You are here
Home > Politik >

Profil Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Pertama di Era Presiden Jokowi

Profil Bahlil Lahadalia
Bagikan Artikel Ini

Profil Bahlil Lahadalia sosok yang berasal dari keluarga miskin, mengawali karir dari titik nol kini telah menjadi seorang menteri. Adanya pembentukan kementerian baru di bidang itu, Presiden Joko Widodo resmi mengangkat Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi. Jabatan ini menjadi titik pencapaian luar biasa bagi pria 44 tahun yang besar di papua ini.

Meski lahir di Banda, Maluku Tengah, pria kelahiran 7 Agustus 1976 ini tinggal di Kabupaten Fakfak sejak usia remaja. Jika sekarang dia bisa sukses hingga menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), itu berkat usaha kerasnya selama ini. Himpunan ini dianggap jadi perkumpulan anak-anak pengusaha dan pejabat hingga saat ini.

Intip Profil Bahlil Lahadalia, dari Sopir Angkot hingga Jualan Kue

Perjuangan Bahlil patut diacungi jempol dengan latar belakang keluarga yang kurang mampu, dia bisa menjadi orang sukses. Orang tuanya memang tidak mampu memberikan nafkah berkecukupan semasa kecil. Akan tetapi, mereka menanamkan nilai-nilai kepada anaknya agar selalu bersikap jujur. Sehingga dapat mengantarkan dirinya membangun bisnis di Papua dengan kreatif dan kemandiriannya.

Profil Bahlil Lahadalia semasa kecil sangatlah mandiri. Bahkan dia membantu perekonomian keluarga dengan menjajakan kue di sekolah dasar. Ia juga sempat menjadi kondektur ketika SMP, dan pada saat SMEA ia juga menjadi sopir angkot secara part time. Meskipun begitu, dia tetap menunjukkan prestasinya dan pernah menjadi ketua OSIS.

Berjuang Sejak Kecil

Profil Bahlil Lahadalia dengan keterbatasan ekonomi tidak membuat Bahlil untuk berhenti berakselerasi di dunia pendidikan. “Ibu saya jadi buruh laundry. Lalu pembantu rumah tangga. Bapak saya kuli bangunan, pendapatan Rp 7.500 per hari,” kata Bahlil dengan voffice.

Bahlil kemudian meneruskan jenjang pendidikannya ke strata-1 dengan bermodalkan semangat. Sampai akhirnya ia diterima di Sekolah Tinggi Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua. Semasa kuliah ia aktif mengikuti berbagai macam organisasi kampus. Dia membantu orang tua berjualan kue dan menjadi kernet angkutan kota di Fakfak.

“Sekolahnya kan siang, pagi harinya jadi kenek angkot. Setelah sekolah jadi kenek lagi sampai jam 10 malam,” kata ibunya bangga. Profil Bahlil Lahadalia sangat menyayangi keluarga, terbukti ia membiayai kuliah kakak dan adik-adiknya. Ia juga menanggung biaya pernikahan adik-adiknya, memberangkatkan orang tuanya pergi haji, dan membangunkan rumah orang tuanya.

Pada intra kampus, ia pernah menjabat menjadi ketua senat mahasiswa. Ia juga bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk extra kampus. Banyak pengalaman dan proses didapatkan di HMI, terutama ilmu leadership dan kepemimpinan.

Menggarap Usaha dari Berbagai Sektor dengan Hasil Kerja Kerasnya

Profil Bahlil Lahadalia kehidupannya dulu sangat susah sekali bahwa dari usia 0 sampai 26 tahun hidupnya setengah manusia, bukan manusia seutuhnya. Umur 26 mendekati 27 baru mendekati kemanusiaan dan umur 29 baru manusia seutuhnya. Menjelang umur 26 tahun ia mendapatkan deviden uang sebesar Rp 600 juta karena bisa menghasilkan profit Rp 10 miliar lebih. Uang tersebut kemudian ia gunakan untuk modal usaha. Usahanya waktu itu di bidang trading kayu.

