You are here
Home > Politik >

Posisi Wakil Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Setelah Diteken Presiden

Posisi Wakil Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo Setelah diteken Presiden
Bagikan Artikel Ini

Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah Posisi Wakil Menteri PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) melalui Peraturan Presiden No 47/2-021 tentang PAN-RB. Padahal sebelumnya Kementerian PAN-RB sendiri tidak memiliki jabatan untuk wakil menteri ini.

Awalnya Guspardi Gaus selaku Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN meyakini Presiden Joko Widodo. Karena telah memiliki analisa sendiri tentang penambahan posisi Wamen tersebut. Dengan adanya penambahan Wamen (Wakil Menteri). Maka akan menjadi penguatan tugas agar lebih aktif lagi untuk membantu Menteri dalam  mengkoordinasikan atas pencapaian kebijakan di Kemen PAN-RB.

Dalam keterangan tertulis milik Guspardi pada hari Rabu 9 Juni 2021 pun menyebutkan, “Namun seharusnya analisis Pak Jokowi sendiri lebih tahu. Jika itu dalam rangka untuk mempercepat pembenahan, maka itu juga harus jelas apa saja fungsi daripada wakil menteri itu”, tuturnya.

“Tentunya kita dalam rangka untuk membangun bangsa dan negara harus ikut bagaimana cara penataan pemerintah ini agar dilakukan secara profesional dan ini adalah harapan dari masyarakat”, tutupnya.

Ketahui Posisi Wakil Menteri PAN-RB Sekarang, Siapa Kira-Kira?

Presiden Jokowi akhirnya telah menandatangani Peraturan Presiden No 47 tentang Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Salah satu poin penting di dalam aturan baru tersebut adalah adanya penambahan jabatan yaitu wakil menteri.

Posisi dari wakil menteri ini diatur ke dalam pasal dua. Pada pasal tersebut menyebutkan bahwa wakil menteri akan diangkat dan diberhentikan oleh seorang presiden dan untuk membantu kerja menteri di KemenPAN-RB.

Bunyi pasal 2 ayat (1) dalam Perpress No 47 tahun 2021 yang diunggah dalam situs resmi milik Setneg adalah, “Dalam memilih Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, maka menteri bisa dibantu oleh Wamen (wakil menteri) sesuai penunjukan presiden.”

Sedangkan pada pasal 2 ayat (3) menyebutkan bahwa posisi dari wakil menteri sendiri berada di bawah menteri, dan wakil menteri bertanggung jawab pada menteri. Pada ayat (4) pasal tersebut mengatur tentang tugas dari wakil menteri. Sedangkan tugas dan rinciannya dijabarkan pada ayat selanjutnya.

Pada Ayat 5

Posisi Wakil Menteri PAN-RB pada ayat 5 dengan pasal yang sama seperti sebelumnya menyebutkan bahwa tugas Wamen tersebut adalah untuk membantu menterinya. Terutama untuk perumusan dan pelaksanaan atas kebijakan Kemen PAN-RB.

Salah satunya dalam mengkoordinasikan atas pencapaian kebijakan strategis. Untuk lintas unit organisasi di Jabatan Pemimpin Tinggi Madya dan atau Eselon I terutama di lingkungan Kementerian PA -RB.

Sehingga Perpres No 47/2021 secara umum yang telah diteken oleh Jokowi pada tanggal 19 Mei 2021 mulai ramai diperbincangkan pada Jumat tanggal 4 Mei 2021. Itu artinya menggantikan Perpres 47/2021. Kementerian PAN-RB dipimpin oleh menteri tanpa ada bantuan dari Wamen (wakil menteri).

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sudah meneken Perpres yang berisikan tentang penambahan jabatan wamen tersebut di beberapa kementerian. Pada bulan September tahun lalu, Jokowi sendiri juga telah meneken Perpres No 95/2021 Kementerian Ketenagakerjaan.

Lalu Perpres 96/2020 tentang UKM dan Kementerian Koperasi. Dari kedua Perpres tersebut juga mengatur tentang penambahan Posisi Wakil Menteri PAN-RB.

