You are here
Home > Berita Nasional >

Farhat Abbas Bikin Partai Pandai, Sindir DPR yang Sekarang

partai pandai
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Baru ini, seorang pengacara yang bernama Farhat Abbas mendirikan sebuah partai yang bernama Partai negara Daulat Indonesia (Pandai). Partai pandai ini juga dianggotai oleh beberapa orang ternama.

Sehingga tidak heran jika banyak publik yang menyorotnya. Saat mendirikan partai ini, Farhat Abbas langsung menjadi ketua umum. Selain itu, ada pengacara Elza Syarief yang menjawab sebagai wakil ketua.

Semenstara ada Megi sebagai bendara serta dr. Louis Owen yang mengisi jabatan sebagai sekretaris Jenderal. Tentu saja, hal tersebut sangat menghebohkan. Muncul sebuah partai baru yang ‘dikatakan’ memberikan visi yang baru.

Partai Pandai Lahir dari Hilangnya Peran DPR

Farhat Abbas mengatakan jika Partai Pandemi dibentuk sebab DPR sudah tidak memiliki fungsi lagi sebagai perwakilan rakyat. Sejak pemerintah mengesahkan undang-undang Cipta Kerja, menurut Farhat fungsi DPR menjadi minim.

Sehingga, hal ini perlu dilakukan pembaharuan. Sehingga, DPR kembali dipulihkan menjadi sebuah lembaga yang benar-benar mewakili rakyat.

“Hingga saat ini, tidak ada anggota dewan yang menentang kebijakan pemerintah, nggak ada, karena mereka bagian (pemerintah) itu,” kata Farhat Abbas ketiak diwawancarai.

Ungkapan tersebut bisa dikatakan sebuah visi dari Partai baru ini. ingin menjadikan DPR sebagai lembaga yang benar-benar mewakili rakyat dan berani melawan pemerintah jika ada kebijakan yang tidak sesuai.

Sebenarnya, parti ini sudah didirikan sejak awal Oktober 2020. Visi yang paling utama dari partai ni adalah berserikat menuju Indonesia berdaulat.

Murni dari Anak Bangsa

Ungkapan lain dari Farhat Abbas adalah partai Pandai berasal dari anak bangsa. Sebuah partai organik yang mandiri dan berdaulat. Memiliki sifat kedaerahan dan lokal.

Adapun misi dari partai yang satu ini adalah menjadi peserta pemilu, mendorong pemerataan dan pembangunan yang berkelanjutan, selain itu juga menjamin kebebasan beragama.

Farhat mengklaim jika pembentukan partai ini sudah mencapai 75% di tingkat kabupaten dan kota. Selain itu, kepengurusan sudah tersebar di 30 provinsi di seluruh Indonesia.

Karena salah satu tokoh yang kemarin sempat viral sebab berita bohon Covid-19, dr Louis Owen menjadi sekretaris jendral, maka tidak heran jika dengan cepat partai ini menjadi perhatian.

Munculnya partai Pandai ini tentu direspon secara berbeda-beda dengan warganet. Ada yang berharap menjadi pelopor kebaikan dan ada yang menjadikan hal tersebut sebagai bahan gurauan.

Dengan kondisi DPR yang seperti ini, latar belakang berdirinya Partai Pandai mungkin bisa sangat diharapkan. Namun hanya waktu yang akan menjawab.

Publik akan melihat, seberapa kuat partai pandai ini bertahan di pusaran kekuatan politik Indonesia. Apalagi jika diadu dengan raksasa besar seperti partai Banteng, Demokrat, Gerindra, dan yang lainnya.

 

Leave a Reply

Top