You are here
Home > Berita Nasional >

Wisata Bandung Mengalami Penurunan Hingga Mencapai Angka 50 Persen

wisata bandung mengalami penurunan
Bagikan Artikel Ini

Dari hasil pencatatan Disbudpar wilayah kota Bandung mengungkapkan bahwa wisata Bandung mengalami penurunan peminat beberapa persen hingga menyentuh angka 50%. Wisatawan yang masuk kategori menurun adalah wisatawan dalam skala lokal atau domestik. Hal tersebut terhitung sejak masa pandemi Covid-19 berlangsung. Misalnya yang terjadi di tahun 2020 lalu diketahui menurun sekian persen dari tahun sebelumnya. 

Bahkan hasil penurunan di tahun tersebut disebutkan mencapai angka 50 persen dari angka kisaran pengunjung lebih kurang 3,2 juta orang. Terhitung lebih rendah dari tahun 2019 yang dapat menarik pengunjung sejumlah 7,4 juta orang. Sedangkan dalam skala wisatawan internasional mencapai 350 ribu kunjungan di tahun 2019 tersebut. Berikut informasi terkait menurunnya jumlah wisatawan di Bandung:

Sampaian Sekretaris Disbudpar 

Perihal wisata Bandung mengalami penurunan peminat tersebut membuat pihak dari Disbuddpar yang diwakilkan oleh saudara Tantan Surya selaku sekretaris menyampaikan jawabannya. Hal tersebut berlangsung di tempat Balai Kota Bandung pada hari Kamis tanggal 18 bulan Maret tahun 2021 lalu. Dalam jawaban yang diberikan memuat beberapa hal terkait wisatawan yang mendatangi kota Kembang Bandung. 

Tantan mengungkapkan bahwa data kedatangan wisatawan dihitung atau diketahui melalui beberapa tempat. Diantaranya seperti bandara, terminal bus, serta stasiun kereta api. Dari perhitungan yang dilakukan pada tahun 2020 lalu diketahui bahwa para orang yang datang untuk berwisata ke kota tersebut hanya mencapai 21 ribu yang datang dari mancanegara. 

Hingga Tantan juga menambahkan akibat dari menurunnya jumlah kunjungan para wisatawan tersebut. Sedikit banyak ikut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah atau yang sering disebut PAD yang bakal didapatkan oleh wilayah Pemerintah Kota Bandung. Adapun kisaran penurunan yang diterima oleh pihak Pemkot menjadi Rp 391 miliar. 

Rincian Dampak Pendapatan Yang Ikut Menurun

Dari kejadian para pengunjung wisata yang jumlahnya menurut membuat dampak di beberapa lini, terutama dalam hal pendapatan. Misalnya yang terjadi pada sektor okupansi hotel. Ada juga berbagai macam hiburan serta tempat makan yang sebelumnya diketahui dapat menghasilkan pendapatan sejumlah Rp780 miliar. Hal tersebut setara dengan 30 persen dari PADA yang ada di kota Bandung. 

Meskipun demikian Tantan juga mengungkap rasa syukurnya karena beberapa tempat wisata masih dapat memberikan pemasukan. Akibat dari dilakukannya relaksasi ekonomi yang ada pemasukan masih bisa dihasilkan sebesar 24 persen bagi Pemerintah Kota Bandung. Untuk itu pihak yang berwenang menangani permasalahan ini juga terus melakukan pemulihan dalam hal ekonomi di wilayah tersebut. 

Tanggapan Kepala Bidang Kepariwisataan 

Target yang digagas untuk jumlah pengunjung para wisatawan di kota Bandung mencapai tiga juta orang. Hal ini diutarakan oleh saudara Edward Parlindung selaku ketua dari bidang kepariwisataan. Meskipun demikian Edward tetap berpikir realistis bahwa masa pandemi Covid-19 belum selesai dan masih berada di tengah-tengah kehidupan ini. 

Sebagai cara membangkitkan daya tarik para pengunjung yang datang maka dilakukan beberapa tindakan seperti mengembangkan jumlah destinasi wisata. Diharapkan dengan dilakukan pengembangan tersebut lebih banyak wisatawan yang akan datang ke ibu kita Jawa Barat tersebut untuk menikmati wisata. 

