You are here

Cara Mengatasi Hikikomori dan Kenali Cirinya Sebelum Main Hakim

Cara Mengatasi Hikikomori dan Kenali Cirinya Sebelum Main Hakim
Bagikan Artikel Ini

Cara mengatasi hikikomori cukup beragam. Namun, perlu menempuh berbagai usaha dan proses yang panjang. Kamu juga harus mengetahui ciri serta penyebabnya agar mudah dalam mengidentifikasi gangguan tersebut.

Awalnya hikikomori berasal dari Jepang. Bermula ketika orang jepang mulai menyendiri atau menutup diri. Hal ini lantas menyebar ke seluruh penjuru negara.

Bahkan bisa merambah ke Indonesia dengan berbagai gejala yang ada. Dengan begitu kehidupan masyarakat juga berpengaruh. Sebenarnya ada penyebab dan cara mengatasi yang mudah.

Cara Mengatasi Hikikomori dan Pengertiannya

Hikikomori merupakan suatu fenomena sosial yang umumnya terjadi pada remaja dan pemuda Jepang. Biasanya ditandai dengan adanya kebiasaan menjauh dari pergaulan sosial. Dengan kata lain seseorang yang mengalaminya akan menarik diri dari kegiatan bermasyarakat.

Mereka cenderung memilih untuk menyendiri dan mengurung diri. Ada yang di dalam rumah dan bahkan hanya di dalam kamar tanpa mau bercampur tangan dengan lingkungan sekitar. Orang yang mengalami hal ini biasanya akan memutus rantai dengan dunia luar.

Entah apa yang mereka pikirkan akan hal tersebut. Mereka akan mengurung diri dalam waktu tertentu. Ada yang hanya sebentar dan ada juga berpuluh-puluh tahun lamanya. Semua tergantung dari diri masing-masing yang berusaha mengontrolnya.

Dewasa ini banyak dari orang-orang seluruh dunia yang mengalami hal serupa. Apalagi banyaknya fasilitas serta teknologi yang mendukung membuat orang malas keluar rumah. Inilah salah satu penyebab mereka bisa terpapar oleh peristiwa

Sebelum masuk ke cara mengatasi hikikomori kamu perlu mengetahui ciri-cirinya terlebih dahulu. Sebenarnya ciri ini bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari seseorang. Kamu akan memahami hanya dengan melihatnya.

Berikut adalah cirinya yang bisa kamu pahami.

Sering Menghabiskan Waktu di Rumah

Ciri pertama yang pasti kamu lihat adalah seseorang akan betah berlama-lama di dalam rumah. Biasanya mereka cenderung menghabiskan semua waktunya di kamar. Mereka tidak mau keluar rumah walaupun untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Orang yang mengalami fenomena ini akan terlihat seperti pertapa yang memutus hubungan dengan lainnya. Sehingga tidak ada interaksi sama sekali.

Menghindari Pergaulan Sosial

Ciri yang kedua adalah cenderung menghindari pergaulan sosial. Orang yang seperti ini memiliki berbagai alasan untuk menolak dengan tegas ketika menerima ajakan bergaul. Mereka akan berusaha untuk tidak keluar rumah dengan cara apapun.

Orang-orang ini hanya akan terbuka kepada tetangga dekat, kerabat, orang tua, dan saudara yang ada di rumah. Untuk lebih jauhnya mereka benar-benar menutup diri. Maka dari itu perlu mengetahui cara mengatasi hikikomori agar mereka bisa bergaul dengan orang banyak.

Memiliki Banyak Gangguan Terkait Interaksi Sosial

Seseorang yang mengalami masalah terkait dengan pergaulannya pasti akan ada gangguan untuk interaksi sosial. Ini sudah merupakan hal yang wajar bagi siapapun. Pastinya ada saja alasan yang membuat mereka risih untuk bersama dengan orang sekitar.

Mereka akan merasakan berbagai keanehan dan juga dampak buruk. Dalam hal ini seperti kesehatan fisik dan mental yang mulai tidak terkontrol. Akan sulit bagi mereka menerima dunia luar untuk kembali seperti semula.

