You are here

Teori Asal Usul Virus Corona Versi Intelegen AS: Tuai Berbagai Kontroversi

Teori Asal Usul Corona
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com –Baru-baru ini publik kembali gempar dengan viralnya teori asal usul virus corona kembali. Hal ini karena beberapa hari lalu, intelegen AS melaporkan mengenai temuan teori mengenai virus yang menyebabkan pandemic dari akhir 2019.

Namun meskipun begitu, teori dari intelegen AS ini masih terbilang belum memiliki bukti yang mencukupi. Hal ini membuat Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa meminta agar kasus tersebut segera diselidiki dan diinvestigasi lebih lanjut.

Mendebatkan mengenai asal usul teori kala pandemik melanda saat ini tentu hal yang kontroversional. Bahkan teori ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, seperti WHO dan China.

Dua Teori Asal Usul Virus Corona Dari Intelegen AS

Beberapa hari yang lalu, intelegen AS membeberkan dua teori mereka mengenai asal usul virus corona. Teori yang pertama yaitu meyakini karena kecelakaan dan kebocoran laboratorium Wuhan China. Sedangkan teori yang kedua akibat tersebarnya virus dari hewan ke tubuh manusia.

Teori pertama dari asal usul virus corona tersbut bermula dari laporan Intelegen AS yang menyatakan bahwa beberapa peneliti dari laboratorium Wuhan harus dirawat di rumah sakit pada November 2019.

Menariknya gejala sakit dari para peneliti yang saat itu sakit hampir sama dengan covid-19. Selain itu, adanya virus corona tidak jauh dari kejadian tersebut. Apalagi dari awal munculnya corona, laboratorium Wuhan China sudah pernah menjadi terduga virus itu muncul.

Sedangkan pihak Intelegen AS lainnya meyakini bahwa virus corona muncul akibat kontak manusia dengan hewan yang sudah terinfeksi. Hal ini disebut dengan istilah zoonosis. Selain itu, pada awal muncul virus corona ini WHO juga pernah mengindikasi dari kelelawar yang terinfeksi kemudian dikonsumsi manusia.

Belum Bisa Menyimpulkan Teori Apa yang Dianut

Namun sayangnya dari kedua teori tersebut, pihak organisasi Intelegen AS belum bisa menyimpulkan  mana teori yang benar. Baik itu dari pihak Badan Pusat Intelejen (CIA) atau Badan Intelegen Pertahanan AS.

Kantor Direktur Intelegen AS mengumumkan dalam pernyatannya pada hari Kamis (27/05/2021), “Komunitas Intelegen AS tidak tahu tepatnya ada dimana, kapan, tau bagaimana awal virus covid-19 menular dan menyebar. Namun kami paham bahwa kebenaran ada pada sekitar dua scenario yang mendekati itu”.

Hal ini karena kedua teori tersebut masih dalam tahap keyakinan rendah-menengah. Dalam dunia intelegen, jika suatu teori masih pada tahap keyakinan tersebut, maka masih belum bisa dipercaya apalagi menjadi suatu kesimpulan umum.

Ini juga karena bukti-bukti dari kedua teori itu saat ini masih dirasa kurang cukup untuk diambil suatu kesimpulan. Sehingga perlu adanya investigasi atau penyelidikan kembali lebih lanjut mengenai dua teori terkait.

AS dan Negara di Eropa Meminta Investigasi Kembali

Setelah adanya laporan dan hipotesis teori mengenai kemunculan virus corona yang belum mencapai hasil final, Amerika Serikat menyerukan untuk kembali melakukan investigasi mengenai kasus ini.

Selain Amerika Serikat, beberapa negara lain seperti Portugal, Australia, dan Australia juga meminta adanya penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan Negara Inggris menginginkan adanya penyelidikan mendesak yang harus terlaksana pada waktu yang tepat.

Hal ini disampaikan saat pertemuan negara anggota WHO pada hari Selasa (25/05/2021) di Jenewa, “Kami menggarisbawahi pentingnya penyelidikan komprehensi yang kuat dan dipimpin ahli tentang asal-usul covid-19”.

“Tujuan dari penyelidikan tersebut bukan untuk menyalahkan, tapi berdasarkan sains. Tidak lain tidak bukan dengan menemukan asal mula virus dapat membantu kita semua untuk mencegah terjadinya bencana global pada masa yang akan mendatang” tegasnya.

Menindaklanjuti hal ini, Presiden AS, Joe Biden memerintahkan komunitas intelegen negara menyelidiki kembai asal mula covid-19. Ia meminta untuk memberikan laporan dalam jangka waktu paling lambat 90 hari ke depan.

“Sebagi bagian dari laporan tersebut, saya telah meminta penyelidikan lebih lanjut yang mungkin diperlukan, termasuk spesifik untuk China. Saya juga meminta komunitas intelejen AS beritahu kongres sepenuhnya tentang penyelidikan itu” kata Joe Biden menambahkan.

WHO Mengecam AS Adakan Investigasi Ulang Terkait Teori Virus Corona

Mengetahui permintaan Amerika Serikat untuk mengadakan investigasi ulang, WHO mengecam hal ini dan merasa tidak bisa melakukan hal tersebut.

“Menempatkan WHO pada posisi seperti itu sangat tidak mungkin bagi ilmu yang sedang kami coba lakukan. Itu sama saja menempatkan kami sebagai sebuah organisasi. Sebenarnya pada saaat ini merupakan keadaan dimana kami mustahil memberikan jawaban yang diinginkan oleh dunia”, kata Dr. Mike Ryan sebagai direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO.

Selain itu, pihak WHO juga meminta untuk semua orang tidak melibatkan perkara pandemi ini dengan kepentingan politik. “Kami ingin semua orang di luar sana untuk memisahka semua masalah politik dari sains. Seluruh proses ini diracuni oleh poltik” tegasnya.

China Tolak Teori Kebocoran Laboratorium dari AS dan Tuduh Kepentingan Politik

Tidak hanya WHO, China sendiri juga mengecam Amerika Serikat terkait perlunya investigasi ulang terhadap asal mula virus corona. Mereka bahkan menolak tentang teori kebocoran laboratorium di Wuhan, China.

Bahkan mereka menuduh balik pihak Amerika dan terkait memiliki kepentingan politik tersendiri dan mengabaikan kepentingan utama untuk memerangi pandemi.

“Kampanye kotor dan pengalohan kesalahan muncul kembali, dan teori konspirasi tenanting kebocoran laboratorium muncul kembali,” ucap kedutaan China pada salahj satu pernyataanya.

Pihak China menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan salah satu bentuk pengalihan isu karena kegagalan mereka sendiri mengatasi virus corona. “Sangat jelas mereka mencoba menginternasionalkan jalan keluar dari kebuntuan yang mereka hadapi”. Ucap Jamie Metzl, seorang rekan senior di wadah pemikir Atlantik.

Leave a Reply

Top