Ketentuan Menurut Tjahjo

Akhirnya Tjahjo Kumolo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi buka suara terkait peraturan presiden No 47/2021 tentang Kemenpan-RB.

Di dalam aturan tersebut, Tjahjo sendiri bakalan memperoleh wakil pendamping untuknya guna memimpin Kemenpan RB. Menurutnya, ketentuan atas posisi wamen juga tidak harus menjadi polemik.

“Tidak harus dipolemikkan, membantu presiden merupakan jabatan yang politis, jadi sah-sah saja untuk diambil dari unsur mana dan tetap menjadi jabatan politisi,” kata Tjahjo Kumolo kepada salah satu wartawan melalui pesan singkat pada Senin 7 Juni 2021.

Menurutnya, seluruh Perpres tentang Kementerian Negara diminta agar mencantumkan jabatan dari wamen. Tujuannya supaya sewaktu-waktu saat presiden Jokowi akan mengangkat Posisi Wakil Menteri PAN-RB dan tidak harus mengubah Perpres yang sudah ada.

Selain itu, menurut Tjahjo lagi bahwa Jokowi pasti sudah mempertimbangkan di berbagai macam hal sebelum akan menerbitkan peraturan tersebut.

Politikus PDIP tersebut menekankan sendiri untuk siap bekerja dengan wamen yang nantinya akan ditunjuk oleh Jokowi. Terlebih jika penunjukan wamen tersebut bisa mempercepat reformasi birokrasi.

Jokowi Menerbitkan Perpres No 47/2021 Tentang Kemenpan-RB

“Untuk membantu presiden saya sudah siap saja untuk penambahan wakil menteri sebagaimana saat keputusan presiden tersebut bagaimana,” jelas Tjahjo kembali.

“Namun jika demi fokus maupun percepatan reformasi dan birokrasi seperti visi misi presiden Jokowi dan Wapres yakni bapak Ma’ruf Amin, birokrasi adalah kata kunci suksesnya dalam pemerintahan,” lanjutnya lagi.

Sebelumnya Jokowi juga telah menerbitkan peraturan presiden Nomor 47 tahun 2021 tentang KemenPAN-Rb. Dalam poin-poin di dalam aturan tersebut adalah seperti mengenai penambahan akan jabatan wamen (wakil menteri).

Sudah Ada Sejak Era SBY

Tjahjo kembali menyebutkan bahwa keputusan presiden Jokowi ini semata-mata hanya untuk sekedar penguatan atas kemenPAN-RB. Ia kembali mengatakan bahwa belum pernah ada sosok yang telah ditunjuk Jokowi, terutama untuk mengisi jabatan wamen (wakil menteri).

Jadi, ia menyerahkan segala keputusannya kepada bapak presiden, Joko Widodo. Bahkan Tjahjo juga menyatakan bahwa Posisi Wakil Menteri PAN-RB ini sudah ada sejak masa presiden masih bersama SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

PAN Ngarep Agar Menjadi Wamen

Ketika Jokowi membuka posisi jabatan wamen PAN-RB (Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi), maka PAN (Partai Amanat Nasional) siap untuk melaksanakannya. Namun jika diberikan amanah mengenai jabatan tersebut.

Guspardi Gaus selaku Anggota dari Komisi II DPR Fraksi PAN juga telah meyakini bapak presiden Joko Widodo bahwa sudah memiliki analisa sendiri. Terkait penambahan akan posisi wakil menteri di KemenPan-RB.

Lebih lanjut lagi bahwa Guspardi juga menyebutkan partainya yakni partai politik PAN telah siap untuk mengisi posisi wamen apabila dipercaya untuk kontribusi dalam pemerintahan presiden Joko Widodo.

Joko Widodo memang telah membuat banyak posisi Wakil Menteri PAN-RB dalam kabinet Indonesia maju. Tercatat ada sebanyak 15 wakil menteri dari sebanyak 34 lembaga atau kementerian Kabinet Indonesia Maju dan sebelum peraturan presiden diteken. KemenPan-Rb sebelumnya hanya dipimpin oleh seorang menteri saja. Sedangkan saat ini jabatan dari MenPan-RB sudah diduduki oleh politikus senior PDIP yaitu Tjahjo Kumolo.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top