Pelaku Usaha Pariwisata Memperoleh Sumbangan Sembako 

Akibat dari wisata Bandung mengalami penurunan pengunjung membuat sebagian pelaku usaha dibidang pariwisata secara otomatis ikut terdampak. Selain itu beberapa tempat juga menurun dalam hal pendapatan bahkan beberapa waktu sempat mengalami penutupan. Untuk itu pihak terkait memberikan sejumlah bantuan berupa sembako yang ditujukan bagi para karyawan pariwisata. 

Namun menurut yang dituturkan oleh Yosep Nugraha bantuan yang telah diberikan tersebut masih dalam kategori minim. Jumlah paket yang diberikan lebih kurang sekitar 4000 sampai 5000 dalam waktu hanya satu kali. Demikian juga yang terjadi pada bantuan berupa hibah hotel serta restoran. 

Bantuan hibah tersebut diberikan oleh pihak dari Kemenparekraf. Namun pihak dari Yosep dan kelompoknya sampai tanggal 28 bulan Januari lalu belum memperoleh informasi. Secara jelas terkait hibah yang berupa hotel serta restoran tersebut. 

Semakin Terpuruk 

Usaha yang dilakukan untuk bangkit kembali setelah mengalami penurunan jumlah pengunjung rupanya cukup sulit untuk dilakukan. Hal ini ditambah dengan kemunculan varian baru dari virus Corona yang sedang mewabah di berbagai negara. Virus tersebut berasal dari negara Inggris yang diketahui telah menyebar ke beberapa wilayah lain. 

Kehidupan pariwisata disinyalir akan semakin memburuk keadaannya apabila pihak pemerintah menerapkan jaga jarak bahkan penutupan. Tidak terkecuali bagi wisata yang bertempat di daerah Lembang kota Bandung. Pasalnya dilakukan kebijakan tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan yang telah dilakukan sebelumnya. 

Diantaranya seperti tempat wisata yang merupakan salah satu lokasi yang berpotensi menularkan virus Covid-19 dari satu orang ke orang lainnya. Jika masa pandemi semakin lama maka kemungkinan tempat wisata yang sepi peminat juga semakin lama. Untuk permasalahan wisata Bandung mengalami penurunan pengunjung dilakukan penormalan kembali seperti semula agaknya cukup sulit dilakukan. 

Pendapat Kepala Disparbud 

Dari catatan yang dimiliki memang penurunan yang terjadi pada dunia wisata cukup terbilang signifikan. Untuk itu David Oot selaku kepada dari Disparbud mengungkapkan bahwasanya di daerah Bandung lebih tepatnya di wilayah Lembang terdapat 43 tempat wisata. Akan tetapi tempat tersebut kurang mampu menarik banyak pengunjung untuk mendatanginya. 

Pasalnya di tahun 2020 lalu berbagai macam tempat tersebut hanya memperoleh wisatawan sejumlah 4 jutaan pengunjung. Mengingat salah satu sektor yang menyumbang pendatang besar pihak Kota Bandung adalah tempat wisatanya. Namun hal tersebut berubah sejak pandemi Covid-19 menyerang hingga perolehan dapatkan juga ikut berubah dengan terjadi penurunan. 

Dari data yang dimiliki oleh pihak Disbudpar kota Bandung setidaknya terdapat 3 jumlah sektor utama yang penghasilannya cukup besar bagi wilayah Bandung. Sektor tersebut meliputi sektor hiburan ada juga hotel serta restoran. Namun merosotnya jumlah wisatawan membuat banyak pendataan sektor tersebut berkurang sampai 50 persen. 

Demikian pembahasan terkait wisata Bandung mengalami penurunan pengunjung saat ini meskipun fasilitas sudah dilengkapi. Bahwa dalam beberapa waktu lalu sempat ditutup akibat semakin meluasnya penyebaran pandemi virus Corona. Hingga pihak dari pemerintah mengambil tindakan untuk mengantisipasi penularan yang semakin parah. Pasalnya lokasi wisata adalah sebagian tempat yang menjadi klaster penyebaran virus karena banyak orang yang berkumpul di dana dari berbagai tempat.

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top