You are here

Ramai Larangan Perjalanan dari India oleh Negara-Negara di Dunia, India Makin Tertekan

Larangan Perjalanan dari India
Bagikan Artikel Ini

Hampir semua negara di dunia menerapkan pelarangan terhadap orang-orang dengan riwayat penerbangan dari India. Dengan terus memburuknya kondisi penularan virus Corona disana, travel banned harus ditetapkan. Larangan perjalanan dari India ini juga berlaku untuk warga lokal yang bermukim disana dan ingin kembali ke negaranya.

Varian baru yang ditengarai sebagai super spreader ini dinilai sangat membahayakan dan mengancam program vaksinasi yang sekarang sedang dijalankan di seluruh dunia. Simpati dan dukungan terus diberikan untuk India namun sejumlah negara merasa perlu juga untuk melindungi warga dan perbatasannya.

Amerika Larang Kedatangan dari India

AS merasa tsunami covid 19 yang melanda negara Bollywood telah menghancurkan Asia secara keseluruhan. Itulah sebabnya CDC mengeluarkan rekomendasi agar non-citizens atau non-residents yang berasal dari India dilarang masuk ke Amerika. Keputusan ini berlaku mulai 4 Mei 2021 dan tidak berlaku surut.

Artinya, warga Amerika yang sudah memiliki tiket sebelum keputusan ini diberlakukan tetap bisa masuk ke AS namun tetap harus melalui sejumlah pemeriksaan bahkan karantina. Gedung Putih menyatakan kalau berdasarkan apa yang direkomendasikan oleh CDC bahwa varian baru di India memiliki karakteristik yang harus diwaspadai.

Virus yang saat ini menyebar di India lebih cepat menyebar dan berpotensi untuk menurunkan kefektifan dari proteksi yang diberikan oleh vaksin. Kebijakan larangan perjalanan dari India ini berlaku untuk semua orang kecuali kecuali warga US atau orang yang menetap di Amerika dan pasangannya, pelajar, jurnalis, pengajar, serta individu yang mendapat pengecualian travel ban.

Australia Ancam Orang dari India Masuk dengan Penahanan dan Denda

Pelarangan ini berlaku untuk semua orang termasuk warga negara Australia sendiri. Negara Kangguru ini melarang kedatangan dari India selama 14 hari terhitung Senin, 3 Mei 2021 untuk semua orang. Lonjakan dahsyat yang terjadi di negara terpadat kedua di dunia itu membuat Australia terpaksa mengambil keputusan darurat ini.

Wisatawan asal Australia yang berkunjung ke India dilarang pulang sampai batas waktu yang ditetapkan yaitu 14 hari. Saking seriusnya, ada ancaman penjara maksimal lima tahun bagi siapapun yang melanggar serta ada juga denda. Australia menyatakan bersimpati atas tingginya kasus kematian akibat covid 19 di India namun tetap menutup pintu masuk.

Australia sendiri dikabarkan sudah tidak melaporkan adanya transmisi lokal. Ini karena negara ini konsisten dan mengambil segala resiko ketika memutuskan menutup perbatasan mulai Maret 2020. Non residents dan residents tetap dilarang masuk. Sementara karantina mandiri di hotel bagi wisatawan diberlakukan, dengan sistem biaya mandiri.

Walaupun terbilang ekstrim, namun langkah ini cukup berhasil menekan angka penularan di Australia. Dilaporkan kasus penularan hanya di angka 29.800 serta 910 kasus kematian akibat Covid 19. Itulah sebabnya Australia tidak ingin mengambil resiko dengan membuka perjalanan dari India.

Singapura Blokir Perjalanan dari India, Sri Lanka, Bangladesh

Baru-baru ini ada sebuah situs travelling yang mempromosikan paket penerbangan ke India dari Singapura namun via transit di Sri Lanka. Dilansir dari AsiaOne, website HardwareZone lah yang menjadi tempat iklan itu muncul. Diiklankan disana bahwa paket perjalanan ini lengkap dengan tes PCR, asuransi Covid 19, akomodasi, serta tiket pesawat.

