Anti Asia Marak di Amerika, Apa Sebabnya?Berita InternasionalPolitik by lilik sumarsih - March 25, 20210 Bagikan Artikel IniFakta awal munculnya rasis terhadap orang Asia dan keturunan Cina di Amerika Serikat berasal dari wabah pertama covid-19. Dimana kemunculan virus corona ini yang dilaporkan di Wuhan China menuai sikap mantan presiden yaitu Donald Trump yang sedang berkuasa. Pada akhirnya Trump menyebutkan di China virus covid-19 berasal, hal ini menyebabkan rasisme anti asia marak di AmerikaAda pelaporan yang menyebutkan bahwa 86% pelecehan verbal sementara 19% melibatkan adanya serangan fisik. Dalam data sebuah organisasi yang melacak insiden kebencian antara rasis Amerika Asia ini. Mencatat setidaknya ada 500 kejadian di tahun pertama dan mencapai 3795 keluhan. Yang ada pada saat itu kasus terbaru bahkan terjadi penembakan dan pembunuhan. Dilakukan oleh warga Amerika terhadap 8 orang di area Spa, 6 diantaranya merupakan wanita asal Asia-Amerika.Sejarah Panjang Anti Asia di Amerika Kasus anti Asia di Amerika merupakan merupakan hal yang baru. Pada The Washington Post, rasis yang terjadi terhadap orang Asia yang berada di Amerika sudah sudah berlangsung sejak beberapa abad. Bahkan berasal dari tahun 1700-an saat itu para dokter dari Tiongkok membuat gambar epidemiologis korban cacar secara terperinci.Kemudian beberapa tahun setelahnya secara tak masuk akal malah Prancis mengklaimnya. Perancis menyatakan bahwa keunggulan pengobatan Eropa memunculkan gagasan bahwa Asia tidak ada apa-apanya. Disitulah memicu kembali anti asia dan rasisme yang ada saat ini bahkan hingga ke Amerika. Negara-negara Eropa saat abad ke-19 bahkan mengeksploitasi kekayaan Asia dengan cara memaksa Jepang serta Cina. Untuk melakukan perdagangan opium, sutra, teh perak. Cina berusaha mengakhirinya dengan adanya narkotika secara ilegal adanya kepentingan bisnis Eropa dan Amerika.Tahun 1886 jam terjadi kebrutalan warga Asia di sana yaitu dengan massa membakar selusin Chinatown di California rata dengan tanah. Serangkaian undang-undang dibuat untuk membatasi hak orang Asia Amerika bahkan akses secara pendidikan budaya serta aktivitas bisnis. Dimana undang-undang tersebut mencapai puncaknya kecuali tahun 1982, untuk pertama kalinya UU Federal Amerika mengecualikan kelompok etnis.Kasus Rasisme Asia Terjadi di Negara Lainnya Tidak hanya di Amerika saja kasus rasisme anti Asia terjadi tetapi juga muncul ke Negara lainnya. Terutama benua Eropa yang mayoritas tidak menyukai orang-orang asia, sampai adanya pandemic covid-19 ini makin memanas. Klaim bahwa Cina menyebabkan terjadinya wabah dunia, bahkan kerusuhan dan demonstrasi dilakukan di beberapa negara, Tentu hal ini membuat warga Asia tidak nyaman ketika menjadi kaum minoritas di negara Amerika atau sekitar Eropa.Di Perancis misalnya, terdapat laporan adanya kasus diskriminasi kaum Asia dengan pelecehan seksual dan kekerasan. Bahkan di sekolah beberapa anak keturunan Asia seperti Korea, Vietnam, China menjadi bahan ejekan teman-temannya serta dikucilkan. Etnis Asia semakin terdesak dan begitu menerima keberadaan rasisme yang semakin memuncak.Sementara di Jerman, ada keturunan Asia yang tinggal di apartemen kemudian disuruh meninggalkan apartemen tersebut. Pemilikinya khawatir jika ada orang asia maka pengunjung apartemennya akan berkurang. Bahkan merasa ketakutan akan infeksi virus dari orang Asia tersebut.Sedangkan di Belanda, sekumpulan mahasiswa asal Tiongkok melaporkan bahwa lantai asramanya dirusak. Bahan bendera China pun dirobek serta berbagai coretan hinaan ditorehkan pada pintu dan dinding. Hal ini memicu penyelidikan lanjut oleh polisi Belanda, namun tidak ada identifikasi hingga saat ini.Keberadaan rasisme bahkan orang-orang yang anti Asia di Amerika dan Eropa lainnya memang memicu kejahatan. Dimana orang Asia merasa tidak aman serta tidak nyaman akibat insiden dan anti rasis saat ini. Tentunya tidak mudah dalam menghapuskan rasisme anti Asia yang sedang merebak, warga Asia harus tetap waspada.