You are here

Krisis Kesehatan Mental Akibat Virus Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Krisis Kesehatan Mental Akibat Virus Covid 19 dan Cara Mengatasinya
Bagikan Artikel Ini

Krisis kesehatan mental banyak disebabkan karena pengaruh penyebaran virus Covid-19. Selain hanya memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan jasmani, ternyata juga mempengaruhi pada kesehatan jiwa seseorang. Sehingga banyak dari mereka yang kesehatan mentalnya terganggu.

Bahaya Krisis Kesehatan Mental Akibat Pandemi

Ahli kesehatan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) telah memperingatkan bahaya krisis kesehatan jiwa yang semakin nyata. Hal ini karena banyak masyarakat yang mengalami kematian, kemiskinan, dan isolasi akibat dari pandemi virus Corona.

Devora Kastel sebagai seorang Direktur Departemen Kesehatan Mental WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), mendorong banyak negara untuk turut mempertimbangkan masalah kesehatan mental. Laporan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kasus serta keparahan penyakit jiwa semakin tinggi.

Pengertian Kesehatan Mental Seseorang

Kesehatan mental adalah ketiadaan gangguan jiwa atau tingkat kesejahteraan psikologis seseorang. Hal tersebut bisa dipengaruhi melalui peristiwa dalam kehidupan. Sehingga memberikan dampak yang tidak baik pada perilaku seseorang.

Mental yang terganggu akan menimbulkan gangguan pada mental atau penyakit. Akibat dari gangguan tersebut, maka seseorang akan melakukan atau mengubah cara tertentu untuk menangani relasi sosial, stress, dan mengambil keputusan.

Dari peningkatan gangguan tersebut, akan menyebabkan krisis kesehatan mental yang semakin tinggi. Terlebih gangguan pada saat masa pandemi seperti sekarang ini, bukanlah suatu tanpa alasan.

Hal tersebut terjadi karena terdapat isolasi, penyakit, kematian, dan kemiskinan. Sehingga menyebabkan masyarakat untuk membayangkan dan menjadi penyebab munculnya perasaan cemas hingga takut.

Faktor

Tekanan yang dirasakan oleh masyarakat tersebut yang akan memperburuk kesehatan mental. Pasalnya, anda beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan rasa cemas. Seperti rasa khawatir akan tertular virus Covid-19 oleh orang lain.

Sehingga mereka mengalami rasa khawatir akan mengalami pemutusan kerja akibat terjadi penurunan ekonomi. Bahkan sampai merasa bosan dan stress. Sehingga menimbulkan kesehatan jiwanya terganggu.

Golongan Orang yang Rentan

Krisis kesehatan mental ini menyebabkan banyak orang yang merasa stress, khawatir, bahkan sampai mengalami gangguan depresi. Kondisi seperti ini hampir dialami oleh semua kalangan profesi dan usia.

Stress lebih banyak terjadi pada tenaga medis dan kalangan anak muda. Akan tetapi, bukan berarti golongan di usia lain tidak akan mengalami stress.

Justru rata-rata anak muda yang mengalami stress akibat adanya lockdown akan mengganggu suasana hatinya. Seiring dengan penyebaran virus ini dan penerapan sistem lockdown yang membuat rasa takut pada anak muda. Sehingga membuat mereka sulit untuk mencari pekerjaan.

Peran Dunia Pendidikan

Selain itu, kegiatan yang lain seperti pendidikan dan masih pada kondisi belum stabil karena ada virus yang semakin meningkat. Kondisi seperti ini akan membatasi interaksinya lebih mandiri. Karena mereka hanya akan menghabiskan waktunya di rumah saja.

Sehingga memerlukan penanggulangan khusus pada krisis kesehatan mental yang terjadi. Dengan melakukan sebuah pertimbangan dengan kebijakan yang sesuai kondisi saat ini. Diharapkan bisa mengurangi rasa penderitaan dan cemas masyarakat untuk menjalankan kehidupannya.

Penyediaan Layanan Terbaik

Tak hanya itu saja, namun diperlukan penyediaan berupa layanan psikologis serta kesehatan mental darurat selama masih ada masa pandemi seperti sekarang ini. Dari setiap individu juga harus melakukan manajemen stress.

Hal ini supaya rasa khawatir yang dialaminya tidak akan berkepanjangan dan bisa menimbulkan depresi. Bahkan sampai berkeinginan untuk melakukan bunuh diri.

Maka dari itu, kondisi krisis kesehatan mental ini harus segera ditangani dengan layanan terbaik. Dengan begitu, akan membuat masyarakat yang semakin nyaman, aman, tidak merasa khawatir, dan tak cemas lagi.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top