Sementara di Facebook, iklan ini juga ramai diperbincangkan setelah diunggah sebuah akun yang disinyalir pemiliknya berkebangsaan India. Dikatakannya bahwa ia menerima kabar jika sudah 2 minggu berada di Srilanka, maka boleh masuk ke Singapura. Di kolom komentar pun ramai bahkan ada yang menyarankan untuk masuk lewat Nepal saja.

Ramainya perbincangan di ruang publik ini mengisyaratkan kalau celah sekecil apapun akan dimanfaatkan untuk bisa keluar dari India dan masuk ke Singapura. Inilah yang kemudian membuat negara itu membuat keputusan melarang semua perjalanan atau transit dari India, Nepal, Sri Lanka, serta Bangladesh.

Pelarangan ini berlangsung selama 14 hari dan berlaku untuk semua jenis visa baik jangka panjang maupun jangka pendek. Travel ban ini juga dikenakan untuk orang-orang yang tadinya mendapat persetujuan dari otoritas Singapura untuk masuk. Langkah ini terpaksa diambil karena kasus di India sudah tidak terkendali dan mulai menyebar ke negara lain.

Larangan Perjalanan Dari dan Ke India oleh Pemerintah Indonesia

Setelah ramai dibicarakan dan dikritik disana-sini akibat berhasil masuknya ratusan warga India ke Indonesia, akhirnya diputuskan bahwa akan diberlakukan travel ban untuk India. Sejak Minggu, 25 April 2021 larangan ini telah dikeluarkan untuk jangka waktu 14 hari, bersifat sementara serta akan terus dikaji ulang.

Peraturan ini tidak hanya dikenakan untuk WNA dari India saja tapi juga WNI yang memiliki riwayat perjalanan ke negara Bollywood itu. Bagi warga negara Indonesia, jika ingin masuk harus melewati pemeriksaan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Perkembangan Terakhir Corona di India

Ketika hampir semua negara di dunia memberlakukan travel ban, India terus berjibaku dengan tambahan kasus harian covid 19 yang terakhir mencapai 400.000 kasus sehari. Ditambah lagi dengan insiden terbakarnya rumah sakit yang menampung pasien corona di Gujarat hingga menewaskan 18 orang pasien.

Negara ini benar-benar kewalahan dan sulit mengatasi hantaman gelombang virus yang dahsyat ini. Oksigen tidak ada, rumah sakit penuh, serta kepanikan massal membuat penanganan semakin sulit. Tenaga medis sendiri sudah sampai pada level kelelahan dan stress yang melebihi ambang normal. Pemerintah India juga mengakui kalau mereka mulai tidak sanggup berdiri sendiri.

Semua dimulai ketika festival-festival keagamaan dilakukan tanpa ada usaha untuk mematuhi protokol kesehatan. Belum lagi tidak adanya infrastruktur medis yang memadai untuk jumlah rakyat India dimana anggaran untuk bidang medis hanya 1,28 persen dari GDP sementara negara seperti Amerika menganggarkan 17 persen.

Artinya, satu dokter harus menangani sekitar 1,425 pasien di negara ini. Ketika gelombang kedua menyerang, yang sudah pasti akan lebih ganas dan menyulitkan, dipastikan negara akan kewalahan. Terakhir, dikabarkan kalau PM Narendra Modi telah melakukan rapat untuk meningkatkan kapasitas oksigen dan infrastruktur medis dengan melibatkan kereta dan pesawat militer.

Namun kenyataannya yang terjadi di masyarakat justru orang-orang yang sangat membutuhkan oksigen tidak mendapatkannya. Sementara itu, larangan perjalanan dari India yang diterapkan sejumlah negara semakin menekan posisi negara ini.

Sumber:

*https://indianexpress.com/article/explained/us-india-travel-ban-explained-coronavirus-7297671/

**https://www.voaindonesia.com/a/as-terapkan-larangan-perjalanan-dari-india-/5874171.html

***https://news.detik.com/internasional/d-5553478/singapura-larang-pengunjung-dari-bangladesh-nepal-pakistan-sri-lanka

****https://www.bbc.com/news/world-asia-india-56934826

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top