You are here
Home > Berita Nasional >

Mendikbud Takut Pernikahan Dini Akan Melonjak Di Era Pandemi

Mendikbud Takut Pernikahan Dini Akan Melonjak Di Era Pandemi
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Pembelajaran daring yang akan dimulai oleh Menteri Nadiem Makarim ternyata perlu dievaluasi kembali. Pasalnya ada banyak kasus positif Covid-19 yang perlu ditinjau. Namun Mendikbud takut pernikahan dini akan melonjak jika sekolah tidak segera dibuka tatap muka secara offline.

Hal ini memang menjadi sebuah hal yang sangat problematis. Mengingat anak-anak sekolah sudah mulai bosan pembelajaran daring. Sehingga, mereka lebih suka untuk bermain daripada belajar. Tidak ada Pembelajaran untuk Siswa.

Alasan paling pokok dari pembukaan sekolah menurut Nadiem Makarim adalah karena akam terjadi lost learning jika dibiarkan. Hal tersebut bisa saja memutus rantai pembelajaran yang dilakukan di Indonesia. Karena itulah tidak heran jika banyak siswa yang memilih untuk menikah karena belum teredukasi dengan baik, ketimbang mengenyam pendidikan.

Hal ini sangat logis terjadi di lingkungan yang memang latar pendidikannya kurang. Maka tidak heran jika Nadiem Makarim memutuskan untuk segera membuka sekolah karena memang sangat berbahaya. Apalagi, akhir akhir ini banyak kasus pernikahan dini yang terjadi. Khususnya pada daerah ataupun golongan keluarga yang kurang teredukasi masalah pernikahan.

Banyak masyarakat yang akhir-akhir ini menganggap pernikahan sebuah permasalahan yang sederhana. Padahal pernikahan pada dasarnya kompleks dan tidak bisa dipertahankan dengan mudah. Apalagi pada usia dini yang emosi dan jiwa mereka masih sangat labil.

Pembukaan Sekolah Setelah Vaksinasi Guru

Nadiem mengatakan jika sekolah sangat perlu dibuka kembali setelah guru divaksin. Sehingga mau tidak mau vaksinasi guru adalah sebuah bentuk langkah konkret untuk membuka kembali sekolah di masa Pandemi Covid-19 ini. Dengan vaksinasi Covid-19 untuk pendidik, maka diharapkan ada kekebalan pada tubuh pendidik serta peserta didik. Sehingga proses belajar mengajar bisa dilakukan kembali. Jangan sampai sekolah ini tutup terlalu lama yang mengakibatkan peserta didik malas mengenyam dunia pendidikan.

Penularan Pada Anak-anak Rendah

Nadiem juga memberikan data jika persentase penularan untuk anak-anak sangatlah rendah. Anak usia sekolah dinilai memiliki kekebalan tubuh yang jauh lebih kuat ketimbang orang usia belia. Maka ada kemungkinan besar, pembukaan sekolah di Masa Pandemia ini akan aman dan bisa menjalankan roda pendidikan seperti sedia kala.

Alasan itu boleh saja dibenarkan. Namun memang tidak ada sebuah jaminan sama sekali. Apalagi virus Covid-19 sudah mengalami mutasi yang cukup kuat. Sehingga bisa menularkan dengan cepat dan lebih cerdas dari virus Covid-19 sebelumnya.

Buah Simalakama Dunia Pendidikan

Keadaan ini memang sangat membingungkan. Mengingat pendidikan harus terus berjalan, namun Covid-19 masih mengancam. Sehingga, mau tidak mau harus ada sebuah tindakan tegas dari kondisi ini. Karena jika tidak, maka tidak mustahil jika apa yang ditakutkan oleh Nadiem benar-benar bisa terjadi.

Jika siswa sekolah lebih memilih untuk menikah daripada bersekolah, maka masa depan generasi muda Indonesia tentu sangatlah terancam. Jika peserta didik yang belum matang dan tahu benar tentang hubungan suami istri sudah berani menikah, maka potensi perceraian akan sangat besar terjadi di masa depan.

Maka dari itu, sekolah mau tidak mau harus dibuka secara offline. Sehingga siswa lebih bisa mendapatkan edukasi dan mereka mendapat lebih banyak aktivitas. Daripada mereka di rumah saja dan malas belajar. Kabar dimana Mendikbud takut pernikahan dini akan melonjak jika sekolah tidak segera buka ini masih dikaji dan dibahas. Hal tersebut dilakukan karena pembukaan sekolah bisa saja berpotensi akan menaikkan persentase penularan Covid-19 di masa ini. Apalagi, ada beberapa mutasi virus yang terjadi akhir-akhir ini.

Leave a Reply

Top