Situasi pandemi seperti sekarang membuat kita kewalahan. Tak hanya para tulang punggung kelurga yang kebingungan namun anak-anak juga menerima dampak besar. Sekolah online membawa perubahan besar dan tentu tidak mudah untuk diterima. Kesehatan mental murid di masa pandemi ini perlu mendapat perhatian khusus. Orang tua juga punya peran penting menjaga anak-anak agar selalu bisa bersekolah dengan kondisi mental yang baik. Kendala Sekolah Online Konsep kegiatan belajar mengajar yang diadakan jarak jauh atau daring mungkin memang aman. Sekolah online mampu menurunkan angka penularan khususnya bagi anak-anak dan golongan pengajar. Namun konsep belajar daring ini memiliki beberapa kendala di tengah pelaksanannya. Berikut adalah beberapa kendala sekolah online yang sering dialami siswa: 1. Keterbatasan Internet dan Gawai Kendala pertama yang begitu sering dijumpai dalam praktik sekolah online adalah jangkauan internet atau sinyal. Kelancaran sekolah online tentu sangat ditentukan oleh kelancaran sinyal internet. Murid-murid yang berdomisili di lokasi terpencil dan tidak terjangkau koneksi internet pasti akan kesulitan mengikuti kegiatan sekolah online. Belum lagi kalau ada kendala lain seperti mati listrik misalnya. Ketersediaan kuota juga jadi salah satu masalah utama dalam praktik sekolah online. Tidak semua murid berasal dari keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan kuota setiap hari. Belum lagi kalau gawai yang dimiliki tidak mendukung aktivitas pembelajaran online. Kondisi seperti ini banyak dijumpai oleh sebagian besar murid, terutama yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. 2. Kurangnya Interaksi dengan Pengajar Meskipun dilakukan seoptimal mungkin dengan dukungan fasilitas canggih sekalipun, sekolah daring tak akan bisa menyamai sekolah tatap muka. Interaksi antara murid dengan pengajar adalah poin penting yang akan hilang dalam kegiatan belajar online. Kurangnya interaksi ini akan menyebabkan efektivitas kegiatan belajar mengajar menurun. Interaksi langsung antara pengajar dan murid sangat dibutuhkan untuk membantu murid memahami materi yang disampaikan. Pertanyaan mengenai materi belajar juga bisa disampaikan langsung dan mempermudah murid menemui jawabannya. Hal ini mungkin masih bisa dilakukan secara online hanya saja tak akan berjalan begitu efektif. 3. Kesulitan Berkonsentrasi Belajar daring dari rumah seringkali membuat murid sulit berkonsentrasi. Lingkungan rumah bagi anak merupakan tempat pulang dan istirahat. Tentu sulit untuk menanamkan pemikiran bahwa kini rumah menjadi pengganti sekolah. Akan jauh lebih mudah bagi murid untuk berkonsentrasi jika berada di kelas bersama teman-temannya. Anak mungkin bisa bersekolah di kamar atau orang tua dapat menyediakan ruang khusus untuk mengikuti sekolah daring. Namun, lingkungan rumah tetap bisa memberi distraksi. Misalnya ada suara orang rumah yang beraktivitas atau berbicara. Apalagi di masa pandemi ini sebagian besar aktivitas anggota keluarga dilakukan di rumah. Kesulitan berkonsentrasi ini juga akan memicu munculnya masalah kesehatan mental murid di masa pandemi. 4. Lebih Lambat Memahami Materi Kurangnya interaksi dengan pengajar juga sulitnya berkonsentrasi akan memicu kecepatan memahami materi berkurang. Murid jadi lebih lambat dalam menguasai materi pelajaran yang disampaikan. Kondisi ini tentu akan berakibat pada menurunnya prestasi akademis murid. Belum lagi kalau ketersediaan gawai dan internet tidak mencukupi. Sudah dipastikan anak akan ketinggalan banyak materi karena tidak sanggup memahaminya. 5. Rasa Malas Berkegiatan di dalam rumah seringkali membuat anak merasa malas. Lain halnya saat harus pergi ke sekolah, biasanya anak akan lebih bersemangat. Apalagi di sekolah bisa bertemu dengan teman-teman. Kalau belajar di rumah, anak-anak biasanya merasa malas karena harus belajar sendiri dan sulit memahami materi pelajaran yang disampaikan. Akibatnya, terjadilah gangguan kesehatan mental murid di masa pandemi karena kondisi ini terjadi terus-menerus. Peran Orang Tua Bagaimanapun juga orang tua punya peran penting dalam membimbing anak untuk melewati masa-masa sekolah daring ini. Sebesar apapun kendala yang dihadapi harus bisa dicari solusinya karena memang saat ini sekolah daring adalah pilihan terbaik. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan mental murid di masa pandemi: 1. Sediakan Fasilitas Hal pertama yang harus diusahakan semua orang tua untuk mempermudah anak mengikuti sekolah online adalah menyediakan fasilitas. Sebisa mungkin sediakan fasilitas yang mendukung, tentunya sesuai kebutuhan. Jika tak bisa memberikan fasilitas tersebut maka segera laporkan kepada pihak sekolah. Tanyakan kepada sekolah apa yang harus dilakukan jika tak bisa menyediakan gawai atau tak punya koneksi internet pendukung. 2. Berikan Dukungan Orang tua harus bisa memberi dukungan kepada anaknya. Berikan semangat kepada anak dan jangan memberikan tuntutan apapun. Orang tua pasti menginginkan anaknya bisa belajar tekun dan meraih prestasi akademis yang baik. Namun, dalam situasi seperti sekarang alangkah jauh lebih baik untuk tidak menuntut apapun. Berikan saja semangat kepada anak agar tidak merasa terbebani saat sekolah online. 3. Bantu Memahami Materi Penting sekali bagi orang tua untuk membimbing anak belajar selama pembelajaran daring diberlakukan. Bantu anak untuk memahami materi yang diberikan oleh guru. Minta anak untuk bertanya mana bagian yang belum dipahami. Mungkin ini menjadi tantangan juga bagi para orang tua karena harus belajar lagi materi sekolah. Namun, dengan adanya bantuan orang tua maka tugas guru akan lebih ringan dan anak bisa paham materi dengan mudah. 4. Bantu Anak Taat Jadwal Selama bersekolah dari rumah, orang tua harus membantu anak untuk selalu taat pada jadwal. Orang tua memang sebaiknya memberi dukungan penuh namun tidak boleh lengah dan harus tetap disiplin. Hal ini dilakukan agar anak tidak merasa malas meskipun belajar dari rumah. Ingatkan anak setiap kali ada jadwal-jadwal penting yang berhubungan dengan sekolah. 5. Luangkan Waktu Bersama Demi menjaga kesehatan mental murid di masa pandemi maka penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu bersama anak. Di luar jam belajar, ajak anak bermain dan melakukan aktivitas fisik. Orang tua bisa mengajak anak melakukan kegiatan seru di dalam rumah. Buatkan juga makanan yang enak dan bergizi supaya anak kembali semangat belajar. Tak hanya guru, orang tua juga harus memberikan perannya agar anak bisa mengikuti sekolah online dengan lancar. Perhatikan dan jaga terus kondisi kesehatan mental murid di masa pandemi agar tidak berdampak buruk di masa depan. Bimbing anak seoptimal mungkin sesuai kemampuan orang tua hingga kegiatan bersekolah kembali berjalan normal.