You are here
Home > Berita Nasional >

Prokes Dilanggar Dimana-mana, Apakah Indonesia Akan Jadi Seperti India?

Prokes Dilanggar Dimana mana Apakah Indonesia Akan Jadi Seperti India
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Tidak lama setelah pelanggaran prokes di Pasar Tanah Abang, konser musik dilaksanakan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tentunya, di dalam konser tersebut prokes dilanggar secara nyata.

Pemusik tidak menggunakan masker, tidak jaga jarak, dan seperti kondisi tidak Covid-19. Jika Indonesia tampak seperti ini terus menerus, apakah kondisi Covid-19 di Indonesia akan seperti di India?

Tidak ada keinginan untuk menakut-nakuti, hanya saja kita tentu wajib melakukan tindakan preventif. Jangan sampai prokes dilanggar dan menyebabkan rantai penularan Covid-19 semakin menjadi-jadi. Masyarakat seharusnya lebih sadar kembali, Covid-19 itu nyata.

Satgas Covid-19 Menyorot Berbagai Kejadian

Ketidaksadaran masyarakat ini sudah nyata. Dibuktikan dengan beberapa bukti, diantaranya adalah:

  • Banyaknya masyarakat yang tetap mudik
  • Pasar tanah abang yang penuh berdesakan
  • Ada konser di pasar minggu tanpa prokes

Tiga kejadian tersebut tentu saja disorot oleh Satgas Covid-19. Bahkan Wiku Adisasmito mengatakan jika acara konser tersebut nampak jelas tidak menerapkan protokol kesehatan. Sehingga harus disidik dan diteliti bagaimana bisa terjadi.

Acara konser secara langsung di masa pandemi tentu saja dilarang keras. Jangankan konser, acara pernikahan saja bisa dibubarkan jika tidak menerapkan protokol kesehatan. Maka dari itu, konser tersebut tentu saja sangat disayangkan bisa terjadi.

Kerumunan Banyak Terjadi

Di pasar tanah abang, masyarakat rela berdesakan untuk mendapatkan barang yang ingin dijual. Jangankan protokol kesehatan, membawa masker saja banyak yang tidak melakukan. Tentu saja, insiden tersebut membuat mata semua orang sedih.

Ditambah lagi konser yang diadakan di pasar minggu. Bagaimana mungkin sebuah konser yang diadakan langsung bisa menerapkan protokol kesehatan? Walaupun pengetatan sudah dilakukan, dijamin akan tetap banyak orang yang melanggarnya.

Maka dari itu, solusi paling jelas adalah menutup mobilitas acara-acara semacam itu. Jangan sampai terjadi apapun alasannya. Karena kerumunan sedikit pun bisa berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

Dengan semua realitas yang ada, mungkin masyarakat sudah terlalu bosan menerapkan protokol kesehatan. Entah gara-gara presiden hadir di pernikahan Atta-Aurel, pelarangan mudik tapi wisata dibuka, dan masih banyak lagi.

Hal tersebut mungkin saja membuat masyarakat sudah malas untuk percaya pada Covid-19. Sehingga, mereka berani mengadakan acara seperti konser bahkan tanpa menerapkan protokol kesehatan sama sekali.

Sudah Pada Level “Parah”

Jika kita melihat video atau foto di pasar tanah abang beberapa waktu lalu, tentu kerumunan yang terjadi sudah sangat parah. Boleh dikatakan jika ada yang membawa virus Covid-19 yang ganas, mereka pasti sudah banyak yang tertular.

Entah bereaksi atau tidak, tergantung dengan kekuatan imun tubuh masing-masing. Saking berdesak-desakannya, poilsi bahkan kewalahan menertibakan orang yang berkunjung ke pasar tersebut. Sampai-sampai Brimob diturunkan.

Jadi, dalam hal pelanggaran protokol kesehatan, Indonesia (terutama Jakarta), tarafnya sudah sangat parah. Hal ini harus segera diantisipasi. Pemerintah diminta tidak hanya memberikan instruksi, akan tetapi juga contoh dan tindakan nyata.

Jika kepercayaan publik pada pemerintah sudah hancur (karena kebijakan yang simpang siur dan aneh), dijamin aturan dari pemerintah tidak akan digubris masyarakat. Kita sudah merasakan pandemi lebih dari 1 tahun, maka tidak heran jika sudah banyak yang bosan menerapkan protokol kesehatan yang seakan-akan tidak ada gunanya.

Indonesia Bisa Jadi India Kedua

Ketidaktegasan pemerintah dalam mengambil tindakan bisa berpotensi memasukkan jenis virus Covid-19 dari India. Dan ketika masyarakat tidak peduli protokol kesehatan, maka hasilnya adalah penularan massal.

Tidak menutup kemungkinan, tsunami Covid-19 juga terjadi di Indonesia. Maka dari itu, jika pemerintah mengisyaratkan untuk berwisata, maka pengetatan benar-benar harus dilakukan dengan nyata.

Tidak ada yang ingin Covid-19 di Indonesia ini menelar seperti di India. Semua ingin sehat, ingin berkehidupan normal seperti sedia kala. Maka dari itu, apapun yang terjadi prokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Jika kondisi pasar tetap desak-desakan, konser digelar dimana-mana, acara besar dibiarkan, dan tidak ada tindakan yang tegas, maka boleh jadi Indonesia jadi India kedua. Kita tidak ingin semua itu terjadi, benar-benar tidak ingin.

Lebaran Harus Benar-Benar Diantisipasi

Masyarakat yang sudah bosan dengan Covid-19, maka mereka akan acuh dan prokes dilanggar. Beberapa saat lagi, kita akan memasukan libur hari raya (lebaran). Jangan sampai saat itu, kesedihan yang didapat.

Pemerintah harus mengeluarkan aturan yang benar-benar tegas. Mulai dari aturan mudik, aturan wisata, aturan ibadah, dan semuanya. Masyarakat tentunya juga dimohon untuk tertib dan mengikuti aturan yang dibuat pemerintah.

Semua itu demi kesehatan dan keselamatan semua orang. Jadi kita tidak perlu egois melanggar berbagai aturan protokol kesehatan demi keinginan masing-masing. Hal tersebut bisa saja membahayakan semua orang.

Kita harus benar-benar belajar dan melihat India. Jangan sampai secara mendadak dan tiba-tiba, Covid-19 menyerang dan terjadi penularan masal. Ingat, masyarakat kita sangatlah banyak, jadi penanganan akan sulit dilakukan jika penularan terjadi secara masal.

Parahnya Covid-19 di India, Jangan Sampai Indonesia Juga

Hingga saat ini, di India masih kekurangan oksigen, setiap hari korban terus berjatuhan. Beberapa bahkan bunuh diri karena sudah tidak mendapatkan harapan hidup karena tidak mendapatkan penanganan.

Bukan dokternya tidak mau, akan tetapi rumah sakit memang sudah tidak mampu. Terlalu banyak orang yang positif dan kolaps, sehingga suplai bahan dan alat penanganan Covid-19 terserap dengan cepat.

Terlebih, banyak negara yang menutup diri dari India. Mereka tidak ingin berinteraksi karena takut Covid-19 menular di negara mereka. Jika prokes dilanggar dimana-mana, maka tidak mustahil jika Indonesia kedepan akan jadi India yang kedua. Jangan sampai hal itu terjadi!

 

Leave a Reply

Top