Ini Latar Belakang Nastar dan Kastengel Identik dengan Kue LebaranBerita NasionalResep dan Kuliner by Maman Soleman - April 13, 20220 Bagikan Artikel IniLebaran akan datang. Hari kemenangan bagi umat Islam sesudah melakukan puasa sebulan lamanya pun akan muncul. Lantas, kue kering apa yang tebersit ketika silahturahmi Lebaran? Langsung terpikir nastar dan kastengel?Amat mungkin tiap-tiap orang mempunyai nafsu makan yang berbeda. Namun tak dapat disangkal kedua kue kering ini tidak akan lupa jadi kue kesayangan saat Lebaran. Betul tidak?Yuk, mengenali nastar dan kastengel dan alasannya mengapa kedua kue kering ini identik dengan kue lebaran.1. NastarAsal kata nastar dari bahasa Belanda, yakni ananas dan taart yang memiliki arti tart nanas alias kue nanas. Sebetulnya kue asal Belanda ini mulanya diisi blueberri dan apel.Karena blueberri dan apel tidak gampang ditemui di Indonesia, maka isi nastar pusn diganti dengan nanas. Wujud nastar pada awalnya bulat. Tetapi sekarang wujud nastar semakin variatif.Terbukti pula nastar diduga mempunyai pengaruh dari budaya China. Nastar mempunyai arti yang datang dari budaya Imlek. Nastar pada budaya imlek itu diumpamakan bola-nola emas yang mendatangkan hoki pada tahun berikutnya, pada akhirnya merakyat.2. KastengelTidak berbeda dengan nastar, kastengel pun diduga datang dari Belanda. Kastengel sendiri berawal dari kata kaas dan stengels yang memiliki arti keju batangan.Sebelumnya bila di Indonesia kastengel ini dibikin dengan ukuran persegi panjang pendek, maka kastengel di Belanda dibikin dengan ukuran yang panjang hingga 30 cm.Kue Kering FavoritKini, sejalan kemajuan jaman dan waktu, kedua jenis kue kering ini mengalami pengubahan dan modifikasi. Banyak modifikasi yang dilakukan berlangsung pada bentuk dan pula isian yang lebih variatif.Nastar yang mempunyai citarasa yang legit, tidak terlampau manis, dan fruity dari tambahan nanas didalamnya merupakan kunci kenapa nastar bisa menjadi favorit. Begitupun dengan kastengel. Katengel, kue yang mempunyai tekstur lumer di mulut bersama garingnya parutan keju di atas dan didalamnya menawarkan kelezatan khusus untuk yang mengkonsumsinya.Tidak sedikit yang menyetujui jika daya tarik nastar dan kastengel ini berada pada kenangan dan masa lalu yang hadir dalam setiap gigitannya. Mungkin lantaran kedua kue kering ini telah lama sekali kehadirannya semenjak dari jaman Belanda di tiap-tiap peristiwa perayaan.Karena semenjak lama sekali rutinitas buat menyajikan nastar dan kastengel telah hadir dan tidak dapat dilepaskan, karena itu lebih seperti suatu adat ataupun rutinitas yang telah erat dalam masyarakat . Maka jika kedua kue ini pada suatu perayaan tak hadir, orang akan cari dan menanyakan.Meskipun dari waktu ke waktu, jenis kue kering pun kian banyak. Tidak hanya nastar dan kastengel, kue kering sekarang telah mempunyai beberapa variasinya. Variasi kue kering seperti pralina rings, choco chips, green tea, dan yang lain telah turut temani kehadiran nastar dan kastengel pada suatu perayaan. Namun, tidak dapat diingkari jika kedua kue kering ini tetap mempunyai hati di banyak orang.Ibaratnya, meskipun diberi kue yang lain, tetapi nastar dan kastengel ini harus tetap hadir pada suatu perayaan. Meskipun tiap rumah nastar dan kastengel telah hadir, tetapi tetap akan dicari karena tiap rumah rasanya tentu berbeda-beda. Hal itu karena kedua jenis kue kering ini benar-benar jadi kue kering paling favorit lantaran telah pas dan dekat di lidah orang Indonesia.