You are here
Home > Berita Nasional >

Tegas! Erick Thohir Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika

Erick Thohir Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Sebuah berita tidak mengenakkan muncul dari Kimia Farma Diagnostika. Nama BUMN sempat tercoreng karena kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas. Sehingga akhirnya menteri BUMN Erick Thohir pecat direksi kimia Farma.

Hal tersebut tentu menjadi sebuah keputusan profesional. Dimana, tidak ada ampun bagi sebuah lembaga negara yang tidak bekerja dengan baik. Apalagi hal tersebut berhubungan dengan penanganan kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini.

Perintah Pemecatan Secara Langsung

Karena melihat kejadian di Kualanamu, dimana Rapid Test yang digunakan menggunakan alat yang bekas. Memang, hal tersebut bisa terhitung fatal dan tidak bisa diberikan kelembekan. Jika dibiarkan, maka pengelola Kimia Farma Diagnostika bisa jadi akan semena-mena.

Erick Thohir ini memecah seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). Pemecatan ini adalah buntut dari kasus yang fatal tersebut. Jika PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) tidak melakukan tindakan fatal, tentu saja tidak akan ada tindakan pemecatan ini.

Sebagai menteri BUMN, Erick Thohir tentu saja memiliki penilaian sendiri terhadap kinerja badan yang mengelola BUMN. Sehingga, kasus yang sudah terjadi tersebut diindikasi merupakan kasus yang fatal untuk perusahan yang mengelola bidang analisis dan kesehatan.

Apalagi, di masa Pandemi Covid-19 ini kesehatan adalah sebuah hal yang sangat diperhatikan. Jika proses Rapid Test yang dilakukan ternyata menggunakan alat yang bekas, maka hal tersebut tentu membahayakan orang yang ditest.

Bisa saja, hasil test akan melenceng atau jika tidak orang yang dites malah tertular Covid-19. Memang sebuah berita yang sangat mengkhawatirkan, namun dengan ketegasan Erick Thohir ini, masyarakat tentu saja menilai jika menteri ini tidak main-main dengan PT yang berada di naungan BUMN.

Erick Thohir Murka dengan Kasus di Bandara Kualanamu

Setelah terbongkar jika alat yang digunakan adalah palsu, menteri BUMN segera melakukan pemecatan terhadap semua direksi KFD. Setelah itu, kembali memperbaiki semua susunan kepengurusan KFD agar PT ini bisa berjalan dengan profesional kembali.

Dikabarkan pemecatan ini disebabkan Erick Thohir murka. Benar-benar marah karna penggunaan alat bekas untuk Rapid test sangatlah tidak mencerminkan profesionalitas perusahaan ini dan tentunya juga mencoreng nama BUMN.

Sehingga Erick selaku menteri langsung memutuskan untuk memecat Direksi PT tersebut. Jika penanganan kasus ini tidak tegas, bisa jadi pelanggaran-pelanggaran semacam ini bisa terjadi lagi kelak. Maka dari itu, ketegasan perlu sekali diterapkan.

Mau Tidak Mau Direksi Harus Bertanggung Jawab

Pada dasarnya, kasus ini terjadi karena orang lapangan. Dimana mereka melakukan proses Rapid Test tanpa alat yang baru (bekas). Sehingga, hal tersebut boleh dibilang melanggar norma-norma atau nilai-nilai perusahaan BUMN.

Apalagi jika hal tersebut dilakukan agar ada sedikit materi masuk ke kantong pribadi. Sehingga, kasus itu harus ditindak secara tegas dan tanpa ampun. Pelaku di lapangan yang melakukan hal tersebut memang bersalah.

Namun fungsi direksi sebagai pengawas tidaklah bisa dilupakan. Jika mereka mengawasi dengan baik, dijamin PT Kimia Farma Diagnostika akan bekerja jauh lebih maksimal dan tidak akan melakukan sebuah kesalahan fatal seperti itu.

Erick mengatakan jika tindakan tersebut sama sekali tidak sejalan dengan core value atau nilai inti dari perusahaan. Maka dari itu, ia tidak akan memandang siapa yang menjabat, ia akan memecatnya. Erick bahkan mengatakan dengan kalimat, “Kami persilahkan untuk bekerja di tempat lain,”

Harus Direspon dengan Serius

Tindakan Erick Thohir pecat pegawai Kimia Farma ini boleh dikatakan menjadi representasi menteri yang harus tegas. Karena jika masalah serius seperti ini tidak ditanggapi dengan tegas dan lugas, maka hasilnya akan merusak nama perusahaan BUMN.

Ia dengan semangat good corporate governance, segera memecat seluruh direksi KFD dengan dasar analisis dan penilaian yang terukur. Sehingga, keputusan ini bukanlah sebuah keputusan sepihak yang diambil secara sembarangan.

Sudah ada proses pengkajian secara komprehensif sehingga keputusan tersebut akhirnya bisa diambil. Karena memang sudah tidak sesuai dengan profesionalitas perusahaan BUMN untuk melayani negeri dengan baik dan benar.

Perombakan Direksi Kimia Farma Diagnostika

Karena kasus tersebut, mau tidak mau susunan direksi PT Kimia Farma Diagnostika memang harus segera dirombak. Perombakan ini memang sudah direncanakan akan dilakukan, namun beberapa pihak terkait mengatakan jika alasan perombakan tersebut bukan karena kasus tes antigen bekas.

Boleh dikatakan, perombakan ini memang dilakukan murni untuk proses merefresh PT Kimia Farma Diagnostika. Sehingga, PT ini bisa bekerja kembali dengan keadaan yang maksimal dan bisa melayani masyarakat secara profesional.

Erick Thohir tentu juga akan melakukan proses evaluasi agar perusahaan yang berada di naungan BUMN bisa berjalan dengan baik dalam waktu dekat. Memang, hasil evaluasi  sangat diperlukan agar sebuah perusahaan bisa berkembang dengan lebih baik lagi.

Dikabarkan, komisaris Independen dan Direktur Keuangan Kimia Farma juga diberhentikan dari tugasnya. Hal tersebut mungkin saja dilakukan agar Kimia Farma bisa lebih baik lagi dalam menjalankan bisnis di bawah naungan BUMN.

Semua tindakan tersebut tentunya diharapkan agar kejadian yang beberapa waktu lalu terjadi, tidak akan terulangi lagi. Karena memang selain merugikan masyarakat, nama BUMN jug sangat tercoreng.

Jangan sampai masyarakat menganggap BUMN tidak memperhatikan anak perusahaan mereka sehingga tidak bekerja dengan baik. Sehingga keputusan Erick Thohir pecat Pegawai Kimia Farma Diagnostika adalah sebuah tindakan yang patut diapresiasi.

Memang seharusnya Erick Thohir Pecat Jajaran Direksi KFD. Sehingga, semua kementerian di Indonesia juga diharapkan melakukan hal yang sama jika bawahannya tidak bekerja dengan baik dan melanggar batasan nilai inti dan norma.

Leave a Reply

Top