You are here
Home > Berita Nasional >

Fakta Penting Mengenai Mood Disorder yang Wajib Diketahui

Fakta Penting Mengenai Mood Disorder yang Wajib Diketahui
Bagikan Artikel Ini

Mood disorder atau gangguan suasana hati adalah masalah kesehatan mental yang amat berpengaruh pada emosi seseorang. Umumnya pengidap mood disorder akan merasakan senang ataupun sedih secara berlebihan. Perasaan itu dapat datang bergantian dalam waktu yang lama.

Perubahan mood atau mood swing memang wajar berlangsung pada setiap orang. Seseorang dapat merasakan bahagia, marah, dan sedih setiap saat, tergantung kondisinya waktu itu. Barangkali Anda pun pernah mengalaminya? Pengidap mood disorder, cenderung mempunyai suasana hati yang tak selaras dengan kondisinya. Sehingga keadaan itu bisa menganggu kegiatan sehari-hari.

Bahkan, dalam keadaan yang telah parah, seseorang dengan gangguan mood tak menutup kemungkinan akan menyakiti dirinya sendiri juga orang lain. Guna mengenali lebih lanjut, mari simak beberapa fakta mengenai mood disorder di bawah ini.

Macam-macam Mood Disorder

Ada beberapa jenis mood disorder yang dapat dialami oleh seseorang, di antaranya adalah sebagai berikut:

Bipolar Disorder

Gangguan bipolar adalah salah satu penyakit mental yang dicirikan dengan perubahan mood parah dari taraf mania ke depresi. Taraf mania ini dilukiskan sebagai masa kegembiraan yang ekstrem. Sementara itu depresi mengakibatkan kesedihan atau keputusasaan yang parah.

Depresi Mayor

Depresi mayor atau Major Depressive Disorder (MDD) merupakan gangguan mood yang paling biasa timbul, tetapi juga tergolong kondisi yang serius. Kondisi ini ditandai dengan kesedihan yang ekstrem dan berlangsung berkelanjutan. Malah pengidapnya juga tidak bisa merasakan aktivitas yang dilakukannya.

Dysthymia

Depresi jangka panjang atau dikenal juga dengan Dysthymia dicirikan dengan suasana hati yang buruk. Seseorang yang merasakan kondisi ini akan gampang tersinggung, yang terjadi minimal selama 2 tahun.

Disruptive Mood dysregulatin

Keadaan ini seringkali diderita oleh anak-anak. Disruptive mood dysregulation dicirikan dengan luapan emosi, seperti gampang tersinggung dan marah, yang hebat dan tidak selaras dengan perkembangan usianya.

Premenstrual Dysphoric Disorder

Gangguan mood ini biasanya kerap terjadi pada wanita pada 7-10 hari sebelum menstruasi. Keadaan ini akan hilang sesudah masa itu dimulai. Penyebabnya yaitu karena terjadi perubahan hormon yang terkait dengan siklus menstruasi. Gejalanya amat khas sekali, yaitu berkurangnya minat pada aktivitas sehari-hari, mudah tersinggung dan mudah marah.

Siklotimia

Siklotimia merupakan jenis gangguan bipolar yang relatif ringan. Di mana pengidapnya akan menderita perubahan mood tidak teratur dan berkenlanjutan dalam waktu yang lama.

Apa Saja Gejala Mood Disorder?

Mood disorder mempunyai gejala yang berlainan pada tiap-tiap penderitanya. Hal ini berhubungan erat dengan jenis gangguan dan usia masing-masing pengidapnya. Tetapi, secara global, ada beberapa gejala atau tanda yang kerap terjadi, antara lain:

  • Kurang bersemangat pada kegiatan yang sebelumnya disukai,
  • Selera makan yang hilang atau makan berlebihan,
  • Kerap tidur atau tidak perlu tidur,
  • Susah konsentrasi,
  • Gampang marah, malah sampai timbul permusuhan,
  • Mengalami sedih, khawatir, hampa berkelanjutan,
  • Putus harapan,
  • Kurang bertenaga,
  • Perubahan berat badan yang berarti,
  • Membayangkan kematian, condong melukai diri sendiri, sampai hasrat untuk bunuh diri.

Apa Penyebab Mood Disorder?

Perlu Anda ketahui kalau gangguan suasana hati ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor. Adapun faktor yang barangkali menjadi penyebab mood disorder, antara lain yaitu:

  • Genetik, kebanyakan hal ini adalah keadaan yang turun temurun dalam keluarga.
  • Biologis, terkait dengan ketidakseimbangan bahan kimia di otak.
  • Faktor lingkungan, biasanya terjadi karena sebuah pengalaman atau peristiwa khusus yang mengakibatkan trauma atau stres.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Seseorang Mengalami Mood Disorder

Setiap orang berpeluang bisa menderita perubahan suasana hati yang tidak wajar. Tetapi, ada beberapa faktor yang dapat menambah risiko seseorang terkena mood disorder. Faktor-faktor tersebut di antaranya:

  • Wanita dikatakan 2 kali lebih berisiko menderita gangguan mood ketimbang pria.
  • Riwayat keluarga, khususnya bila orang tua atau saudara kandung didiagnosis mempunyai gangguan suasana hati, seperti bipolar disorder.
  • Sebelumnya sempat didiagnosis mengalami gangguan suasana hati.
  • Mempunyai masalah yang mudah menimbulkan stres; seperti masalah finansial, kematian orang terdekat, perceraian dan kehilangan pekerjaan.
  • Penyakit kronis, seperti parkinson, penyakit jantung, kanker, diabetes, atau mengkonsumsi obat-obatan khusus.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika Anda merasakan satu atau lebih dari gejala yang disebutkan sebelumnya, terlebih hingga menganggu aktivitas Anda, sebaiknya secepatnya konsultasikan pada ahli kesehatan mental atau dokter.

Di samping itu, Anda pun perlu mencari bantuan medis darurat, apalagi bila mempunyai kecenderungan untuk melukai diri sendiri atau orang lain. Perlu diketahui kalau gejala mood disorder, bisa jadi mirip dengan kondisi medis atau penyakit mental yang lainnya. Oleh karena itu, selalu konsultasikan pada psikiater atau dokter untuk mengenali diagnosis yang tepat.

Leave a Reply

Top