Pojokjakarta.com – Viral seorang remaja masjid Al Amanah di Medan memaksa seorang jamaah melepas masker. Kejadian itu mendapat kecaman lebih banyak mengingat sekarang masih ada di masa pandemi Covid-19. Remaja Masjid tarik masker jamaah ini harus dijadikan pelajaran. Bisa dikatakan, tindakan yang dilakukan oleh remas tersebut adalah tindakan pemaksaan dan kasar. Karena sudah terbukti di dalam sebuah unggahan video dari @kurawa yang jelas-jelas ia memaksa jemaah melepas masker yang dikenakan. Kronologi Kejadian Remas Tarik Masker Jamaah Akun atas nama @kurawa tersebut mempertontonkan sebuah video yang di dalamnya ada Roni Oktavian yang maskernya direbut oleh pemuda berbaju merah. Namanya adalah Nawir. Bahkan sebelum kejadian itu usai, mereka berdua berdebat panas. Nawir seolah-olah memaksa sekali pada Roni untuk membuka masker. Bahkan ia membawa Al-Quran dan ayat Al-Quran. Ia membawa dalil untuk menguatkan agar pemuda yang bernama Roni tersebut melepas masker yang ia kenakan. Setelah ribut, ada seorang pemuda lagi mencoba menengahi. Dia menahan Nawir yang terus ingin menantang Roni yang maskernya menggantung. Bahkan Nawir sebagai pelaku membentak-bentak Roni yang mengenakan masker. Kemudian, Nawir berhasil mendapatkan masker Roni dan menariknya. Setelah itu ia banting dan perseteruan terus memanas. Roni yang awalnya duduk menjadi berdiri, namun ditenangkan oleh wanita di dalam masjid tersebut. Kejadian tersebut memang terkesan sangat aneh. Apalagi di masa pandemi Covid-19. Dimana-mana, masker tetap diwajibkan dan tidak ada ulama yang melarang sholat menggunakan masker. Maka dari itu, tidak heran jika banyak kecaman dari banyak pihak. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Mengecam Keras DMI bahkan mengatakan jika remaja masjid yang melakukan tindakan kekerasan pada Roni harus di tegasi. Di tengah kasus Covid-19 yang terus berkembang, tindakan pemuda tersebut seolah-olah merusak semua usaha dari Satgas dan dokter di Indonesia. Apalagi, memang tidak ada ulama yang terbukti mengatakan jika menggunakan masker sholatnya tidak sah. Kalaupun ada, mungkin sangatlah sedikit. Karena memang masker adalah sebuah benda yang digunakan untuk melindungi diri dari virus. Salah satu syariat islam adalah menjaga diri. Maka dari itu, boleh dikatakan juga jika menggunakan masker adalah salah satu hal yang harus dilakukan demi melindungi diri kita dan orang sekitar kita. Tokoh Politik Ikut Mengecam dan Meminta Pidana Tindakan remaja masjid tersebut dibilang sangat parah di tengah pandemi Covid-19 ini. Banyak tokoh politik mengecam. Salah satunya adalah tenaga ahli staf presiden Ali Mochtar Ngabalin yang meminta pihak masjid Al amanah di Bekasi dipidana. Hal tersebut ia katakan karena memang pelarangan memakai masker tidaklah bisa dibenarkan dalam alasan apapun. Apalagi masjid adalah sebuah ruang yang dibuka untuk umum dan boleh dimasuki oleh siapa saja yang hendak beribadah. Ngabalin dengan opininya mengatakan jika di masa pandemi ini DKM Al Amanah harus dipidana. Karena di Indonesia masih dalam keadaan yang tidak baik-baik saja dalam masalah Pandemi Covid-19. Jika DKM seperti itu dibiarkan, maka boleh jadi akan banyak larangan di masjid lainnya. Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Mengancam Selain dari tokoh politik, ketua PP Muhammadiyah juga ikut mengecam tindakan remaja masjid tersebut. Meski hanya dilihat dari video saja, hal tersebut sudah cukup membuktikan jika remaja masjid telah bersalah karena memaksa seseorang melepas masker di masa Pandemi Covid-19. Ia berpendapat jika memakai masker adalah salah satu tindakan menaati aturan. Sedangkan tidak memakai masker adalah tindakan tidak menaati aturan. Sehingga, yang salah adalah yang tidak memakai masker. Karena kondisinya memang sedang pandemi Covid-19. Pasti Dikecam Kementerian Kesehatan Video tersebut juga pasti dikecam oleh Kementerian Kesehatan. Karena sudah menjadi tugas dari Kemenkes untuk menertibkan penegakan protokol kesehatan, sehingga tidak ada yang boleh seseorang di lingkungan umum seperti masjid tidak mengenakan masker. Jika pandemi ini dinyatakan sudah usai, maka mungkin boleh saja dibebaskan untuk tidak memakai masker. Dan mungkin saja, pemaksaan tersebut tidak akan dikecam oleh masyarakat dan pemerintah terutama. Secara logis, kemenkes dan bala tentaranya mati-matian sebagai garda terdepan untuk mengentaskan Pandemi ini di Indonesia. Jika ada banyak orang yang malah melarang masker, maka usaha tersebut akan sia-sia. Hal tersebut janganlah sampai terjadi. Kejadian remaja masjid tarik masker jamaah masjid ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semuanya. Termasuk pemerintah dan semua elemen masyarakat. Jangan sampai, ketika pelarangan memakai masker ini dibolehkan, banyak orang yang malah lalai dan Indonesia berpotensi mendapat kejadian seperti India. Jangan sampai hal itu terjadi karena tentu saja sangat mengerikan. Evaluasi Masyarakat dan Ormas Agama Islam Kejadian ini seharusnya ditanggapi sebagai bahan evaluasi. Masih banyak orang diluar sana yang jangankan menerapkan protokol kesehatan, akan tetapi melarang protokol kesehatan. Jika orang-orang semacam ini dibiarkan, maka Pandemi ini akan sulit dilalui. Maka dari itu, ulah remaja masjid tarik masker jamaah harus dijadikan pembelajaran. Masyarakat juga harus memahami dengan baik jika kita masih berada di masa Pandemi Covid-19. Jangan sampai lengah dan acuh dengan protokol kesehatan. Pemerintah pun juga harus ikut ambil andil dalam masalah ini. Pemerintah tidak boleh membiarkan begitu saja. Harus ada tindakan yang tegas pada remaja masjid tarik masker jemaah tersebut. Bukan untuk membuat remaja tersebut rusak mental, akan tetapi agar kejadian remaja masjid tarik masker jemaah ini tidak diulangi di masjid lainnya. Boleh dikatakan, tindakan tersebut sudah melampaui batas di tengah pandemi Covid-19 ini.