You are here

Pemimpin Al Qaeda Tewas oleh Rudal Rahasia AS

Pemimpin Al Qaeda Tewas oleh Rudal AS

Foto Ilustrasi Pemimpin Al Qaeda Tewas oleh Rudal Rahasia AS oleh Pixabay

Pojokjakarta.com (18 Juni 2020), Perjalanan dua komandan senior Al Qaeda di Suriah barat laut pada hari Minggu tiba-tiba dipersingkat oleh serangan yang diarahkan oleh Amerika Serikat. Komandan senior tersebut tidak dibunuh oleh bahan peledak, tetapi sebuah rudal yang dipenuhi dengan pisau. Pemimpin Al Qaeda tewas oleh rudal rahasia Amerika Serikat.

Jenis rudal yang digunakan merupakan jenis rudal “rahasia” yang dikembangkan bersama oleh Departemen Pertahanan dan Central Intelligence Agency (CIA).

Rudal tersebut adalah variasi dari rudal anti-tank Hellfire. Disebut, sebagai R9X, dan secara internal disebut “Flying Ginsu” atau “bom ninja,”.Rudal rahasia ini berpotensi membentuk cara perang baru dengan mengingat ketepatan dan kemampuan selanjutnya. Tidak meledaknya rudal, sangat mengurangi risiko terbunuhnya tawanan dan korban sipil.

Dengan tanpa adanya ledakan, radius pembunuhan menjadi jauh lebih kecil. Sehingga, dapat membatasi kerusakan yang disebabkan oleh rudal ke daerah sasaran yang dituju. Fitur tersebut semakin dibutuhkan untuk kampanye kontraterorisme. Di mana, pertempuran jarak dekat dan lingkungan di sekitar target adalah lebih padat dan cenderung diisi dengan non-kombatan.

Pemimpin Al Qaeda Tewas oleh Rudal Khusus

Menurut analisis oleh The War Zone, R9X tidak meledak dan menggunakan enam bilah panjang “yang tersimpan di dalam. Kemudian menyebar melalui permukaan rudal sehingga menghancurkan apa pun di jalurnya. Rudal terbang langsung ke sasaran yang ditentukan. Hellfire tradisional atau generasi sebelumnya,dapat memicu ledakan kuat. Ledakan kuat meninggalkan kekacauan dan kehancuran. Ledakan rudal menimbulkan resiko membunuh orang lain dalam radius 700 kaki. Modifikasi baru dianggap cukup mematikan dalam rasius 30 inci.

Hellfire R9X seberat 100 pon pertama kali diperkenalkan ke publik oleh The Wall Street Journal pada Mei tahun lalu. Kemunculannya, ditandai oleh para pejabat pertahanan.

Selain dari dugaan penggunaannya di Suriah akhir pekan lalu, para ahli telah menunjukkan berbagai kesempatan senjata itu telah digunakan untuk menjatuhkan para pemimpin teroris. Tidak hanya di Suriah tetapi juga di Yaman dan Afghanistan.

Salah satu kesempatan adalah dalam serangan Januari 2019 terhadap seorang komandan Taliban di Kunduz, Afghanistan. Pada bulan yang sama, Jamal al-Badawi yang dituduh sebagai dalang serangan USS Cole di pelabuhan Yaman 20 tahun lalu. Dua tahun sebelumnya, petinggi Al Qaeda Ahmad Hasan Abu Khayr al-Masri menjadi sasaran menggunakan R9X di provinsi Idlib Suriah.

Dugaan Penggunaan Rudal

Beberapa analis menuduh bahwa Hellfire R9X digunakan di Irak dalam tampilan mematikan. Rudal khusus ini diduga digunakan untuk menyerang Qassem Soleimani mantan Komandan Pasukan Quds IRGC Iran. Selain itu juga diduga digunakan untuk menyerang Abu-Mahdi al-Muhandis, mantan Komandan pro-Iran milisi di Irak. Amerika Serikat menargetkan para pemimpin musuh di medan perang.

Senjata khusus ini dikembangkan pada awal 2011, menurut The Wall Street Journal. Rudal dengan kemampuan serupa dianggap sebagai ‘Rencana B’ untuk membunuh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden di kompleksnya di Abbottabad, Pakistan, tahun itu. Kemajuan pengembangan rudal didorong oleh meningkatnya kemampuan teroris untuk beradaptasi dengan serangan udara dan taktik AS.

Tidak diketahui berapa banyak R9X yang tersimpan di penyimpanan Pentagon. Para ahli militer dengan cepat menyoroti efisiensi R9X ini di medan tempur. Hellfire khusus ini memiliki kemampuan membunuh seorang penumpang tanpa melukai seorang pengemudinya.

Pada sisi negatifnya, DefenseOne menunjukkan bahwa penggunaan rudal, terutama di luar zona perang yang dinyatakan secara resmi, dapat mengarah pada peningkatan dalam keterlibatan militer.

Kolonel John Venable, seorang peneliti senior Heritage dan mantan pilot F-16 di Angkatan Udara, menunjukkan bahwa R9X pada dasarnya adalah alat yang sudah lama dicoba.

“Amunisi dengan ‘pisau’ telah ada sejak setidaknya Perang Vietnam. Istilah militer untuk hulu ledak adalah ‘flechette,’ yang merupakan submunisi seperti panah yang dilepaskan dan menyebar dalam penerbangan sebagai perangkat anti-personil,” Venable berkata.

Sumber : Fox news

Andrea
Seorang penulis kesehatan mental dan hubungan manusia, penulis berita nasional dan internasional
https://pojokjakarta.com

One thought on “Pemimpin Al Qaeda Tewas oleh Rudal Rahasia AS

Leave a Reply

Top