Mengurung Diri Paling Sebentar 6 Bulan

Menurut fakta yang sudah beredar orang yang mengalami hikikomori akan mengurung diri selama kurang lebih 6 bulan. Ini adalah waktu yang sangat lama untuk orang normal mengurung diri.

Jika mengetahui hal yang demikian alangkah baiknya segera mencari tahu apa penyebabnya. Jangan sampai membiarkan mereka tidak berkomunikasi dengan orang sekitar. Setelah itu bisa cari cara mengatasi hikikomori agar semuanya bisa kembali normal.

Tidak Memiliki Alasan Pasti

Sudah pasti gejala hikikomori tidak memiliki alasan pasti terkait semua tindakan yang dilakukan. Semuanya akan tertutup rapat dan merasa kebingungan Mereka tidak akan tahu alasan secara pastinya karena semua yang dilakukan seperti tanpa kesadaran yang gamblang.

Mereka akan terlihat sangat aneh karena sulit berinteraksi. Tetapi dengan menyendiri akan merasa lebih tenang dan terbebas dari pengaruh luar.

Setelah mengetahui cirinya jangan lupa dengan cara mengatasi agar mereka penderita hikikomori bisa kembali berinteraksi dengan lingkungan luar. Perhatikan penjelasan di bawah ini.

Dukungan dari Keluarga

Perlu diketahui bahwa keluarga adalah salah satu pendukung paling berpengaruh bagi individu seseorang. Mengingat adanya tindakan mengurung diri pasti akan mendapatkan perhatian khusus dari keluarga. Jangan sampai keluarga hanya berdiam diri tanpa memperhatikan sang anak.

Apalagi jika sudah ada tanda-tanda penarikan diri segera beri waktu dan kesempatan untuk berbincang. Usahakan untuk tidak main hakim. Cari tahu secara perlahan penyebab mereka mengisolasi diri.

Dari sinilah akan muncul chemistry seorang keluarga yang berdampak positif bagi mereka. Lama kelamaan akan mulai terbuka dengan lingkungan sekitar. Peran keluarga adalah memberikan dorongan kepada mereka agar mau berkonsultasi dengan ahli.

Membantu Mereka agar Tidak Tergantung dengan Benda Virtual

Teknologi yang semakin canggih sangat berpengaruh pada aktivitas seseorang. Mereka akan cenderung menutup diri dari dunia nyata. Mengingat bahwa dunia virtual lebih menyenangkan. Nah, perlu dipikirkan cara mengatasi hikikomori dari kasus tersebut.

Inilah salah satu penyebab seseorang tidak mau bersosialisasi. Cara yang mudah agar mereka bisa kembali bersosialisasi dengan mengurangi adanya benda-benda virtual. Misalnya dengan mengurangi penggunaan ponsel, komputer, video game, dan lain sebagainya.

Terkadang bermain game bisa membuat seseorang lupa akan jati dirinya. Mereka terlalu asyik dengan game sehingga tidak ingin lepas darinya. Dengan begitu memutuskan untuk tidak keluar rumah karena menyelesaikan sebuah game.

Kamu harus melakukan pendekatan dengan mereka untuk mengurangi segala fasilitas yang menimbulkan ketergantungan. Secara perlahan mereka akan mulai berkomunikasi dengan orang-orang.

Berkonsultasi dengan Ahlinya

Cara mengatasi Hikikomori yang terakhir adalah melakukan konsultasi dengan sang ahli. Biasanya hal ini sudah mencapai tahapan akhir. Sehingga bisa mendapatkan saran yang lebih baik dan terarah.

Untuk itu kamu perlu mencari orang yang tepat agar bisa menyelesaikan masalah dengan cepat. Memang perlu tahapan yang serius agar usaha ini berhasil.

Usai mengetahui kondisi ini biasanya akan ada tahapan terapi untuk menghilangkan kebiasaan menutup diri. Sehingga mereka para penderita bisa segera sembuh dan kembali beraktivitas dengan normal.

Nah, kenali cara mengatasi hikikomori yang tepat. Sehingga kamu bisa berinteraksi dengan orang-orang terdekat.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top