You are here
Home > Berita Nasional >

Informasi Tentang Jenis, Persyaratan Penerima, Lokasi, Jumlah Penerima Serta Biaya Vaksin Gotong Royong

Biaya vaksin gotong royong
Bagikan Artikel Ini

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, salah satu hal yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasinya adalah dengan memberikan vaksin. Kini pihak dari pemerintah lewat kementerian BUMN mengadakan program baru dengan biaya vaksin gotong royong bebannya ditanggung oleh pihak swasta. Dikabarkan vaksinasi dilakukan setelah hari raya idul fitri mendatang.

Beban akan vaksin tersebut diberikan pada pihak dari swasta yang kemudian akan diberikan kepada para karyawan serta keluarga dengan cara grafis. Di sini pihak pemerintah telah memberikan tetapkan harga vaksin bagi perusahaan. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Airlangga Hartato selaku KPC-PEN.

Jenis Yang Dipakai

Akan dijelaskan terkait informasi tentang vaksin gotong royong sebagaimana diprogramkan oleh pemerintah. Diketahui bahwa vaksin yang dipergunakan dalam program ini ada dua macam, berikut pembahasannya:

1. Shinopharm

Pertama ada vaksin bernama Sinopharm yang merupakan hasil buatan dari perusahaan farmasi negara China. Airlangga menuturkan bahwasanya vaksin tersebut telah tersedia dalam jumlah lebih kurang 500.000 dosis untuk memenuhi kebutuhan nantinya. Angka tersebut merupakan sebagian kecil dari yang disepakati oleh para pihak terkait.

Pasalnya pihak dari pemerintah melakukan kesepakatan tentang pengadaan vaksin tersebut sejumlah 7,5 juta dosis Sinopharm. Vaksin ini tergolong dalam jenis Inactivated Vaccine. Cara kerja yang ada pada vaksin ini adalah dengan memanfaatkan partikel yang terdapat pada virus untuk membentuk kekebalan terhadap virus. Airlangga juga menambahkan jika vaksin ini telah aman dipergunakan berdasarkan pernyataan BPOM.

Selain memperoleh predikat aman dipergunakan, Sinopharm juga telah mengantongi sertifikat dari MUI tentang kesalahannya. Kepala dari BPOM mengeluarkan pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya Sinopharm telah dilakukan uji klinik di negara Uni Emirate Arab dengan hasil efikasi sebesar 78 persen.

Untuk kejadian yang mungkin ditimbulkan setelah melakukan suntik vaksin jenis ini sifatnya tergolong ringan. Misalnya seperti warna kulit menjadi kemerahan, sakit di bagian kepala, nyeri pada otot, batuk dan lainnya. Pihak WHO memberikan rekomendasi jika vaksin ini bisa diberikan pada orang yang berumur 18 ke atas dengan total 2 kali suntikan. Adapun jeda waktu suntikan pertama dan kedua dianjurkan 3 sampai 4 minggu.

2. Cansino

Sedangkan jenis yang kedua untuk memenuhi kebutuhan dari program yang telah digagas ada Cansino. Ini juga merupakan hasil buatan dari negara Tirai Bambu, China. Casino tergolong vaksin berjenis vektor dengan basis adenovirus tipe lima. Dimana dalam proses penyampaian instruksi yang terbilang penting pada sel manusia memakai vektor sebagai versi modifikasi virus.

Untuk manfaat yang bisa diperoleh dari Cansino ini tidak jauh berbeda dari vaksin jenis lainnya. Yakni memberikan perlindungan terhadap infeksi virus Corona yang mungkin terjadi dengan pembentukan kekebalan tubuh. Sama seperti jenis sebelumnya, vaksin ini juga telah dilakukan uji klinis untuk mengetahui kelayakannya. Dengan melibatkan setidaknya tiga puluh ribu relawan dan diketahui hasil efikasi mencapai 65,7 persen.

