You are here
Home > Berita Nasional >

Oksigen Se-Jogja Habis, Covid-19 di Jawa Tengah Parah hingga Lockdown

oksigen se jogja habis
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Heboh suplai oksigen se-jogja habis, beberapa pasien yang membutuhkan dikatakan belum bisa mendapatkan oksigen dari rumah sakit. Sehingga, hal ini menciptakan kepanikan pada masyarakat Jawa Tengah.

Apakah Covid-19 terlampau parah, sehingga suplai oksigen hampir habis? Ternyata pemerintah menjelaskan jika hal tersebut adalah masalah distribusi. Sehingga, bukan terletak pada habisnya oksigen, akan tetapi pendistribusian yang lambat.

Kondisi Covid-19 di Jawa Tengah

Setelah Jakarta mengalami peningkatan paling hemat terkait kasus positif Covid-19, yakni sebesar 2000 dalam satu hari, kali ini Jawa Tengah ikut menyusul. Tentu saja, pemerintah Jawa Tengah segera bergerak.

Salah satunya adalah memutuskan untuk melakukan lockdown micro bagi 13 daerah yang berzona merah. Keputusan tersebut disinyalir menjadi keputusan terbaik pada kondisi ini, sehingga lonjakan Covid-19 tidak semakin menjadi-jadi.

Apalagi, kasus positif Covid-19 dari hari ke hari mengalami peningkatan yang drastis. Termasuk di daerah Jogja yang dikatakan beberapa orang jika suplai oksigen habis di Jogja. Tentu saja hal tersebut sangatlah mengerikan.

Apalagi bagi orang yang sedang terpapar Covid-19 dan membutuhkan suplai oksigen. Mereka baru akan diberikan suplai oksigen ketika sudah mencapai saturasi di bawah 90.

13 Daerah Zona Merah Lockdown

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan instruksi untuk melakukan lockdown bagi 13 daerah yang mengalami zona merah. Ia mengatakan jika “kita tidak baik-baik saja”. Artinya, kondisi Covid-19 di Jawa Tengah harus segera diantisipasi.

Melihat tren-nya, Jawa Tengah sedang mengalami kenaikan. Ganjar mengingatkan pada bupati maupun daerah untuk melakukan persiapan dini terkait ketersediaan ruang isolasi dan tentu saja perawatan bagi pasien Covid-19.

Selain itu, ia mengatakan jika diperlukan rumah sakit darurat jika terjadi lonjakan yang begitu signifikan. Ganjar mengatakan agar tidak ada perbedaan kebijakan, dalam hal ini apapun langkah yang diambil harus sesuai dengan protokol dan situasi di daerah masing-masing.

Keputusan lockdown ini diambil tentu dengan pertimbangan yang matang. Tidak sekedar sebuah keputusan sepihak dari pemerintah, karena satgas Covid-19 di Jawa Tengah tentu juga membutuhkan hal tersebut.

Karena semakin lama, Covid-19 akan sulit dikendalikan jika tidak dilakukan langkah lockdown. Situasi yang genting ini, harus dipahami oleh masyarakat agar lebih adaptif dan antisipatif terhadap Covid-19 di Jawa Tengah.

Pasokan Oksigen Dipastikan Aman

Hingga saat ini, pemerintah Jawa Tengah menyatakan sudah mengambil langkah yang baik untuk pasokan oksigen. Sebelumnya, di media sosial (terutama twitter) memang trending jika pasokan oksigen se-Jogja habis.

Hal itu tidaklah benar, Ganjar Pranowo sebagai gubernur sudah memberikan instruksi yang sigap terkait pasokan oksigen. Sehingga kabar tersebut tidaklah bisa dibenarkan. Pemerintah akan tetap siap dengan kebutuhan oksigen di masa Pandemi Covid-19 ini.

Khusus di daerah Jawa Tengah, dikatakan distribusi suplai oksigen memang mengalami gangguan. Sehingga untuk jika masalah tersebut selesai, maka oksigen bisa diedarkan secara baik ke seluruh pasien Covid-19.

Beberapa Instansi Ditutup

Karena lonjakan Covid-19 yang menjadi-jadi, beberapa instansi maupun pabrik di Jawa Tengah ditutup. Alasannya, karena ada karyawan yang positif Covid-19 dan terus bertambah. Jika mobilitas instansi tersebut dibiarkan, maka bisa jadi akan sangat berbahaya.

Maka dari itu, beberapa instansi swasta ditutup agar masalah Covid-19 ini bisa segera diselesaikan. Hingga saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Jawa Tengah diperkirakan hingga 20.000 orang.

Tentu saja, angka tersebut bukanlah sebuah angkat yang bisa dikatakan baik-baik saja. Apalagi, akhir-akhir ini angka itu terus tumbuh dan sulit dikendalikan. Memang sebuah hal yang serius, jika kondisinya sudah seperti itu.

Mobilitas di Zona Merah Dibatasi 100%

Satu hal yang perlu sangat disorot dari kasus lonjakan Covid-19 di Jawa Tengah adalah mobilitas zona merah yang benar-benar full dibatasi. Lockdown mikro dilakukan demi mengatasi masalah lonjakan positif Covid-19 tersebut.

Apalagi, ada beberapa daerah yang sulit diajak untuk tertib dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, hal tersebut membuat persebaran Covid-19 akan semakin menjadi-jadi.  Satu-satunya jalan terbaik mengatasi hal tersebut adalah lockdown micro.

Dengan pembatasan 100% di beberapa daerah yang diindikasikan zona merah, membuat penekanan angka Covid-19 menjadi lebih efektif. Tentu saja, langkah tersebut akan diambil secara berkala dan dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, sudah banyak dokter yang dikirim ke Jawa Tengah untuk memaksimalkan pencegahan terkait meningkatnya tren Covid-19 ini. Beberapa dokter yang dikirim adalah dokter profesional yang siap menangani kasus Covid-19 ini.

Ganjar Mengajak Masyarakat untuk Mawas

Mengingat semua hal tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo memberikan instruksi kepada semua lapisan masyarakat agar terus awas. Jangan lengah terkiat pandemi ini. Mengingat berita oksigen se-Jogja adalah tidak benar, maka masyarakat juga jangan sampai terlalu panik.

Akan jauh lebih baik jika masyarakat mulai menerapkan pola hidup yang sehat dan menjaga pola makan. Tidak masalah panik, sehingga bisa mulai menjaga diri dari virus Covid-19 yang terus bermutasi.

Namun tidak perlu panik secara berlebihan. Pandemi ini dijamin bisa selesai jika masyarakat mulai berjaga diri dan keluarga. Jangan menyebarkan berita-berita hoax dan terus menerapkan protokol kesehatan. Itulah yang yang urgent dilakukan saat ini. Terutama di daerah-daerah metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, maupun Jogja.

Akhir kata, berita Oksigen se-Jogja habis adalah sebuah narasi agar masyarakat agar lebih menjaga diri. Jangan sampai menyesal ketika sudah terserang virus Covid-19. Semoga pandemi ini segera selesai dan kita bisa menerapkan pola hidup seperti sedia kala.

Leave a Reply

Top