Moeldoko Jadi Ketum Demokrat dari KLB KilatBerita Nasional by Liana Sandev - March 5, 2021March 5, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Sebuah kejadian yang sangat mengherankan muncul dari salah satu partai yang berpengaruh di Indonesia, Partai Demokrat. Sebuah partai yang bahkan pernah menjadikan SBY menjadi presiden. Beberapa waktu lalu, Moeldoko Jadi Ketum Demokrat dari KLB Kilat. Hal ini tentuKongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara itu hanya membutuhkan waktu 1,5 jam untuk menetapkan seorang Mantan Jenderal Moeldoko sebagai seorang ketua umum partai Demokrat.Banyak ahli hukum yang menyatakan hal ini adalah sebuah pembajakan partai oleh orang asing. Karena memang Moeldoko bukanlah anggota partai Demokrat secara resmi. Jika hal itu benar terjadi, maka otomatis posisi Agus Harimurti Yudhoyono tentu tergeser.Bentrok Massa KLB dengan Kader DPDNamun KLB tersebut tampaknya tidaklah terjadi dengan kondusif. Pasalnya, ada aksi saling bentrok antara Kader DPD Partai Demokrat dengan Massa KLB. Terjadi dua kubu yang saling bertentangan dengan memiliki tujuan yang berbeda. Membuktikan jika massa dari demokrat memang kurang solid akhir-akhir ini.Saling tuding berpengkhianat dan sejenisnya, membuat banyak salah paham dan bahkan saling lapor ke polisi. Beberapa kasus seperti pencemaran nama baik pun disangkutkan. Karena memang hal itu terjadi di dalam badang Partai Demokrat.Moeldoko Dinyatakan TerpilihNama Moeldoko benar-benar diusung dan mantan Panglima TNI itupun akhirnya terpilih secara aklamasi. Bahkan suara dari Moeldoko lebih besar dari Marzuki Alie dan kader lainnya. Sebuah kejadian yang rumit dalam partai Demokrat saat ini.Tentu, berita Moeldoko Jadi Ketum Demokrat dari KLB Kilat ini patut untuk diikuti. Karena situasinya masih panas dan belum final. Banyak yang menganggap kejadian ini agak rumit. Karena memang posisi seorang AHY dipertanyakan.Moeldoko tidak Hadir di KongresBahkan, satu hal yang agak rancu adalah sang mantan jendral yang sekarang menjabat sebagai stafsus itu tidaklah hadir di dalam kongres tersebut. Mungkin karena memang ia masih berfokus bekerja di Jakarta pusat untuk mengentaskan problematika Covid-19.Ia pun berbicara lewat telepon dan bahkan sempat menanyakan keseriusan pemilihan tersebut. Setelah itu, pertanyaan dari Moeldoko tersebut dijawab dengan spontan oleh peserta KLB dan menyatakan keseriusan mereka.Akhirnya, ia pun resmi terpilih menjadi ketua umum partai demokrat. Setelah itu, sidang ditutup sekitar pada pukul 16.30 dan tentunya menyisakan banyak tanya tanya. Apakah benar Partai Demokrat ini dibajak oleh orang luar?AHY Menyatakan Kongres Tidak SahDisisi lain, ketua kongres demokrat versi kongres Maret 2020, AHY mengatakan jika KLB Sumut yang memilih Moeldoko tidaklah sah dan inkonstitusional. Bahkan ini menyebutkan bahkan ada pelanggaran AD/ART partai dan meminta presiden dan menteri Hukum dan HAM tidak melegitimasi hasil KLB tersebut.Permasalahan dalam sebuah partai memang sangat kompleks. Bahkan anak dari pendiri Partai Demokrat sendiri pun akan kewalahan ketika dihadapkan pada posisi seperti ini. Namun seperti itulah sebuah politik, kapanpun bisa berputar dan sangat fluktuatif.Banyak ahli politik yang sempat berbicara akan hal ini. Namun semua tentu berpendapat pada perspektifnya masing-masing. Masalah ini termasuk masalah internal partai, sehingga tidaklah banyak orang yang fokus pada permasalahan ini.Berita Moeldoko Jadi Ketum Demokrat dari KLB Kilat di Sumatera Utara ini memang mengejutkan. Namun jika hal itu adalah sebuah bentuk konsolidasi dan hiruk pikuk perpolitikan, maka tidak ada yang salah akan hal tersebut.