You are here
Home > Berita Nasional >

Seputar Shalat Idul Adha ketika PPKM Darurat

shalat idul adha ketika PPKM Darurat
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Dengan turunnya peraturan tentang pembatasan pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha, maka masyarakat dihimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah saja. Maka penting bagi seorang muslim tahu informasi seputar shalat idul adha ketika PPKM Darurat.

Pada dasarnya, hukum shalat idul adha adalah sunnah. Maka dari, tetap dibolehkan kepada umat muslim jika berhalangan untuk tidak melaksanakan shalat idul adha, Meskipun demikian, tetap melaksanakan shalat adalah hal yang utama.

Maka dari itu, mari kita bahas seputar shalat idul adha ketika PPKM Darurat.

Hukum Shalat Idul Adha Sendirian

Menurut berbagai sumber, shalat Idul Adha secara sendirian hukumnya diperbolehkan. Apalagi di kata pandemi Covid-19 ini. Ketika sebuah ibadah malah membahayakan seseorang, maka ibadah itu bisa dihukumi haram.

Sebab, salah satu tujuan agama adalah menjaga nyawa atau diri seseorang. Jika melakukan ibadah malah membuatnya mengambil resiko, maka hukumnya tentu saja tidak diperbolehkan.

Meskipun demikian, tidak boleh seorang muslim secara sengaja menggampangkan ibadah apapun. Jika memang dalam keadaan yang terdesak, maka keringanan boleh diambil. Namun jika tidak, tetap harus melaksanakan ibadah secara semestinya.

Namun, tentu saja pelaksanaannya berbeda. Sehingga jika sendiri, tidak ada proses khutbah dan beberapa hal lain. Hanya fokus pada shalat idul adha seperti biasanya. Berbeda lagi jika shalat berjamaah bersama keluarga.

Jika bersama keluarga, maka boleh dilakukan khutbah. Dimana, istri dan anak menjadi makmum. Sedangkan ayah bisa menjadi imam sekaligus khatib yang memberikan tausiah terkait idul Adha.

Tata-tata cara Ibadah Shalat Idul Adha di Rumah

Bagi Anda yang memiliki keluarga lebih dari 4 orang dan ada yang bisa berkhutbah, maka lebih baik ada khutbah. Namun jika tidak, maka shalat seperti shalat idul adha seperti biasanya.

Adapun tata cara shalat idul adha ketika PPKM Darurat yang dilansir dari MUI.or.id adalah:

  • Tidak perlu adzan dan iqamah, imam bisa langsung menyerukan untuk shalat dengan kalimat, “Ash-shalaatu jaami’ah”.
  • Setelah itu, berniat shalat idul adha seperti biasanya. Bagi yang tidak bisa berniat secara bahasa arab, maka bisa diniatkan dalam hati dalam bahasa Indonesia, “Saya berniat shalat idul adha dua rakaat (makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
  • Setelah itu membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan
  • Membaca doa iftitah seperti biasanya
  • Membaca takbir 7 kali
  • Di antara takbir tersebut, ada bacaan “subhanallahi walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
  • Setelah takbir 7 kali, membaca surah al-fatihah
  • Ruku secara tuma’ninah
  • Berdiri dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Gerakan seperti shalat biasa
  • Setelah itu, masuk ke rakaat kedua disunnahkan takbir sebanyak 5 kali
  • Dan mengulangi gerakan sebelumnya
  • Masuk pada tasyahud akhir dan salam (Seperti shalat biasanya)

Shalat idul adha pada dasarnya hampir sama seperti biasanya. Hanya saja, karena pelaksanaannya dilakukan dengan jamaah yang terbatas di dalam rumah, maka tidak selengkap seperti shalat idul adha biasanya.

Itulah tata cara shalat idul adha ketika PPKM Darurat. Semua hal di atas adalah instruksi dari pihak MUI. Sehingga, seluruh masyarakat Indonesia yang masih dalam kondisi PPKM Darurat harusnya mengikuti instruksi tersebut.

Kondisi Covid-19 yang semakin menjadi-jadi, membuat mobilitas menjadi terhambat. Dalam hal ini, termasuk penyembelihan hewan kurban. Jangan lupa, setelah shalat idul adha ketika PPKM Darurat untuk berdoa agar virus Covid-19 segera diangkat oleh Allah.

Tips Menjalani Hari Raya Kurban Bersama Keluarga

Di tengah Pandemi Covid-19 ini, masyarakat dimohon untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Proses penyembelihan kurban juga harus dilakukan secara terbatas oleh panitia, setelah itu dibagikan secara satu per satu.

Tidak boleh ada kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan. Termasuk pada proses penyembelihan hewan kurban. Sehingga, semua masyarakat harus berusaha untuk tetap di rumah saja ketika PPKM darurat.

1. Silaturahmi Online

Selain itu, pemerintah memberikan instruksi untuk tetap bersilaturahmi, tapi jangan bertatap muka langsung. Tetap jaga jarak dan lebih baik menggunakan telekomunikasi jarak jauh.

Sehingga tidak ada potensi penularan Covid-19 yang membahayakan. Di zaman ini, teknologi sudah sangat maju. Jangan sampai kita mengambil resiko untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang malah mengundang kerumunan.

2. Makan Bersama Keluarga

Setelah shalat idul adha ketika PPKM darurat, Anda tidak perlu keluar rumah terlampau jauh atau berekreasi di berbagai tempat. Lebih baik, gunakan aktivitas Anda di rumah dan memasak bersama keluarga.

Jadikan libur hari raya kurban ini sebagai momen untuk melekatkan diri dengan keluarga. Sehingga tidak ada potensi penularan Covid-19 di lingkungan tempat tinggal Anda.

3. Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

PPKM darurat memaksa kita semua untuk semakin mawas diri terhadap varian virus Covid-19 yang semakin tidak terkendali. Maka dari itu, setelah shalat idul adha ketika PPKM Darurat, Anda wajib menjadi protokol kesehatan.

Jangan melupakan pakai masker, cuci tangan yang bersih, dan tentunya konsumsi makanan yang sehat. Selain itu, tetap berolahraga sehingga daya tahan tubuh Anda semakin kuat, sehingga virus akan sulit masuk ke dalam tubuh Anda.

4. Hindari Kerumunan

Masih banyak masyarakat yang akan nekad melihat penyembelihan hewan kurban. Sehingga, kita semua lebih baik menghindari hal tersebut. Jangan sampai prosesi tersebut mendatangkan kerumunan.

Sebab bisa menjadi potensi penularan jika masyarakat enggan melakukan protokol kesehatan. Disaat shalat idul adha ketika PPKM darurat dihentikan, maka tidak perlu ada acara lain yang mengundang kerumunan. Entah itu melihat penyembelihan kurban ataupun acara makan bersama.

 

Leave a Reply

Top