You are here
Home > Berita Nasional >

Ubah Statuta UI, Presiden Terburuk dalam Sejarah Trending

Ubah Statuta UI
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Setelah kritik bertubi-tubi melayang ke pihak pemerintah, kali ini Presiden kembali dihantam oleh masalah Statuta UI. Dimana, presiden memberikan keputusan ubah Statuta UI dengan motif yang tidak begitu jelas.

Setelah beberapa waktu lalu UI viral karena mengkritik berbagai janji Jokowi, sekarang UI kembali viral oleh Rektornya. Statuta yang menjadi dasar berdirinya dan proses penyelenggaraan kampus, tiba-tiba direvisi setelah beberapa waktu lalu mahasiswa menyoroti beberapa direksi BUMN yang dinilai kurang janggal.

Sehingga pada posisi ini, presiden benar-benar terlihat disudutkan oleh berbagai kritik dari masyarakat. Entah pada proses penyelenggaraan PPKM darurat yang diperpanjang dan perubahan statuta UI tersebut.

Rangkap Jabatan Rektor UI

Inti dari perubahan statuta UI tersebut adalah posisi atau jabatan rektor. Dimana, rektor “dibolehkan” untuk memegang jabatan selain direksi di satu BUMN. Tentunya tidak dengan bahasa yang to the point seperti itu.

Namun ada beberapa poin yang benar-benar diubah. Sehingga, hal tersebut membuat masyarakat terutama warganet geram. Mereka memberikan sangkalan-sangkalan majas yang begitu menggelitik tapi mengena.

 “Rektor UI mau naik gunung tapi nggak kuat. Gunung yang yang disuruh turun.”

“Yang salah rektornya, yang diubah statusnya”

“Rektor UI mau ke pantai, mataharinya yang disuruh tenggelam.”

Beberapa cuitan lain yang tentunya membuat #presidenterburukdalamsejarah trending. Selain itu, kata Rektor UI juga ikut trending disusul dengan PPKM Level 4.

Hal tersebut membuat polemik pemerintahan semakin menjadi-jadi. Permasalahan PPKM Darurat yang tidak efektif belum selesai, ditambah lagi dengan masalah statuta UI yang menspesifikkan jabatan direksi yang dilarang untuk dirangkap.

Presiden Termakan Omongan Sendiri

Beberapa akun memberikan beberapa video zaman dahulu ketika Joko Widodo belum menjadi presiden. Satu video yang diberikan oleh akun @bagusesnyasatu jika presiden melarang pejabat merangkap-rangkap jabatan.

Hal tersebut tampak jelas di depan mata. Namun jika memang surat perubahan Statuta UI tersebut dibuat oleh presiden, bisa dikatakan presiden telah memakan omongan sendiri di masa lalu.

Selain itu, pengumuman perpanjangan PPKM darurat juga dinilai sebagai langkah nonsense bagi sebagian pihak. Dikatakan jika presiden tidak begitu memperhatikan nasib masyarakat kecil.

Kendati demikian, tentu ada alasan tersendiri bagi pemerintah untuk melindungi rakyatnya. Dalam situasi seperti ini, PPKM darurat adalah sebuah solusi yang direncanakan pemerintah bisa menekan angka positif Covid-19.

Salah satu korban terbesar dari pemberlakuan ini adalah pengusaha kecil dan UMKM. Pembatasan waktu saja sudah bisa merusak omset yang bisa mereka hasilnya, apalagi beberapa peraturan yang lain.

Warganet Desak Jokowi Mundur

Hastag Presiden terburuk dalam sejarah tentu saja bukan sebuah tren yang umum. Benar-benar begitu menohok dan menjurus pada satu tokoh nomor satu di Indonesia saat ini, yakni Bapak Joko Widodo.

Jadi, tidak tren ini hanya bisa terjadi ketika rakyat sudah benar-benar muak dengan berbagai kejadian yang tampak akhir-akhir ini. Proses penyelenggaraan pemerintah yang dinilai kurang tepat, membuat presiden didesak mundur.

Minimal menyerah sebab berbagai keputusan selalu menciptakan hilir yang merugikan bagi banyak masyarakat. Jika kondisinya seperti itu terus, maka tidak mustahil tren-tren yang lain akan kembali muncul.

Tidak dapat dipungkiri, warganet yang bermain twitter saja bisa mencapai puluhan ribu. Sehingga dalam realitasnya, tentu masih banyak masyarakat yang kesulitan dalam kondisi seperti ini dan butuh bantuan dari pemerintah.

Netizen Kritik Shalat Ied Presiden Pakai Adzan

Salah satu postingan presiden Jokowi adalah pelaksanaan shalat ied di istana negara yang hanya dihadiri oleh beberapa orang saja. Selain itu, presiden juga mengatakan jika ada muadzin dalam shalat idul adha.

Sehingga, netizen mengingatkan jika shalat Ied tidak ada adzannya. Ada yang meluruskan juga jika mungkin yang dimaksud Presiden adalah bilal. Mungkin salah penyebutan.

Twitter bapak presiden tersebut sudah dibalas lebih dari 1800 orang pengguna twitter. Tentunya dengan berbagai hal komentar pro dan kontra. Ada yang membela dan ada yang mengkritik jika penyebutan tersebut salah.

Intinya, akhir-akhir ini banyak ‘kesan’ presiden melakukan kesalahan. Sehingga tidak heran jika banyak tren twitter yang menjurus pada presiden akhir-akhir ini. Beberapa warganet juga menyalahkan admin dari akun tersebut.

Dikatakan jika admin twitter @jokowi semakin memperburuk citra presiden. Sehingga, masyarakat semakin tidak yakin dan geram terhadap presidennya sendiri.

Presiden Sulit Meminta Maaf

Masyarakat menilai bapak presiden juga sangat sulit mengucapkan minta maaf pada masyarakatnya terkait apapun. Sehingga, beberapa orang bahkan mendesak dan menyalahkan beberapa situasi dan kondisi saat ini adalah sebab dari keputusan presiden yang kurang tepat.

Maka dari itu, warganet ingin presiden meminta maaf pada rakyat. Tidak hanya pada masalah presiden ubah statuta UI saja, akan tetapi pada permasalahan lain, mulai dari Covid-19, vaksinasi, korupsi, dan berbagai masalah negara lain.

Beberapa orang bahkan membandingkan hal presiden Indonesia dengan pemimpin negara lain. Dikatakan jika presiden Indonesia tidak begitu tegas terhadap langkah penanggulangan virus Covid-19.

Selain itu, ada istilah “nekad” yang menyebabkan rakyat jadi korban dari pelaksanaan sebuah kebijakan. Maka tidak heran jika rakyat menjerit menuntut sebuah keadilan dari pemerintah. Apalagi di tengah situasi dan kondisi yang rumit dan sulit seperti ini.

Tren Presiden terburuk dalam sejarah bukan hanya disebabkan keputusan presiden ubah statuta UI. Jauh lebih dari itu, ada masalah-masalah lain yang menjadi penyebab banyaknya masyarakat yang rela menyempatkan waktu untuk menjadikan tren tersebut viral di jagat maya.

Leave a Reply

Top