Tips Menjawab Pertanyaan Lebaran Para Jomblo: “Kapan Nikah?”Relationship by Liana Sandev - May 13, 2021May 14, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com –Hari raya biasanya menjadi ajang bertemu sanak saudara, bersillaturahmi dengan tetangga, teman maupun sahabat. Dalam perayaan ini, Anda bisa bertemu dengan orang-orang yang bahkan jarang berjumpa. Biasanya terdapat pertanyaan-pertanyaan yang kerap kali nyebelin. Maka Anda harus mengetahui tips menjawab pertanyaan lebaran dengan tepat.Salah satu pertanyaan lebaran yang sering terlontar adalah “Kapan Nikah?”. Pertanyaan tersebut biasanya tertuju pada kaum remaja yang sedang menempuh kuliah, fresh graduate, atau yang sudah bekerja namun belum berjumpa dengan jodoh.Bagaimana perasaan Anda ketika ditanya demikian? Kesal, biasa saja, atau sangat mengganggu? Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan tersebut tidak layak untuk ditanyakan. Mengingat bahkan yang bertanya juga terkadang bukan kerabat dekat atau teman dekat.Lalu bagaimana ketika situasi tersebut menimpa Anda? Tentunya Anda harus mengetahui tips apa saja yang bisa dilakukan dan bagaimana cara menghadapinya. Hal ini agar Anda tidak justru badmood sendiri pada momen lebaran yang istimewa ini.5 Tips Menjawab Pertanyan Lebaran Kapan NikahBerikut adalah beberapa tips menjawab pertanyaan lebaran “Kapan Nikah” yang bisa coba Anda terapkan. Jadi nanti tidak kelabakan ketika ada yang bertanya demikian.Menyiapkan Mental SebelumnyaHal pertama yang perlu Anda persiapkan sebelum bertanya dengan pertanyaan nyebelin tersebut adalah menyiapkan mental. Jadi pastikan ketika H-1 lebaran atau sebelum Anda berkunjung ke sanak saudara, mental Anda sudah benar-benar siap.Nyatakan pada diri Anda bahwa Anda siap untuk bersikap biasa saja ketika ada orang yang menanyakan demikian. Jangan sampai Anda terbawa emosi dan melakukan hal yang tidak sewajarnya.Selain itu, nyatakan pada diri Anda bahwa pertanyaan tersebut merupakan bukti kepedulian mereka akan kehidupan Anda. Tanamkan berbagai pola pikir positif pada pikiran Anda tentang pertanyaan itu sehingga ketika sudah terlontar, Anda bisa menanggapinya secara positif juga.Hanya Diam dan TersenyumSetelah menyiapkan mental, tentunya Anda harus menentukan “tindakan nyata” ketika pertanyaan tersebut terlontar. Anda bisa memilih beberapa opsi, salah satunya yaitu hanya diam dan tersenyum.Jawaban ini cocok untuk Anda yang sudah jenuh dengan pertanyaan tersebut. Selain itu, Anda jug tidak terlalu dekat dengan orang yang bertanya. Jadi merasa bukan suatu kewajiban pula untuk benar-benar menjawabnya.Tindakan ini juga cocok bila yang mengajukan pertanyaan adalah orang yang lebih tua namun tidak terlalu dekat denganAnda. Misalnya sanak saudara jauh. Jadi mereka tentu tidak mungkin diajak bercanda dan tidak mungkin Anda menyinggung perasaan mereka.Menjawab dengan BercandaLain lagi jika yang bertanya adalah teman-teman atau orang yang berumuran sebaya. Anda bisa menjawabnya dengan gurauan dan candaan. Hal ini selain bisa menjawab pertanyaan mereka, bisa pula untuk mencairkan momen sillaturrahmi yang terkesan serius.Selain itu, menjawab dengan bercanda juga tidak akan menyinggung pihak yang bertanya. Justru mereka pasti akan tertawa dan terhibur dengan Anda.Bagi Anda yang bingung ingin menjawab pertanyaan “Kapan Nikah” dengan bercandaan, berikut adalah beberapa referensi jawaban yang bisa Anda gunakan:“Wah belum tahu, hilal jodoh belum terlihat nih”“Nanti ya, kalau gak sabtu ya minggu”“Entar deh kalau gak hujan”“Emang kamu mau cariin calonnya? Cariin gih”“Lagi lebaran, KUA nya tutup”“Bentar ya, kayaknya calon jodohku masih dijagain Tuhan atau orang lain”Meminta untuk Mendoakan yang TerbaikTips menjawab pertanyaan lebaran satu ini bisa berguna Jika Anda ingin tetap terkesan elegan dan positif ketika ada yang bertanya “Kapan Nikah?”, maka cara yang tepat adalah mereka meminta doakan yang terbaik. Hal ini tentu lebih mudah dilakukan daripada Anda harus menyiapkan candaan atau menyiapkan senyum palsu terbaik.Selain itu, dengan meminta doa sang penanya, bisa menghentikan pertanyan itu sendiri. Karena paling mentok jawaban dari si penanya hanya “Aamiin”. Setelah itu, pasti akan berlanjut ke topik yang lainnya.Jadi Anda cukup menjawab dengan,“Doakan saja ya yang terbaik”“Wah iya nih, belum waktunya. Doakan segera dipertemukan ya”“Hehe iya doakan segera ya”Jangan lupa berikan senyuman terbaik Anda setelahnya.Mengalihkan Topik PembicaraanJika Anda benar-benar jenuh dan malas dengan pertanyaan “KapanNikah?”, coba saja alihkan pembicaraan ke topik yang lain. Hal ini memang bisa terkesan kurang sopan, namun jika disampaikan dengan baik, maka akan baik-baik saja.Anda bisa mencoba untuk menanyakan hal lainnya yang berhubungan dengan sang pembicaran. Misalnya:“Oh iya, anaknya sudah sekolah ya? Kelas berapa”“Hehe gimana om/tante, pekerjaan lancar”“Ya gitu deh, sejak kapan kamu pulang kesini?”Dan masih banyak lagi.Selain itu, Anda juga bisa mengalihkan topik pembicaraan dan segera meninggalkan forum itu. Ini merupakan cara yang efektif untuk terhindar dari pertanyaan itu lagi di tengah-tengah pembicaraan. Anda bisa mengatakan:“Oh iya om/tante, sudah ya saya mau lanjut ke yang lain”“eh bentar, mau ambil minum”“Aku mau ke belakang dulu nih, kebelet”Dan lain sebagainya.Putus Rantai Pertanyaan Basa-Basi Kapan NikahJika Anda saat ini sudah merasakan bahwa ditanyai “Kapan nikah?” adalah suatu yang menjengkelkan, mengusik privasi, membuat badmood, maka cukup ini pada Anda saja. Jangan sampai Anda meneruskan pertanyaan tersebut ke orang lain.Tentunya Anda tahu bahwa suatu hal yang tidak mengenakkan ketika mendapatkan pertanyaan demikian. Jadi jangan sampai Anda menjadi pelaku berikutnya.Hal ini juga perlu Anda ingat bahkan ketika sudah menikah nanti. Ingatlah Anda juga pernah berada pada posisi jomblo dan sering kesal mendapat pertanyaan demikian. Jadi jangan sampai mengulanginya pada remaja-remaja yang belum menemukan jodohnya.