Sejarah Teroris di Indonesia: Dari Masa Orde Baru hingga Era ModernBerita Nasional by Algi Zaki - July 23, 2025July 26, 20250 Bagikan Artikel IniIndonesia, dengan populasi besar dan keragaman agama, tak lepas dari ancaman terorisme. Sejarah teroris di Indonesia mencatat beberapa peristiwa kelam yang mempengaruhi keamanan nasional dan internasional. Terorisme di Indonesia berkembang karena faktor ideologi radikal, konflik politik, serta pengaruh jaringan teror internasional.Artikel ini membahas secara singkat sejarah terorisme di Indonesia, kelompok pelaku, serta upaya pemerintah dalam menanggulanginya.Awal Mula Terorisme di IndonesiaSejarah terorisme modern di Indonesia mulai mencuat pada era 1980-an dengan munculnya kelompok radikal berbasis ideologi jihad. Beberapa peristiwa awal yang tercatat antara lain:Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) yang muncul sejak 1949 hingga 1960-an, menjadi cikal bakal ideologi radikal di Indonesia.Penyelundupan senjata dan pelatihan militer di Afghanistan pada 1980-an, ketika beberapa warga Indonesia bergabung dengan kelompok jihad internasional.Kelompok ini kemudian membentuk Jamaah Islamiyah (JI) pada akhir 1990-an, yang kelak menjadi dalang dari berbagai aksi teror besar di Indonesia.Era Bom Bali dan Munculnya Jamaah IslamiyahPuncak perhatian dunia terhadap terorisme di Indonesia terjadi pada 12 Oktober 2002, saat Bom Bali I meledak di kawasan Legian, Kuta, Bali. Serangan ini menewaskan lebih dari 200 orang dan melibatkan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dipimpin tokoh seperti Amrozi, Mukhlas, dan Ali Imron.Peristiwa ini menandai babak baru sejarah teroris di Indonesia, dengan pengaruh besar dari jaringan Al-Qaeda. Setelah itu, sejumlah serangan besar terjadi, seperti:Bom JW Marriott Jakarta (2003 dan 2009)Bom Kedutaan Australia di Jakarta (2004)Bom Bali II (2005)Kelompok Teroris Baru dan ISISMemasuki tahun 2014–2020, muncul kelompok teror baru di Indonesia yang berafiliasi dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Kelompok seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) melakukan serangan di berbagai daerah, termasuk:Serangan bom bunuh diri di Thamrin, Jakarta (2016)Bom Surabaya di tiga gereja pada Mei 2018.Kelompok-kelompok ini menggunakan taktik teror modern, termasuk propaganda di media sosial untuk perekrutan anggota.Upaya Pemerintah Mengatasi TerorismePemerintah Indonesia melalui BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Densus 88, dan kerja sama internasional berhasil menekan banyak aksi teror. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:Deradikalisasi mantan teroris.Penguatan hukum melalui UU Terorisme No. 5/2018.Kerja sama intelijen dengan negara-negara ASEAN dan global.KesimpulanSejarah teroris di Indonesia menunjukkan bagaimana radikalisme berkembang dari kelompok lokal hingga terhubung dengan jaringan global. Meski pemerintah berhasil menekan ancaman, kewaspadaan masyarakat tetap penting untuk mencegah paham radikal yang merusak persatuan bangsa.