You are here
Home > Berita Nasional >

Ketahui Fakta Tentang Gangguan Disosiatif serta Gejalanya

Ketahui Fakta Tentang Gangguan Disosiatif serta Gejalanya
Bagikan Artikel Ini

Gangguan disosiatif adalah gangguan yang bisa menjadikan seseorang mempunyai kepribadian ganda. Hal ini bukan dibuat-buat, tetapi adalah murni dampak gangguan kesehatan mental. Orang yang mengalami gangguan disosiatif tidak sanggup untuk merekam kejadian yang baru saja berlangsung malah penderitanya betul-betul tak dapat mengingat kejadian itu. Jadi gangguan disosiatif serta gejalanya perlu sekali untuk diketahui.

Oleh sebab itu ia tak dapat menyatukan puzzle kejadian dalam satu sistem, tetapi puzzle kejadian itu bisa menimbulkan memori dan identitas yang amat berbeda sehingga membuat orang dengan gangguan disosiatif mempunyai kepribadian ganda. Guna mengenal lebih jauh tentang gangguan disosiatif serta gejalanya, mari simak penjelasan berikut  ini.

Apakah Itu Gangguan Disosiatif

Gangguan disosiatif adalah suatu kelainan mental yang menjadikan pengidapnya mempunyai tindakan, identitas, pikiran, ataupun ingatan tanpa ada kelanjutan. Seseorang yang menderita gangguan disosiatif mesti secepatnya memperoleh penanganan sebab bisa mengganggu aktivitas keseharian.

Apa penyebab gangguan disosiatif ini belumlah diketahui secara pasti. Tetapi diduga bahwa gangguan ini timbul karena trauma pada masa lalu. Khususnya saat masih kanak-kanak seperti kekerasan fisik atau pelecehan seksual. Gangguan disosiatif ini adalah sebuah tanggapan yang timbul karena trauma itu sehingga ada pergolakan di dalam tubuhnya guna mengadakan pertahanan diri.

Gejala Gangguan Disosiatif

1. Gangguan Identitas Disosiatif

Seseorang yang mempunyai gangguan disosiatif akan menjalani transformasi identitas. Oleh karena itu kerap disebut dengan sebutan orang berkepribadian ganda. Setiap identitas yang nampak mempunyai rekaman otak khusus sehingga seolah-olah ia merasakan adanya kehadiran dua orang atau lebih yang bisa memasuki identitas dirinya sendiri. Saat bertemu dengan penderita gangguan identitas disosiatif maka akan tampak perbedaan pada kebutuhan pribadi seperti kacamata, suara, dan tingkah laku. Amnesia disosiatif umumnya akan diderita juga oleh orang  yang mengalami gangguan identitas disosiatif.

2. Gangguan Depersonalisasi

Gangguan depersonalisasi bisa berlangsung beberapa saat atau selama beberapa tahun timbul secara bergantian. Pada gangguan depersonalisasi, orang itu akan merasakan suasana dunia fana dimana sesuatu yang muncul tampak tak nyata dengan waktu yang berlangsung lebih cepat ataupun lebih lambat. Bila ditafsirkan maka kondisi itu lebih tampak seperti suatu mimpi dimana dirinya tidak seutuhnya ada di dalam jiwa dan dapat mengawasi sikap maupun pemikiran orang lain.

3. Gangguan Disosiatif Amnesia

Orang yang mempunyai gangguan disosiatif amnesia bisa kehilangan ingatannya dalam taraf parah malah sulit diterangkan oleh keadaan medis. Dalam pada ini penderita gangguan lupa dengan informasi tentang diri sendiri dan peristiwa serta orang-orang di sekelilingnya. Secara khusus dalam peristiwa tersendiri gangguan disosiatif amnesia bisa saja kumat. Durasi terjadinya dapat dalam hitungan menit, jam, maupun lebih lama lagi.

Penanganan Gangguan Disosiatif

1. Terapi Keluarga

Keluarga ataupun orang paling dekat memegang fungsi penting dalam kesembuhan pengidap. Keluarga dituntut bisa menjadi sistem dukungan yang baik sehingga penderita disosiatif akan terdorong untuk dapat sembuh. Dalam proses terapi keluarga yang dititikberatkan adalah pemberian edukasi sehingga saat pengidap kambuh keluarga dapat mengetahui sampai akhirnya bisa  membantu memberikan penanganan.

2. Psikoterapi

Hasil yang kelak dititikberatkan pada psikoterapi ini bahwa pengidap dapat menyatukan puzzle-puzzle kepribadian sampai jadi sebuah sistem kepribadian yang sempurna. Dari hasil psikoterapi, diharapkan pengidap dapat menghadapi trauma yang sejauh ini selalu mengganggu kehidupannya. Tetapi yang penting diketahui kalau trauma ini menghabiskan waktu yang lama sampai beberapa tahun. Sehingga butuh adanya support positif dan niat kuat dari dalam diri penderita.

Pada intinya gangguan disosiatif adalah gangguan kesehatan mental yang mesti dengan tangkas diatasi. Bila Anda sebagai orang paling dekat dari pengidap, upayakan untuk memberikan dukungan penuh pada setiap kemajuan yang sudah dicapai. Lantaran hal itu akan jadi sebuah motivasi sampai akhirnya menghasilkan perubahan positif.

Leave a Reply

Top