Ahmad Sahroni: Anggota DPR yang Dinonaktifkan Akibat Pernyataan KontroversialBerita NasionalPolitik by Maman Soleman - September 2, 2025September 3, 20250 Bagikan Artikel IniAhmad Sahroni, politisi Partai NasDem yang dikenal sebagai “anak Priok”, menjadi sorotan publik setelah dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI pada 1 September 2025. Keputusan drastis ini diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem setelah serangkaian pernyataan kontroversialnya yang dinilai menyakiti rakyat Indonesia.Latar Belakang PenonaktifanKeputusan penonaktifan Sahroni bersama Nafa Urbach diumumkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi F. Taslim, melalui siaran pers pada 31 Agustus 2025. Kedua politisi tersebut resmi tidak lagi menjadi anggota DPR RI terhitung mulai Senin, 1 September 2025. Sebelumnya, pada 29 Agustus 2025, Sahroni telah dicopot dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR dan dipindahkan menjadi anggota Komisi I. NasDem sebelumnya sudah lebih dulu mencopot Ahmad Sahroni dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR melalui surat bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025.Pernyataan Kontroversial yang Memicu Kemarahan PublikKontroversi bermula dari pernyataan Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025. Menanggapi desakan pembubaran DPR dari sejumlah demonstran, Sahroni melontarkan pernyataan keras dengan menyebut pandangan tersebut sebagai pemikiran “orang tolol sedunia”. Pernyataan ini langsung viral di media sosial dan memicu kemarahan luas masyarakat. Situasi semakin memanas ketika rumah Sahroni di Jakarta Utara didatangi massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025, yang menggelar unjuk rasa sebagai bentuk kekesalan atas ucapan kontroversialnya.Dampak dan Respons PartaiPartai NasDem pada awalnya berusaha meredam kontroversi dengan menyatakan bahwa mutasi Sahroni dari Komisi III adalah rotasi rutin biasa, bukan pencopotan karena pernyataan kontroversial. Hermawi Taslim sempat membantah bahwa mutasi ini berkaitan dengan pernyataan “orang tolol sedunia”, menyebutnya sebagai “rotasi biasa saja”.Namun, tekanan publik yang terus meningkat akhirnya memaksa partai mengambil tindakan tegas. DPP Partai NasDem akhirnya menyatakan secara resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, dengan alasan bahwa pernyataan mereka dianggap menyimpang dari perjuangan partai.Profil Singkat Ahmad SahroniAhmad Sahroni dikenal sebagai politisi yang cukup vokal dan sering menjadi sorotan media. Sebelum insiden ini, ia telah beberapa kali terlibat dalam kontroversi publik lainnya. Sebagai wakil rakyat yang mewakili daerah pemilihan Jakarta, Sahroni seharusnya menjadi jembatan aspirasi masyarakat, bukan justru merendahkan mereka.Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya etika komunikasi bagi para wakil rakyat. “Aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem”, demikian pernyataan yang disampaikan partai dalam mengumumkan keputusan penonaktifan.KesimpulanPenonaktifan Ahmad Sahroni dari DPR RI menjadi pembelajaran penting bagi seluruh wakil rakyat tentang pentingnya menjaga sikap dan tutur kata. Pernyataan yang merendahkan rakyat tidak hanya merugikan citra personal, tetapi juga institusi yang diwakili. Kasus ini membuktikan bahwa di era demokratisasi dan media sosial, setiap pernyataan public figure akan mendapat sorotan ketat dari masyarakat, dan konsekuensi politik bisa sangat berat jika melanggar norma dan etika yang berlaku.