You are here
Home > Berita Nasional >

Selebaran ‘Dipaksa Sehat di Negara Sakit’ Beredar, Langsung Diusut Polisi

selebaran dipaksa sehat di negara sakit
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Pemkab Klaten berkerja sama dengan Polres Klaten menindak selebaran ‘Dipaksa Sehat di Negara Sakit’. Sebuah selebaran yang timbul karena PPKM diperpanjang. Beberapa selebaran tersebut ditempel di tempat-tempat publik.

Tentu saja, selebaran tersebut langsung diusut oleh Polisi Klaten. Pasalnya, jika dibiarkan, orang-orang yang tidak begitu paham dengan situasi dan kondisi akan terpengaruh oleh doktrin tersebut.

Sehingga, pemerintah memutuskan untuk menertibkan selebaran-selebaran tersebut. Beberapa ditempel di Lokasi yang strategis seperti pinggir jalan ataupun tempat lain yang mudah dilihat oleh masyarakat.

Sudah Dibersihkan oleh Satpol PP Pemkab Klaten

Saat ini, selebaran ‘Dipaksa Sehat di Negara Sakit ‘ terpantau sudah bersih. Pihak Satpol PP Pemkab Klaten sudah meringkus semua selebaran tersebut agar tidak membuat masyarakat semakin terprovokasi.

Ada belasan lembar disita oleh Satpol PP. Selebaran tersebut akan dibawa ke kantor kecamatan untuk diamankan. Semua pihak yang berwajib di kecamatan sudah berkoordinasi untuk menindaklanjuti selebaran tersebut di lokasi terkait.

Pihak Satpol PP juga mengatakan jika selebaran yang disita sudah diamankan di kecamatan. Mereka juga ingin masyarakat tidak terprovokasi dengan selebaran-selebaran yang bertajuk melawan langkah pemerintah mengatasi Pandemi Covid-19 ini.

Langkah yang diambil oleh pemerintah Klaten memang cukup sigap. Sebelum sampai viral dan meresahkan banyak orang, Selebaran ‘Dipaksa Sehat di Negara Sakit’ diberingkus secepatnya.

Dari pihak TNI-Polri memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat terutama yang bekerja di sektor-sektor terpengaruh PPKM. Semua peraturan pemerintah tersebut dilakukan demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Pelaku akan Diusut oleh Pihak Berwajib

Polisi serta pihak yang berwajib mengatakan jika akan segera mengusut Selebaran tersebut. Tulisan-tulisan satire yang meresahkan tersebut bisa sangat memprovokasi masyarakat untuk melawan aturan pemerintah dan tidak menaati protokol kesehatan.

Meskipun saat ini, tidak ada yang tahu siapa yang memasang selebaran tersebut. Pihak polisi dan Satpol PP akan segera mengusut agar pelaku bisa dimintai keterangan. Beberapa orang yang berkemungkinan jadi saksi sudah ditanyai, namun masih belum ada yang tahu siapa orang yang memasang selebaran tersebut.

Satire-satire yang bertajuk kekecewaan masyarakat terhadap perpanjangan PPKM ini tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Polisi memandang hal tersebut malah bisa menjadi potensi provokasi.

Masyarakat Indonesia sedang menghadapi sebuah pandemi dunia. Semua aturan pemerintah dibuat tentu untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat sendiri. Sehingga, meskipun masyarakat kecewa, semua kebijakan tersebut adalah bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat seluruh Indonesia.

Selebaran ‘Dipaksa Sehat di Negara Sakit’ tersebut diindikasikan muncul karena banyaknya masyarakat yang semakin kesulitan ekonomi di masa Pandemi. Di samping itu, ada beberapa pejabat yang malah memikirkan diri sendiri dengan korupsi dan cari eksistensi untuk menjemput pemilu 2024.

Leave a Reply

Top