Terbentur COVID-19, Ratusan Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Tolak Olimpiade TokyoBerita InternasionalOlah Raga by lilik sumarsih - May 28, 20210 Bagikan Artikel IniPemerintah Jepang tampaknya terlalu berani untuk membuka kembali kegiatan berskala besar di tengah gempuran COVID-19. Belum mereda pandemi, pemerintah Jepang merilis pengumuman pelaksanaan Olimpiade Tokyo di bulan Juli mendatang. Tak lama kemudian petisi tolak Olimpiade Tokyo pun terbit dan mendapatkan dukungan banyak orang.Ditunda SetahunAjang olahraga Olimpiade Musim Panas 2020 atau Games of the XXXII Olympiad atau Olimpiade Tokyo memang telah diundur selama 1 tahun. Pandemi yang menghantam pada tahun 2020 lalu di berbagai negara membuat beragam event harus ditunda. Termasuk salah satunya adalah event Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan pada tanggal 24 Juli – 9 Agustus 2020.Penundaan ini memang membawa kekecewaan bagi banyak pihak. Namun keselamatan umat manusia dipetaruhkan jika olimpiade tetap digelar di tengah pandemi. Kini setelah setahun berlalu, pihak penyelenggara berencana untuk berusaha mewujudkan acara tersebut. Olimpiade akan digelar di Hokkaido pada tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021.Pandemi Belum MeredaSituasi saat ini memang merugikan bagi banyak pihak. Hantaman pandemi COVID-19 tak bisa dihindari dan belum bisa diredam hingga sekarang. Meskipun telah banyak yang menyuarakan new normal dalam menjalani aktivitas sehari-hari, namun kendali terhadap virus ini belum optimal.Di beberapa wilayah justru terjadi kembali gelombang serangan COVID-19 yang semakin menggila. Pemerintah Jepang seharusnya sadar bahwa peperangan dengan COVID-19 belum berakhir. Penyelenggaraan event besar seperti Olimpiade Tokyo seharusnya masih mendapatkan pertimbangan matang karena cenderung masih berbahaya.Meskipun diterapkan protokol kesehatan yang ketat, mungkinkah Olimpiade Tokyo dapat digelar secara aman? Topik ini terus menjadi pembicaraan hangat bagi warga Jepang. Pro dan kontra datang menyusul pengumuman pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Namun, jajak pendapat menunjukkan data bahwa lebih banyak orang yang tak menyetujui keputusan pelaksanaan event olahraga ini.Gelombang InfeksiSituasi Jepang hingga detik ini masih belum bisa disebut stabil. Negeri sakura ini disebut tengah berjuang menghadapi serangan gelombang ke-4 infeksi COVID-19. Total ada 5 prefektur di Jepang yang masuk ke zona darurat akibat catatan jumlah orang terinfeksi meningkat tajam. Data juga menunjukkan bahwa ada 3 wilayah lain yang diperkirakan juga akan masuk sebagai zona darurat.Salah satu prefektur yang masuk ke zona darurat adalah Hokkaido. Padahal pelaksanaan Olimpiade Tokyo akan diselenggarakan di prefektur ini. Tak heran jika keputusan pelaksanaan olimpiade menuai kontroversi hingga diterbitkannya petisi tolak Olimpiade Tokyo.Penggagas PetisiMunculnya petisi penolakan terhadap Olimpiade Tokyo ini menjadi simbol kesadaran warga bahwa peperangan COVID-19 belum usai. Petisi digagas oleh seorang pengacara yang juga merupakan mantan kandidat gubernur di Tokyo. Kenji Utsunomiya menggagas usulan petisi tersebut dan mendapatkan dukungan dari banyak orang di seluruh penjuru Jepang.Petisi secara jelas menyebutkan bahwa Olimpiade Tokyo tidak seharusnya digelar di situasi seperti sekarang. Pelaksanaan event besar semacam ini dinilai tidak memungkinkan untuk digelar dalam gempuran pandemi yang sulit dikendalikan. Jumlah pasien terinfeksi tentu bisa meningkat tajam jika pelaksanaan Olimpiade Tokyo tetap