You are here
Home > Berita Nasional >

Ini 7 Fakta Varian Covid Omicron, Lebih Berbahayakah?

Ini 7 Fakta Varian Covid Omicron Lebih Berbahayakah
Bagikan Artikel Ini

Covid-19 belum juga berhenti, walaupun kebanyakan telah melakukan vaksinasi, bukan berarti Covid-19 benar-benar usai. Bahkan, sekarang timbul varian baru Corona B.1.1.529 atau dinamakan sebagai varian Covid Omicron. Seperti apa fakta varian covid omicron ini seseungguhnya?

Varian itu, pertama kali ditemui di Afrika Selatan. Hal ini, tentunya menjadi kecemasan baru dunia di tengah peningkatan kejadian di beberapa negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah resmi memasukkan varian Covid Omicron menjadi Variant of Concern (VOC) atau varian yang mencemaskan.

Guna mengetahui lebih dalam, Pojok Jakarta sudah merangkum beberapa faktanya di bawah ini.

1. Asal-usul Omicorn

Sampai sekarang, belum bisa diketahui secara pasti dari mana varian Covid Omicron itu berawal. Tetapi berdasarkan pendapat profesor ahli epidemilogi dari Afrika Selatan bernama  Salim Abdool Karim menyatakan bahwa varian itu pertama kali ditemukan di Botswana dan tidak lama kemudian timbul di Afsel.

2. Mutasinya Lebih Banyak daripada Varian Sebelumnya

Para ilmuwan juga menemukan varian Covid Omicron mempunyai bentuk mutasi yang tidak biasa pada 23 November silam. Beberapa mutasi yang sudah dikenali bisa memengaruhi transmisibilitas dan penghindaraan kekebalan. Tetapi, hal ini masih memerlukan penelitian lebih jauh untuk mengetahui mutasi yang lainnya. Tulio de Oliveira, seorang ahli virologi terkenal menyatakan ada sekitar 50 mutasi secara total, tak terkecuali 30 pada protein lonjakan.

3. Cara Penularan

Menurut statistik resmi nyaris 3/4 kasus Covid-19 yang dilaporkan di Afsel beberapa waktu belakangan ini didorong oleh varian Covid Omicron. Meskipun tidak semuanya kasus Omicron, tetapi tingkat positif harian pada minggu lalu mengalami peningkatan. Dari yang awalnya cuma 3,6% menjadi 6,5%. Angka ini masih terus naik sampai Minggu yang mencapai angka 9,8%.

Organisasi Kesehatan Dunia pun memperingatkan kalau akan terjadi peningkatan kejadian di waktu yang akan datang dan kecemasan bisa mempunyai konsekuensi parah. Di beberapa negara akibat varian itu memungkinkan akan terjadi penyebaran lebih luas dan mengakibatkan risiko global amat tinggi.

4. Kekebalan dan Keparahan Varian Baru

Beberapa mutasi genetik yang diperlihatkan oleh virus diketahui memungkinkan virus tersebut menjauhi kekebalan. Namun, masih belum jelas apa dampaknya pada perlindungan yang diberikan oleh vaksin.

Tetapi menurut apa yang kita ketahui, vaksin mesti bertahan secara optimal dalam hal menghindari rawat inap dan penyakit parah sebab bergantung pada kekebalan sel-T dan kurang pada antibodi.

Berhubungan dengan taraf keparahan yang diakibatkan oleh varian baru ini, para ilmuwan belum bisa menyimpulkan. Pasalnya, untuk memastikan hal itu, tentunya diperlukan berbagai data yang memadai.

5. Vaksin Tetap Efektif dalam Melawan Penyakit serta Kematian

WHO tengah bekerjasama dengan rekan tekniknya guna mempelajari apa saja pengaruh potensial dari varian Omicorn terhadap tindakan pencegahan yang ada, salah satunya yaitu vaksin. Vaksinasi tetap perlu dilakukan untuk mengurangi penyakit parah serta kematian. Termasuk menghadapi varian dominan yang sebelumnya telah beredar seperti varian Delta. Sampai sekarang, vaksin tetap efektif selaku pencegahan.

6. Beratnya Penyakit

Belum dapat diketahui secara pasti apakah varian Covid Omicorn ini mengakibatkan sakit lebih berat ataukah tidak. Walau data awal memperlihatkan dugaan adanya peningkatan masuk RS di Afsel, tetapi hal ini butuh dianalisa lebih jauh. Selama ini belum ada informasi yang menyatakan kalau gajala varian baru ini berlainan dengan varian lain.

7. Efektifitas Tets PCR

Sampai sekarang test PCR dapat mendeteksi infeksi Covid-19, tak terkecuali varian Omicorn. Tetapi, riset masih terus berlangsung, termasuk ada tidaknya kemungkinan pengaruh pada rapid antigen test.

Demikian fakta varian Covid Omicron yang mesti diketahui dan diwaspadai. Walau telah melakukan vaksinasi mudah-mudahan tidak membuat Anda abai untuk tetap melawan virus itu.

Leave a Reply

Top