Persyaratan Pemakaian Vaksin

Untuk memperoleh vaksin dalam kategori gotong royong ini setidaknya pihak perusahaan harus memenuhi beberapa persyaratan terlebih dahulu. Diantara syarat tersebut meliputi:

1. Laporan Jumlah Pegawai Beserta Keluarga 

Hal pertama yang menjadi syarat akan diperbolehkannya penggunaan vaksin ini adalah memberikan laporan tentang total pegawai yang ada. Tidak hanya sebatas pegawai saja namun para keluarga dari pegawai juga masuk dalam pendataan. Dimana catatan tersebut merupakan jumlah dari orang yang akan menerima program vaksinasi.

2. Dilakukan Secara Gratis

Selain laporan akan catatan jumlah pegawai beserta dengan para keluarganya ada juga syarat yang kedua. Yakni pihak perusahaan tidak diperkenankan untuk menarik biaya vaksin gotong royong dalam bentuk apapun dan berapapun saat menjalankan proses program vaksinasi ini.

3. Dilakukan Kerja Sama

Dalam proses pelaksanaan program vaksin ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang dimiliki pihak kesehatan swasta. Yang melakukan kerja sama dengan pihak dari badan hukum maupun badan usaha.

Lokasi Vaksinasi

Aturan yang ditetapkan untuk program vaksin ini tidak memperbolehkan untuk pemakaian jenis vaksin yang terbilang sama dengan program lainnya. Selain itu juga tidak diperkenankan untuk memakai fasilitas yang ada di pihak kesehatan yang sama dengan yang berasal dari pemerintah. Honesti Basyir menyatakan dalam acara RDP DPR, bahwa telah dipersiapkan beberapa layanan kesehatan.

Dengan total keseluruhan mencapai 806 layanan yang dirinci menjadi 65 layanan atas hak milik dari pihak Bio Farma. Sedangkan sejumlah 504 layanan milik pihak dari BUMN. Yang terakhir sejumlah 237 layanan kesehatan berlabel hak milik swasta.

Jumlah Penerima

Diketahui program vaksin gotong royong memang cukup berbeda dari program vaksin dari pemerintah pada umumnya. Untuk itu jumlah yang telah tercatat sebagai penerima vaksin ini dalam jangka waktu bulan Februari sampai dengan Maret mencapai angka 8,6 juta peserta. Dimana jumlah peserta penerima vaksin tersebut berasal dari 17.832 perusahaan yang mengikuti. Data tersebut diperoleh dari pihak Kadin atau Kamar Dagang Indonesia.

Harga Yang Ditetapkan

Jenis biaya vaksin gotong royong memang diberikan dalam keadaan gratis melalui pihak swasta maupun perusahaan bagi para pegawainya beserta keluarga. Untuk itu pihak dari pegawai dan keluarganya menerima vaksin dalam keadaan tanpa berbayar apapun. Namun untuk pihak perusahaan sendiri telah diatur kisaran harga akan vaksin ini. 

Dimana harga yang dibandrol tersebut telah diutarakan oleh saudara Airlangga Hartarno beberapa waktu lalu. Adapun rincian biaya vaksin gotong royong dimaksudkan untuk per satu dosis atau satu kali suntikan sebesar lima ratus ribu rupiah. Yang terdiri dari harga vaksin itu sendiri sebesar tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah.

Ditambah dengan biaya suntik serta distribusi sebesar seratus dua puluh lima ribu rupiah. Untuk itu total untuk satu orang dengan satu dosis biayanya lima ratus ribu rupiah. Sedangkan vaksin diberikan dengan jumlah dua dosis, sehingga total keseluruhan biaya vaksin gotong royong untuk satu orang adalah satu juta rupiah.

Itu tadi pembahasan terkait jenis, persyaratan, lokasi, jumlah penerima serta biaya vaksin gotong royong yang akan segera dilakukan. Diketahui bahwasanya vaksin jenis ini terbilang berbeda dari vaksin program pemerintah. Dikarenakan beban ditanggung oleh pihak dari swasta semacam perusahaan atas para pekerjanya.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top