID-19 ketika pembelajaran
Saatnya Sekolah Tatap Muka! Nadiem: Mal Sudah BukaBerita Nasional by Liana Sandev - June 3, 2021June 3, 20210 Pojokjakarta.com - Menjadi satu masalah yang pelik keputusan bukanya pendidikan tatap muka di masa Pandemi ini. Ada dua hal yang menjadi masalah, di samping anak-anak perlu mendapatkan sekolah tatap muka, kasus positif Covid-19 kian hari kian melonjak. Namun Nadiem mulai tegas dan saatnya sekolah tatap muka. Nadiem bahkan membandingkan dengan Mall dan kantor yang sudah buka sudah lama. Menjadi sebuah problem besar, jika sekolah terus dilakukan secara online. Karena semua pasti tahu, sekolah online itu kualitasnya tidak bisa maksimal. Mal, Bioskop, dan Tempat Kerja Sudah Buka Satu hal yang disoroti oleh Nadiem adalah Mal Bioskop dan tempat kerja yang sudah buka. Artinya, sekolah seharusnya juga sudah bisa dibuka seperti selayaknya (dengan menerapkan protokol kesehatan). Jika beberapa hal di atas buka karena alasan perputaran ekonomi,