Masyarakat Yunani Demo Tolak Aturan Wajib Vaksinasi, Kenapa?Berita Internasional by Liana Sandev - July 23, 2021July 24, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Ada lebih dari 3.500 demostran berkumpul di Syntagma Square luar parlemen Hellenic, Athena untuk melakukan demo tolak aturan pemerintah. Masyarakat Yunani demo tolak aturan vaksinasi karena berbagai alasan.Dengan berlakunya aturan tersebut, masyarakat Yunani yang tidak ingin divaksin, akan dipotong gajinya dan dipertimbangkan dua kali ketika melamar pekerjaan di sektor pekerja saat musim gugur.Hal tersebut menjadikan masyarakat Yunani demo tolak aturan wajib vaksinasi. Dengan menggelora, massa menggelar demonstrasi dengan berbagai spanduk penolakan aturan yang mewajibkan vaksin.Demonstrasi Berlangsung RicuhDemo tersebut rusuh dipicu oleh beberapa orang yang melempar botol dan benda lainnya ke polisi. Karena hal tersebut, akhirnya polisi memberikan balasan berupa semprotan gas air mata, granat flash, dan meriam air.Tentu seperti kericuhan demo yang terjadi pada indisen lainnya. Gelora demonstrasi oleh masyarakat Yunani tersebut terjadi pada hari Rabu (21/07/2021).Selain itu, terjadi pula bentrokan di luar Universitas Athena dan kota di utara Thessaloniki. Hal tersebut membuktikan jika Demo penolakan aturan wajib vaksin di Yunani tersebut memang sangat kuat.Beberapa laporan golongan masyarakat benar-benar menolak vaksin. Sehingga aksi demo seperti itu pun terjadi dan berlangsung ricuh. Meskipun dikabarkan tidak ada korban dari kejadian tersebut.Keikutsertaan Politik Sayap KananPada proses terjadinya demonstrasi, beberapa masyarakat membagikan selebaran untuk gerakan politik sayap kanan.. Sehingga, ada asumsi jika demo tersebut memiliki sangkut paut dalam hal politik.Entah politik praktis maupun tidak, gerakan sayap kanan ini juga ikut serta menjadikan proses demonstrasi itu ada.Beberapa orang yang mengunjuk rasa juga mengenakan pakaian keagamaan, menggunakan simbol tertentu, dan mengibarkan bendera. Semakin jelas membuktikan jika ada politik sayap kanan pada demonstrasi tersebut.Entah besar maupun tidak, provokasi dalam sebuah demonstrasi pasti ada. Sehingga masyarakat yang menolak vaksin ataupun belum vaksin merasa aturan pemerintah tersebut tidak benar-benar urgent untuk diterapkan di kondisi Yunani saat ini.Demo Sudah Terjadi SebelumnyaPada hari Rabu (14/07/2021), masyarakat juga sudah berunjuk rasa menentang program wajib vaksin Covid-19. Malah ada lebih dari 5.000 pengunjuk rasa yang berkumpul di ibu kota Yunani, Athena.Bahkan mereka membuat spanduk dengan tulisan “Ambil vaksinmu dan pergi dari sini.” Tulisan tersebut diberikan kepada perdana menteri Kyriakos Mitsotakis. Masyarakat yang berdemo ingin ia mengundurkan diri sebagai perdana menteri.Program vaksin gratis yang dilakukan oleh pemerintah Yunani adalah sebuah program keras. Sebab, tidak ada instansi pemerintah yang boleh ‘mewajibkan’ vaksin kepada masyarakatnya.Aturan tersebut tentu saja tidak masalah bagi sebagian masyarakat Yunani yang sudah vaksin atau menerima untuk divaksin. Namun ada segmen masyarakat yang benar-benar anti-vaksin. Sehingga demo semacam itu tidak bisa terelakkan lagi.41% Masyarakat Yunani Sudah DivaksinDari jumlah total masyarakat Yunani 11 juta, 555.700 sudah terinfeksi Pandemi Covid-19. Artinya, sudah lebih 5% orang di Yunani terinfeksi virus Covid-19.Sehingga, pemerintah Yunani memutuskan untuk segera melakukan langkah cepat agar vaksinasi segara bisa dilaksanakan. Sehingga, seluruh elemen masyarakat bisa kuat terhadap serangan virus Covid-19 ini.Dengan penggalakan program vaksinasi ini, sudah lebih dari 41% masyarakat Yunani telah divaksin. Artinya, sudah ada lebih dari 4,5 juta masyarakat Yunani sudah divaksin.Beberapa orang yang enggan divaksin membuat pemerintah merasa harus ada langkah tegas. Sehingga program wajib vaksin dilakukan demi mewujudkan herd immunity.Namun, rencana program pemerintah tersebut malah ditolak oleh sebagian masyarakat yang berakhir demo. Masyarakat Yunani demo tolak turan wajib vaksinasi tersebut.Kaum Muda Dibayar untuk VaksinSalah satu langkah yang sangat efektif diambil oleh pemerintah Yunani dalam program vaksinasi adalah membayar kaum muda agar mau divaksin.Dengan iming-iming imbalan 150 euro (kurang lebih 2,59 juta rupiah), kaum muda divaksin. Tidak berhenti disitu, uang tersebut bahkan bisa digunakan untuk pariwisata dan hiburan.Benar-benar langkah vaksinasi yang sangat efektif untuk pemuda yang memang enggan divaksin.Hal tersebut dimulai sejak 15 Juli.Kaum muda yang mendapatkan imbalan ini adalah mereka yang belum berusia 26 tahun. Sehingga, jika sudah berusia lebih dari 26, ia tidak mendapatkan imbalan uang setelah vaksinasi tersebut.Beberapa langkah strategis dan persuasif untuk mengajak masyarakat melakukan vaksinasi lainnya juga diambil oleh perdana menteri Yunani.Semua itu dilakukan agar masyarakat dapat melakukan vaksinasi secara cepat dan efektif. Sulit sekali menimbulkan motivasi di masyarakat untuk rela divaksin. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan edukasi dan langkah persuasi.Langkah Terakhir: Diwajibkan!Seperti di Indonesia, pemerintah Yunani akhirnya mewajibkan masyarakatnya untuk vaksin. Hal tersebut agar proses vaksinasi dilakukan dengan cepat dan angka positif Covid-19 bisa ditekan dengan efektif.Meskipun respon masyarakat Yunani demo tolak aturan vaksinasi, pemerintah tentu harus mengambil langkah alternatif agar seluruh masyarakat mau di vaksin secara sukarela.Ragamnya background pendidikan masyarakat di Yunani mungkin menjadi alasan terbesar kenapa ada segmen masyarakat yang tidak ingin divaksin. Ada yang percaya jika vaksin adalah sebuah hal yang berbahaya.Kita tahu sendiri, WHO Sendiri tidak memperbolehkan negara manapun mewajibkan vaksin. Sehingga, tidak aneh jika sebagian masyarakat Yunani melakukan demonstrasi untuk menolak aturan vaksinasi.Jauh dari angkat 41% vaksinasi, persentase vaksinasi di Indonesia masih berada di angka belasan persen. Hal tersebut seharusnya pemerintah Indonesia harus lebih menguatkan kembali pemberian edukasi dan langkah persuasi agar masyarakat mau di vaksin secara sukarela.