dipaksakan.Petisi tolak Olimpiade Tokyo langsung mendapat dukungan penuh dari warga Jepang. Dalam waktu dua hari sejak diluncurkan, petisi online ini berhasil mengumpulkan 187.000 lebih dukungan. Tak butuh waktu lama untuk meraih ratusan ribu pendukung yang sama-sama menginginkan Olimpiade Tokyo untuk tidak dilaksanakan di kala pandemi.Hingga waktu ditutupnya petisi, total sebanyak 351.000 orang memberikan tanda tangan. Jumlah ini tentu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa ada banyak orang yang menolak keras pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Tentu alasan dari penolakan ini jelas adanya dan didukung pula oleh masyarakat dari berbagai negara.Petisi Demi Keselamatan BersamaPetisi tolak Olimpiade Tokyo ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak demi keselamatan bersama. COVID-19 merupakan masalah dunia dan harus dihadapi bersama. Jika olimpiade tetap digelar maka pemerintah Jepang akan dianggap lalai menjaga keselamatan negara bahkan dunia. Apalagi mengingat tingkat penularan dari COVID-19 tercatat begitu tinggi.Warga Jepang menganggap bahwa keputusan pemerintah dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo menunjukkan bahwa mereka lalai menjaga keselamatan masyarakat. Beragam event besar sebaiknya masih tetap ditunda seperti pada waktu awal kemunculan pandemi. Meskipun memang akan ada kerugian besar yang ditanggung oleh berbagai pihak akibat penundaan olimpiade ini.Kesadaran masyarakat mengenai kondisi pandemi yang belum surut ditunjukkan lewat petisi yang kini siap untuk diajukan ke pihak pemerintah. Tak hanya masyarakat umum, pengolahan olimpiade ini juga disuarakan oleh tenaga dokter di Jepang. Persatuan dokter di jepang juga menganggap bahwa situasi ini belum memungkinkan untuk digelarnya event olimpiade.Pemerataan vaksin hingga saat ini masih terus dilakukan di berbagai negara. Hanya saja vaksinasi belum sepenuhnya efektif untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Persentase orang yang divaksin nyatanya masih jauh lebih kecil dari kelompok orang yang belum menerima vaksin. Fakta ini menunjukkan bahwa masyarakat masih tetap harus menjaga diri lewat penerapan protokol kesehatan yang ketat.Pertimbangan masalah vaksin ini juga menjadi sorotan penting yang harus diperhatikan. Pemerintah didesak untuk mempertimbangkan segala faktor termasuk vaksinasi yang belum menyeluruh diberikan. Apalagi masih banyak negara yang memutuskan untuk melakukan penundaan event-event besar seperti konser juga olimpiade olahraga.Diajukan ke GubernurPetisi yang menolak pelaksanaan Olimpiade Tokyo ini telah diajukan kepada Yuriko Koike selaku gubernur Tokyo. Penyerahan dilakukan oleh pihak yang menggagas petisi yakni Utsunomiya. Suara masyarakat dirangkum dalam petisi tersebut dan semua berharap agar pemerintah bisa mengambil keputusan terbaik mengenai pelaksanaan olimpiade ini.Namun hingga detik ini belum ada kabar apapun mengenai keputusan terbaru dari pemerintah setelah diajukannya petisi. Pihak penyelenggara serta pemerintah untuk sementara masih menyetujui pelaksanaan olimpiade pada bulan Juli mendatang. Masih ada waktu dan diharapkan pemerintah bisa mengubah keputusan mereka demi keselamatan bersama.Mari tunggu saja, seperti apa tanggapan pemerintah terhadap petisi tolak Olimpiade Tokyo ini. Jika memang olimpiade tetap diselenggarakan, maka diharapkan pemerintah dan pihak penyelenggara bertanggung jawab secara penuh. Penerapan protokol kesehatan yang ketat harus benar-benar diperhatikan agar tak terjadi gelombang penyebaran COVID-19 yang lebih parah.