You are here
Home > Berita Nasional >

Jogo Tonggo, Strategi Jawa Tengah Atasi Corona

program jogo tonggo jawa tengah

Ilustrasi foto program jogo tonggo jawa tengah
Sumber Foto : beritasatu.com

Pojokjakarta.com (28 Juni 2020), Jawa Tengah memiliki cara unik dalam mengatasi pandemi corona yang disebut “Jogo Tonggo”. Provinsi ini memilih pendekatan yang berbeda untuk menangani wabah COVID-19. Pemerintah Jawa Tengah tidak memaksakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) seperti banyak daerah lain di Indonesia.

Jawa Tengah telah memiliki strateginya sendiri yang dijuluki Jogo Tonggo (tetangga yang saling menjaga), sebuah program gerakan komunitas di mana orang berkolaborasi untuk memastikan orang menjaga jarak fisik, mengelola persediaan makanan, dan membantu orang lain dalam menanggapi pandemi.

Jogo Tonggo

Ketua RW dibantu para ketua RT memimpin satuan tugas atau satgas Jogo Tonggo di Jawa Tengah. Mereka dibantu oleh tim kesehatan, tim ekonomi, serta tim keamanan. Ketua RW di bantu ketua RT sebagai ketua satgas diwajibkan untuk melaporkan kegiatan sehari-hari kepada pihak desa atau kelurahan. Pelaksanaan Satgas Jogo Tonggo mencakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi.

Jaring pengaman sosial dan keamanan meliputi sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga. Sedangkan jaring pengamanan ekonomi memastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan selama wabah dan mengusahakan kegiatan ekonomi warga berjalan dengan baik pasca wabah.

Dilansir dari Jakarta Post (28 juni 2020), Gubernur Ganjar Pranowo mendorong masyarakat untuk mewujudkan nilai-nilai lokal mereka. Mereka tidak harus sama dan berbagi nama (program) yang sama di setiap wilayah, tetapi satu dapat menginspirasi yang lain. Ganjar mengatakan pemerintahannya tidak memiliki dana dan sumber daya yang cukup untuk memaksakan tindakan PSBB untuk jangka waktu yang lama, dan karenanya telah memutuskan untuk memberdayakan masyarakat di tingkat akar rumput untuk beradaptasi dengan situasi saat ini.

Ganjar berpendapat bahwa Ada kekuatan sosial potensial yang belum dimanfaatkan di sana. Penegakan langkah-langkah ketat oleh pihak berwenang malah akan menciptakan ketakutan yang tidak perlu di antara penduduk.

Provinsi Jawa Tengah terdapat tiga daerah dengan tingkat kasus baru yang relatif tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah. Daerah tersebut adalah kota Semarang, kabupaten Magelang dan kabupaten Temanggung..

Referensi :

  • Jakarta Post

Andrea
Seorang penulis kesehatan mental dan hubungan manusia, penulis berita nasional dan internasional
https://pojokjakarta.com

Leave a Reply

Top