Demo 12 April 2022 : 1000 Mahasiswa Malang Raya Penuhi Gedung DPRD Kota MalangBerita Internasional by Liana Sandev - April 12, 20220 Bagikan Artikel IniKota Malang – 1000 mahasiswa Malang raya hari ini melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Kota Malang. Hal ini disampaikan oleh koordinator BEM Malang Raya, Zulkifli Nurfadhilla yang dikenal dengan sapaan Zul.Dimana ia memusatkan semua masa aksi di kawasan Universitas Brawijaya untuk menyatukan suara pada hari ini (12/4/2022) pukul 09.00 WIB.“Jadi untuk titik kumpulnya kita ada di UB mas, lalu konvoi menuju Stadion Gajayana. Terus melakukan long march dengan titik pusat aksi sekitaran Balaikota Malang dan eskalasi massa 1000” Ungkap Zul yang dilansir dari JatimTimes.com (12/4/2022)4 Poin Utama Tuntutan Dalam DemoPada demo ini para mahasiswa akan menuntut 4 poin utama yang akan disampaikan di depan Balaikota Malang yang dimana nantinya akan ditrurunkan dalam 25 poin pernyataan sikap BEM Malang Raya.Inti dari ke 4 poin utama tersebut adalah penolakan masa jabatan presiden 3 periode serta penundaan pemilu 2024. Kedua, penilakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM dan bahan pokok lain.Selanjutnya, permasalahan yang mengangkat isu agrarian tentang daerah banjir di kota malang, rancangan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batu serta masalah budidaya kelapa sawit yang ada di Kabupaten Malang.Terakhir namun yang terpenting adalah adanya persengkokolan mega proyek yang akan dilakukan untuk ibu kota negara.Demo Wajib Menggunakan Atribut dan AlmamaterSelebihnya, berkaca pada kerusuhan yang terjadi pada saat aksi BEM SI “Rakyat Bangkit” di Jakarta yang dilakukan pada 11 April 2022 yang dilakukan oleh orang-orang asing yang tak bertanggung jawab tanpa jas almamater dan identities kampus.Maka pada aksinya semua masa aksi diwajibkan untuk menggunakan atribut dan almamater kampusnya untuk menghindari kejadian itu lagi.“Kita mewajibkan mengenakan jas almamater atau identitas kampusnya masing-masing. Boleh PDH atau yang lain tapi kita utamakan pakai jas almamater” Tambah koordinator BEM Malang Raya itu.Mereka membawa semua perangkat aksi seperti banner. Poster dan panji atau bendera masing masing kampus yang bertujuan memberikan informasi isu yang dibawa oleh ribuan masa aksi tersebut.Selain itu, juga menjadi penanda masing-masing identitas kampus agar tetap dalam barisan. Setiba di gedung DPRD Kota Malang pukul 11.25 WIB, massa menempatkan mobil pada tengah barisan untuk melakukan orasi terbuka.Aksi mibar itu konon bertajuk mimbar kesengsaraan dan keresahan rakyat menjadi refleksi kritis kaum terpelajar sekaligus buruh yang terkenaimbas dalam kebijakan yang tak adil itu.“Bagaimana rakyat terus menjerit karena kenaikan migas dan minyak goreng. Sudah cukup rakyat sengsara,” teriak mahasiswa dalam orasinya,(12/4/2022)Berbagai problematika yang memaksa rakyat serta mencekik dinilai sebagai penyalahgunaan dan penyelewengan praktik demokrasi. Alih-alih Demokrasi dijadikan sebagai ruang pelayanan publik, malah dianggap tunduk pada kepentingan politik, menurut mahasiswa.