Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Perempuan Lepas dari Komparasi di Media SosialBerita Nasional by Maman Soleman - November 29, 20250 Bagikan Artikel IniDi era digital saat ini, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menjadi ruang untuk berbagi, berkreasi, mencari hiburan, bahkan membangun jaringan profesional. Namun di sisi lain, media sosial juga menghadirkan tantangan mental, terutama bagi perempuan. Salah satu yang paling sering muncul adalah kecenderungan untuk membandingkan diri dengan kehidupan orang lain yang tampak lebih sempurna. Fenomena social comparison ini bukan hanya menguras energi, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan diri serta meningkatkan kecemasan.Komparasi di media sosial biasanya terjadi akibat paparan konten yang sudah dikurasi sedemikian rupa. Banyak unggahan yang menampilkan gaya hidup ideal, tubuh sempurna, pasangan harmonis, atau pencapaian tinggi. Padahal, realitas yang tampil di layar hanyalah potongan terbaik dari hidup seseorang. Untuk membantu perempuan keluar dari jeratan perbandingan tidak sehat tersebut, diperlukan kesadaran serta kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan setiap hari. Berikut beberapa langkah kecil namun berdampak besar yang bisa mulai dilakukan.1. Membatasi Waktu Berselancar di Media SosialSalah satu cara paling efektif untuk mengurangi kecenderungan membandingkan diri adalah membatasi waktu penggunaan media sosial. Ketika waktu berselancar tidak dikontrol, otak terus terpapar hal-hal yang memicu komparasi. Cobalah menetapkan batas waktu harian, misalnya 30–60 menit. Banyak perempuan merasa lebih tenang dan lebih fokus setelah mengurangi intensitas scrolling, karena pikiran tidak lagi dipenuhi perbandingan yang tidak perlu.2. Mengikuti Akun yang Memberikan Energi PositifLingkungan digital juga berpengaruh besar pada kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk memilih akun yang mendukung kesejahteraan emosional. Alih-alih mengikuti akun yang memicu rasa kurang, pilih konten yang edukatif, inspiratif, atau menghibur. Mengikuti akun tentang kesehatan mental, hobi, atau edukasi perempuan dapat mengubah pengalaman bersosial media menjadi lebih sehat dan menyenangkan.3. Menyadari Pola Pikir “Highlight Reel”Salah satu penyebab komparasi adalah lupa bahwa media sosial hanyalah highlight reel. Perempuan dapat mulai membiasakan diri untuk mengingat bahwa setiap unggahan sering kali melewati proses seleksi, pengeditan, hingga filter. Latih pikiran untuk tidak mengambil konten secara literal. Ketika muncul rasa iri atau minder, tanyakan kembali: “Apakah ini benar mencerminkan kehidupan nyata?” Dengan kesadaran ini, perasaan tidak cukup baik dapat perlahan berkurang.4. Mencatat Hal-Hal yang DisyukuriMembangun kebiasaan bersyukur dapat membantu perempuan fokus pada apa yang dimiliki, bukan pada apa yang dimiliki orang lain. Cobalah menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap hari, sekecil apa pun itu. Kebiasaan ini dapat memperkuat perasaan puas terhadap diri sendiri, sehingga komparasi menjadi tidak begitu menggoyahkan.5. Menjalani Aktivitas Offline yang Membantu GroundingAktivitas offline seperti membaca buku, menulis jurnal, berjalan pagi, atau berkumpul dengan teman dekat bisa menjadi cara efektif untuk kembali terhubung dengan diri sendiri. Semakin sering seseorang menjalani kehidupan nyata yang bermakna, semakin kecil kecenderungan untuk merasa terpengaruh oleh kehidupan digital orang lain.6. Merayakan Diri Sendiri dan Kecilkan EkspektasiTerakhir, penting untuk memberi apresiasi pada diri sendiri—baik atas pencapaian besar maupun kecil. Perempuan sering kali terlalu keras pada diri sendiri saat melihat pencapaian orang lain. Dengan merayakan progres pribadi dan tidak menetapkan standar tidak realistis, komparasi akan semakin mudah dikendalikan.Mengurangi komparasi di media sosial bukan berarti harus meninggalkan platform tersebut sepenuhnya. Yang diperlukan adalah kebiasaan sederhana, kesadaran diri, dan kemampuan mengelola paparan digital. Dengan menerapkan langkah-langkah kecil di atas, perempuan dapat menikmati media sosial dengan lebih sehat, positif, dan penuh kendali atas diri sendiri.