Fenomena Kidulting: Saat Dewasa Ingin Kembali Menjadi Anak-AnakBerita NasionalKesehatan Mental by Maman Soleman - June 9, 20250 Bagikan Artikel IniDalam beberapa tahun terakhir, muncul tren unik yang dikenal dengan istilah kidulting. Istilah ini merupakan gabungan dari kata kid (anak-anak) dan adulting (menjalani kehidupan sebagai orang dewasa). Fenomena kidulting menggambarkan perilaku orang dewasa yang menikmati aktivitas, hobi, atau barang-barang yang identik dengan masa kanak-kanak, seperti bermain mainan, mengoleksi karakter kartun, hingga menonton film animasi.Meskipun terdengar kekanak-kanakan, kidulting ternyata memiliki makna yang lebih dalam dan menyimpan berbagai aspek psikologis dan sosial yang menarik untuk dibahas.Apa Itu Kidulting?Kidulting adalah fenomena ketika orang dewasa secara sadar memilih untuk terlibat dalam aktivitas atau konsumsi produk yang biasanya diasosiasikan dengan anak-anak. Contohnya antara lain:Mengoleksi mainan seperti LEGO, action figure, atau boneka.Mengenakan pakaian dengan motif karakter kartun.Menonton film animasi atau serial anak-anak.Berkunjung ke taman bermain atau tempat hiburan bertema anak-anak.Aktivitas-aktivitas tersebut bukan dilakukan secara iseng semata, tetapi sebagai bentuk relaksasi, hiburan, bahkan mekanisme koping terhadap stres.Mengapa Fenomena Ini Muncul?Kidulting bukan sekadar tren musiman, melainkan respons terhadap tekanan kehidupan modern. Beberapa faktor pemicunya antara lain:1. Stres dan Tekanan HidupBanyak orang dewasa menghadapi tekanan dari pekerjaan, tuntutan sosial, atau masalah finansial. Aktivitas yang mengingatkan pada masa kecil memberikan rasa nostalgia dan kenyamanan emosional yang membantu meredakan stres.2. Kenangan Masa Kecil yang PositifBagi sebagian orang, masa kecil merupakan periode paling menyenangkan dan bebas dari tanggung jawab. Melalui kidulting, mereka dapat ‘melarikan diri’ sejenak dari realitas kehidupan dewasa dan menghidupkan kembali kebahagiaan masa lalu.3. Penerimaan Sosial yang MeningkatDulu, orang dewasa yang menyukai hal-hal kekanak-kanakan sering dianggap tidak matang. Namun kini, masyarakat mulai lebih terbuka dan menerima bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam mencari kebahagiaan.4. Industri Hiburan dan KomersialisasiPerusahaan hiburan dan mainan juga melihat peluang dari pasar orang dewasa. Produk-produk seperti koleksi edisi terbatas, merchandise nostalgia, hingga film animasi dengan cerita yang relevan untuk orang dewasa menjadi sangat populer.Dampak Positif KidultingKidulting tidak selalu negatif. Justru, banyak manfaat yang bisa diperoleh:Mengurangi stres dan kecemasan.Meningkatkan kreativitas dan imajinasi.Menumbuhkan rasa bahagia dan semangat.Mempererat hubungan sosial dengan komunitas atau teman yang memiliki hobi serupa.Kidulting juga bisa menjadi bentuk self-care, yaitu cara seseorang merawat diri secara emosional dan mental.Perlukah Khawatir?Selama kidulting tidak mengganggu tanggung jawab dan kehidupan sehari-hari, fenomena ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika seseorang terlalu larut hingga menghindari realitas atau menjadikan aktivitas tersebut sebagai pelarian ekstrem dari masalah, bisa jadi itu merupakan tanda gangguan psikologis yang memerlukan perhatian lebih lanjut.***********Kidulting adalah cerminan dari kebutuhan emosional orang dewasa untuk menemukan kembali sisi riang dan bebas dari masa kecil. Dalam dunia yang semakin kompleks, tidak ada salahnya sesekali menjadi “anak-anak” lagi. Selama dilakukan dengan seimbang, kidulting bisa menjadi cara sehat untuk menjaga kesejahteraan mental dan menciptakan kebahagiaan dalam hidup.