Cara Menghadapi Pandemic Fatigue - Barangkali banyak orang yang tak menduga bila pandemi Covid-19 akan terjadi dalam jangka waktu yang amat panjang. Sudah nyaris satu tahun, Indonesia mesti menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum memperlihatkan tanda-tanda akan berhenti. Bukannya berkurang, jumlah orang yang terinfeksi virus Covid-19 bahkan kian bertambah. Jangka waktu pandemi Covid-19 yang kian panjang dan waktu berhentinya yang tidak pasti membuat banyak orang juga menjadi frustasi dengan keadaan ini. Akhirnya timbul istilah baru yang dinamakan Pandemic Fatigue. Apa dan bagaimanakah cara menghadapi Pandemic Fatigue? Berikut ini ulasannya. Apa itu Pandemic Fatigue Menurut Ratih Ibrahim, Psikolog Klinis dan Founder & CEO Personal Growth, Pandemic Fatigue merupakan sebuah kondisi dimana seseorang jadi hilang motivasi untuk mengikuti langkah-langkah protokol kesehatan dan tidak mau menjaga jarak agar tetap aman. Pandemic Fatigue amat wajar dialami banyak orang di keadaan seperti sekarang. Namun, menderita Pandemic Fatigue bukan artinya merasa hidup tidak lagi mempunyai masa depan. Malah sebagai generasi muda, Anda mesti mempunyai kemampuan untuk terus bertahan menghadapi keadaan yang masih serba tidak menentu ini. Cara Menghadapi Pandemic Fatigue Generasi muda mempunyai banyak energi untuk tetap bertahan di keadaan yang sulit sama sekali. Itulah mengapa orang berusia muda jangan demikian saja menyerah ketika merasakan Pandemic Fatigue. Paling tidak terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan ketika Pandemic Fatigue menyerang: Ubah pola pikir menjadi lebih positif Pengaturan pola pikir amat berpengaruh untuk mengelola stres. Di saat seperti ini, Anda mesti selalu mempunyai pola pikir yang positif. Sebagai kawula muda mesti ditanamkan dalam pikiran kalau Anda adalah agen perubahan yang sanggup bertahan di keadaan serba susah ini. Sebagaimana sebuah idiom survival of the fittest. Generasi muda dapat menjadi the fittest one yang dapat melewati segala persoalan ini. Karena Anda tak sendiri sebab Pandemi Covid-19 menimpa dunia, dan ini merupakan masalah bersama. Mindset dalam menghadapi masalah pun mesti diubah. Sejauh ini terdapat pola pikir yang salah kaprah, yaitu acapkali masalah senantiasa dihindari. Padahal masalah mesti dihadapi sebagai tantangan dan mesti ada keberanian untuk melawannya. Seimbangkan waktu bekerja dan kehidupan pribadi Semenjak Pandemi Covid-19 menerjang, tatanan hidup berubah secara tajam. Dari yang semula bekerja kantoran, mesti melakukan work from home dan merasakan perubahan jadwal yang amat berbeda. Supaya tetap mempunyai worklife balance, Anda mesti mulai mempunyai jadwal baru yang mesti ditaati. Walau bekerja dari rumah atau work frim home, pastikanlah Anda mengikuti jadwal bekerja dengan patuh. Hal ini bertujuan supaya terdapat waktu bekerja yang efektif. Sehingga di aspek waktu yang Anda miliki, Anda tetap dapat melakukan beberapa hal personal di luar pekerjaan. Menjaga asupan nutrisi fisik dan batin yang baik Bukanlah rahasia lagi bila menjaga asupan nutrisi fisik amat dibutuhkan di keadaan sekarang ini. Caranya tentunya dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan berolah raga. Tetapi, di aspek lain perlu juga untuk memelihara asupan nutrisi batin. Caranya ialah dengan menjauhi berbagai berita hoaks yang cuma buat Anda jadi paranoid berlebih. Peganglah 3 prinsip: sadar diri, apa yang dimiliki dan apa yang dapat dilakukan Terakhir, dalam menghadapi Pandemic Fatigue pun mesti mempunyai yang disebut 3 prinsip. Yakni pertama sadar diri, ialah mengenai sejauh mana Anda mengenali diri Anda sendiri. Kedua, fokuslah terhadap yang Anda punyai. Bukanlah pada apa yang tak Anda miliki. Serta ketiga fokuslah terhadap apa yang dapat Anda lakukan. Belum ada suatu jaminan bila tahun 2021 akan menjadi lebih baik ketimbang tahun 2020. Tetapi paling tidak mental kita telah terlatih saat menghadapi tahun 2020 yang amat menantang. Ratih juga berpesan untuk menghadapi tahun 2021. Jangan mau kalah terhadap kondisi, senantiasa mempunyai harapan sebab hal tersebut akan memberikan Anda optimisme, dan selalu menjadi orang baik untuk diri sendiri atupun orang lain. Janganlah menjadikan pandemi sebagai hambatan untuk maju. Tetapi jadikanlah kondisi ini sebagai batu loncatan untuk meraih momen emas yang barangkali tengah menanti di depan.