You are here
Home > Berita Nasional >

Pemerintah Larang Haji 2021, Bagaimana Nasib Calon Haji 2021?

Pemerintah Larang Haji 2021
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Setelah melampauhi keputusan yang tidak jelas, akhirnya pemerintah mengetok palu jika pemberangkatan haji 2021 dibatalkan. Pemerintah larang haji 2021 berbagai alasan dan faktor Pandemi.

Tentu saja, hal itu menuai respon kekecewaan dari banyak pihak, terutama calon haji yang dijadwalkan berangkat tahun 2021. Boleh jadi, keputusan ini memang harus diambil demikian. Mengingat Pandemi Covid-19 masih belum usai dan Arab Saudi masih melakukan pembatasan-pembatasan.

Belum Juga Mendapatkan Kepastian

Yaqut mengatakan jika sampai Rabu (02/06/2021), belum ada keputusan terkait pelaksanaan haji dari Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena Arab Saudi belum memberikan keputusan yang pasti.

Selain itu, Arab Saudi juga belum memberikan informasi yang pasti terkait kuota ataupun teknis operasional. Sehingga, penyelenggaraan haji tahun 2021 belum bisa dilaksanakan seperti biasanya.

Pemerintah Indonesia Sudah Mempersiapkan

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia pada dasarnya sudah melakukan banyak persiapan terkait pemberangkatan haji 2021. Hal tersebut dilakukan sembari menunggu kepastian. Sehingga ketika keputusan itu ada, Indonesia sudah siap.

Langkah preventif tersebut tampaknya belum bisa sesuai dengan ekspektasi. Karena ternyata pemerintah belum bisa memberangkatkan haji di tahun 2021. Masalahnya terletak di keputusan pemerintah Arab Saudi dan kebijakan haji pemerintah Indonesia.

Karena sudah ditetapkan, maka pemerintah juga tidak memiliki pilihan. Akhirnya pemberangkatan haji 2021 resmi dibatalkan. Akhirnya semua orang yang dijadwalkan berangkat tahun 2021, harus menunggu hingga tahun selanjutnya. Itupun jika keputusannya diperbolehkan.

Ada Beberapa Hal yang Belum Difinalisasi

Bandara Arab Saudi akan ditutup pada tanggal 14 Juli 2021, sedangkan pemerintah Indonesia belum melakukan penyelesaian terhadap beberapa hal, seperti; kontrak penerbangan, down-payment, dan dokumen perjalanan.

Selain itu, petugas, bimbingan manasik, dan lain-lain juga belum dipersiapkan secara matang. Satu problem besar dari persiapan dan finalisasi tersebut adalah besaran kuota haji. Maksudnya, jika kuota belum ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi, maka semua hal yang belum difinalisasi di atas tentu tidak bisa diselesaikan.

Sama halnya dengan akomodasi untuk jamaah haji di Arab Saudi. Jika hal ini belum bisa dipersiapkan dengan baik, tentu hasilnya adalah kekacauan dalam proses pemberangkatan haji. Hal itu tentu sangat masuk akal.

Hanya 11 Negara yang Dicabut Pembatasannya

Sebelum ini, Arab Saudi memberikan keputusan untuk membatasi interaksi dengan negara lain. Hingga saat ini, pembatasan untuk negara Indonesia belum dicabut. Sehingga, masyarakat Indonesia belum diperbolehkan untuk melakukan haji di tahun 2021 ini.

11 Negara tersebut adalah Uni Emirat Arab, Inggris, Portugal, Italia, Irlandia, USA, Jepang, Perancis, Swiss, dan Swedia. Indonesia masih belum dicabut, sehingga pemerintah Indonesia tidak bisa memaksakan keputusan tersebut. Mau tidak mau harus menyesuaikan.

Semua negara yang dicabut pembatasannya dikatakan sudah memiliki ketahanan terhadap Coivd-19. Sehingga tidak ada potensi menularkan virus Covid-19 ketika masuk ke Arab Saudi. Namun meskipun demikian, proses masuk Arab Saudi tetap memiliki prosedur karantina.

Kesimpulannya, tidak ada pihak yang bisa disalahkan pada kasus batalnya haji 2021 ini. Karena memang Arab Saudi sendiri juga masih melakukan pembatasan dan Indonesia juga dalam situasi yang belum stabil. Dimana kasus positif Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari.

Pertimbangan Keselamatan Bersama

Alasan terbesar dari pembatalan haji tahun 2021 ini adalah keselamatan bersama. Dalam agama islam, menjaga diri dan nyawa adalah sebuah kewajiban utama. Maka dari itu, tidak boleh demi melakukan haji, seseorang harus mengorbankan diri.

Mengingat kondisi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya, maka dari itu pembatalan ini diputuskan untuk kebaikan semua pihak. Termasuk jamaah haji di pemerintah maupun lainnya yang hendak berangkat di tahun 2021 ini.

Arab Saudi belum membuka akses penuh bagi pendaftar haji, bukan karena tidak mau, namun karena kondisi memaksakan hal tersebut. Sehingga calon jamaah haji harus lebih bersabar dan fokus menjaga diri dari serangan virus Covid-19 ini.

Pada akhir keputusan, pemerintah sudah berdiskusi dengan DPR-RI. DPR pun menghormati keputusan ini karena dinilai sebagai keputusan yang terbaik. Selain persiapan yang belum masif, kondisi menuntut adanya pembatasan.

Semua pihak diminta bersabar dan tidak emosi terkait keputusan ini. Bagaimanapun keputusan yang diambil, pasti ada unsur kebaikan di dalamnya. Jangan sampai pelaksanaan haji nampak terlihat kacau karena belum ada persiapan yang matang dan antisipasi.

Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga warga negara Indonesia. Apalagi pemberangkatan haji ini memiliki sangkut paut terhadap pelaksanaan kegiatan di luar negeri. Sehingga potensi penularan Covid-19 lebih besar dari kegiatan dalam negeri.

Dana Jemaah Dijamin Aman

Bagi jemaah yang takut terkait uang pemberangkatan, jangan khawatir. Pemerintah menjamin uang pendaftaran tersebut aman dan bisa digunakan untuk pelaksanaan haji di tahun selanjutnya. Jemaah tidak perlu memikirkan hal teknis terkait dana yang sudah disetor.

Semua jamaah harus memahami alasan keputusan ini. Diharapkan jamaah lebih semangat lagi menjaga kesehatan dan melakukan tindakan preventif terkait Covid-19. Sehingga di tahun 2022, calon haji bisa diberangkatkan seperti sedia kala.

Sehingga, pemerintah larang haji 2021 ini harus dijadikan langkah awal untuk mempersiapkan haji di tahun 2022. Bagaimanapun asumsi pengamat terkait hal ini, yang jelas pemerintah sudah memberikan keputusan yang mutlak.

Semoga keputusan pemerintah larang haji 2021 bisa menghasilkan kondisi yang lebih baik. Semua faktor sudah dipikirkan dengan baik dan komprehensif. Sehingga, jemaah tidak perlu kecewa dan harus berpikir jika pembatalan adalah keputusan terbaik yang harus diambil.

 

Leave a Reply

Top