You are here
Home > Berita Nasional >

Pakai Sertifikat Vaksin Palsu, Ini Hukumannya

sertfikat vaksin palsu
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 di berbagai kepentingan, membuat banyak orang berpikir pakai sertifikat vaksin palsu. Perlu diketahui, penggunaan sertifikat vaksin yang tidak resmi adalah tindakan yang melanggar aturan.

Mengingat saat ini program vaksinasi sangat perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Aturan ini dibuat untuk kepentingan bersama, sehingga semua masyarakat perlu mengikutinya.

Adanya mahasiswa yang membuat sertifikat palsu, membuat pihak berwajib jadi geram. Sehingga polisi menangkap pelaku pemakai sertifikat palsu vaksin. Hal itu dilakukan juga demi membuat efek jera dan takut bagi masyarakat yang nekat memakai sertifikat vaksin palsu. Jika tidak seperti itu, ada kemungkinan akan lebih banyak lagi pelaku yang berani membuat atau memakai sertifikat palsu.

Hukuman Pemalsuan Sertifikat Covid-19

Dari kacamata hukum, pemalsuan sertifikat Covid-19 merupakan tindakan yang salah. Sehingga sesuai dengan surat Edaran, maka pelaku akan dikenakan hukuman yang setimpal. Hal tersebut dilakukan demi menciptakan iklim jujur di tengah kondisi yang sepeti ini.

Maka tidak heran jika mahasiswa yang melakukan pemalsuan sertifikat Covid-19 akhirnya ditahan oleh pihak berwajib. Memang hal tersebut sudah semestinya dilakukan, sebab semua masyarakat perlu divaksin agar terjadi herd immunity. Sehingga, Indonesia bisa keluar dari Pandemi Covid-19 ini.

Bahkan selain itu, ada pelaku yang dikenakan hukuman selama 12 tahun penjara. Hal tersebut tentu sudah ditinjau dari kacamata hukum dan urgensitas permasalahan sertifikat vaksin ini.

Sertifikat yang bisa dikatakan adalah kunci akses ke berbagai pelayanan publik, akan sangat berbahaya jika dimanipulasi. Pemanipulasian sertifikat vaksin ini akan menyebabkan problem baru di lingkungan masyarakat.

Himbauan untuk Tetap Vaksin

Program vaksinasi yang dijalankan oleh pemerintah akan terus dijalankan. Program ini tidak akan selesai sebelum seluruh lapisan masyarakat mendapatkan vaksinasi secara gratis untuk tahap satu dan tahap dua.

Maka dari itu, masyarakat dihimbau untuk mengikuti program tersebut. Sehingga semua pihak bisa saling menguntungkan. Tidak hanya masyarakat bisa kebal dari virus Covid-19, akan tetapi pihak tenaga kesehatan juga bisa melaksanakan programnya.

Sertifikat vaksin palsu adalah bentuk kejahatan di masa Pandemi ini. Selain mengkhianati diri sendiri, orang yang melakukannya juga menyalahi anjuran pemerintah. Maka dari itu, sudah patut jika ada hukuman yang dijatuhkan pada pelakunya.

Maka jika kita belum vaksin, tidak perlu memalsukan sertifikat. Vaksinasi bisa dilakukan secara gratis di berbagai tempat. Maka dari itu, tidak perlu  bertindak nekad untuk membuat sertifikat vaksin yang palsu yang bisa merugikan berbagai pihak.

Sudah banyak pelaku yang menjalankan praktik tersebut. Beberapa malah menjadikannya sebagai bisnis dan menjualnya ke orang yang mencari sertifikat palsu. Maka dari itu, kita tidak perlu melakukan tindakan tersebut dan dengan suka rela menerima program vaksinasi dari pemerintah.

 

Leave a Reply

Top