Kerja keras yang panjang dalam berbisnis telah membuahkan hasil. PT Rifa Capital, perusahaan yang ia rintis akhirnya bisa mengeruk sukses dan memiliki holding dari 10 perusahaan. Perusahaan tersebut antara lain PT Ganda Nusantara (shipping), PT Pandu Selaras (pertambangan emas), dan PT MAP Surveillance (pertambangan nikel). Banyak jenis usaha yang Bahlil kerjakan. Mulai dari bidang perkebunan, transportasi, properti, pertambangan, serta konstruksi. Musyawarah nasional HIPMI ke-XV menetapkan Bahlil sebagai ketua umum HIPMI 2015-2018, pada Februari 2015.

Menjadi Pengusaha Pilihan yang Tepat

Namanya terdaftar di HIPMI, tahun 2003 pada tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. Akan tetapi, meski sudah enak dengan pendapatannya, ia pun sadar dirinya tetaplah budak untuk orang lain. Ia pun memilih keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri.

Sumber daya yang ada di Papua dengan jumlah banyak ini, ia jadikan peluang untuk membangun usahanya. Profil Bahlil Lahadalia sebagai seorang pengusaha lengkap ketika Munas HIPMI 2015. Memilihnya menjadi Ketua Umum HIPMI periode 2015-2018. Puncaknya Ia menjadi Ketua BPKM pada kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Empat Target Bahlil Saat Menjabat Kepala BKPM

Selama Bahlil memimpin, BKPM berhasil merealisasikan investasi sebesar 67,1%, atau Rp 474,9 triliun dari total investasi mangkrak Rp 708 triliun. Realisasi investasi itulah yang membuat kinerja PMA Indonesia tidak jatuh terlalu dalam. Hanya minus 5,1 persen di tengah pandemi covid-19.

Setelah menjadi Kepala BKPM, dia mengatakan investasi tak hanya masuk dalam jumlah yang besar, melainkan harus berkualitas. Dia pun lantas menyampaikan empat strategi yang akan Ia jalankan dalam memimpin lembaga tersebut. Pertama, bahwa investasi harus menyerap lebih banyak tenaga kerja. Strategi selanjutnya adalah bermitra dengan pengusaha lokal.

Ketiga BKPM akan menjadi pendorong penyebaran investasi lebih luas namun berkualitas dan memiliki nilai tambah. Dalam poin keempat, beliau menyoroti kemajuan teknologi yang lambat laun mengganti tenaga kerja manusia. Sehingga hal ini menjadi tantangan investasi di era kemajuan teknologi sekarang.

Bergabung dengan Sejumlah Organisasi

Profil Bahlil Lahadalia dengan berbagai pengalaman, membuatnya memantapkan niat untuk mendirikan usahanya sendiri. Ia mengelola perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan, properti, logistik, pertambangan, hingga konstruksi. Dia juga sukses mengeksplorasi 11 ribu ha lahan nikel di Halmahera. Lalu tambang batu bara di Fakfak seluas 39 ribu ha.

PT Bersama Papua Unggul salah satu perusahaan yang dikelolanya pernah memenangkan lelang proyek pembangunan jalan Bofuer-Windesi. Melalui skema tahun jamak (MYK) bersama kementerian PUPR. Tidak kalah dengan PT Dwijati Sukses yang namanya sering terlihat di situs lelang proyek pemerintah.

Tumpukan Harta Bahlil Lahadalia sang Menteri Investasi

Pada Rabu (28/4/2021) Presiden Joko Widodo resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi. Bahlil Lahadalia sendiri adalah menteri investasi pertama di era Presiden Jokowi. Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Ia tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp 300.445.709.773. Tercatat hingga Desember 2020 kekayaan Bahlil berupa tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, surat berharga, serta kas.

Rincian harta kekayaannya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 282.285.000.000. Sebanyak 14 titik di Jayapura, 2 titik di Jakarta Selatan, Gianyar 1 titik, dan Sragen 1 titik. Tanah dan bangunan 1i 18 titik itu tertulis diperolehnya dari hasil sendiri. Kemudian aset alat dan mesin bernilai Rp 171 juta.

Terdiri atas Toyota Harrier Rp 90 juta, Honda CRV Rp 63 juta, dan Mitsubishi pick up Rp 18 juta. Lalu aset surat berharga nilainya Rp 2.012.500.000. Bahkan kas Rp 15.977.209.773. Profil Bahlil Lahadalia semasa muda yang penuh perjuangan, kini terbayar dengan pencapaian yang luar biasa. Bahkan saat ini dia tercatat tidak memiliki hutang.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top