You are here
Home > Berita Nasional >

Mobil Hidrogen Indonesia, Seberapa Irit dan Fakta Menariknya

Mobil Hidrogen Indonesia
Bagikan Artikel Ini

Mobil hidrogen Indonesia sepertinya bakal menyaingi hangatnya perbincangan soal mobil berbahan bakar listrik. Setiap kali bicara soal energi alternatif, ujungnya selalu mengerucut pada seberapa murah nantinya cost BBM nya. Belum lagi tentang berapa ongkos produksi lalu akankah bisa cepat diproduksi di dalam negeri.

Beberapa waktu lalu, sekitar tahun 2019, mahasiswa ITS secara membanggakan sudah bisa membuat mobil hidrogen Indonesia ini. Melalui Antasena, sebuah tim dari Institut Teknologi Surabaya yang fokus mengembangkan mobil berbasis hidrogen, kendaraan masa depan ini berhasil dibuat. Lalu, bagaimana kelanjutan dan prospeknya?

Apa, Sih, Mobil Hidrogen?

Dikenal juga dengan nama Fuel Cell Electric, kendaraan ini ternyata tetap harus menggunakan listrik untuk bisa berjalan. Yang membedakannya dengan BEV (Battery Electric Vehicle) adalah tentang bagaimana listrik itu dihasilkan. Pada hydrogen car, energi diproduksi oleh reaksi kimia yang terjadi akibat konversi hidrogen dan oksigen. Sedangkan pada BEL, listrik disimpan di sebuah baterai.

Untuk bisa menghasilkan listrik pada mobil ini, diperlukan sebuah alat yaitu Fuel Cell yang fungsinya adalah sebagai converter. Hydrogen car digadang-gadang sebagai yang paling ramah lingkungan serta merupakan pengembangan terakhir dari mobil listrik di dunia. Alasannya adalah karena tidak dipakainya lagi baterai yang notabene masih memakai lithium pada komponennya.

Seperti sudah disadari oleh banyak produsen mobil di dunia, lingkungan semakin butuh kendaraan yang “ramah”. Walaupun mobil listrik yang sekarang ada itu diklaim sustainable, kenyataannya limbah lithium tidak bisa diolah lagi menjadi energi baru. Setidaknya belum ada teknologi untuk itu. Sedangkan hidrogen tidak memiliki emisi sama sekali karena hasil buangannya adalah air yang jelas bisa diolah lagi.

Bisa dibayangkan jika suatu saat nanti mobil ini menjadi template bagi semua orang, maka bumi akan semakin bersih. Negara yang sudah menggunakan kendaraan jenis ini antara lain Amerika, Korea Selatan, Jepang, dan beberapa bagian Eropa.

Mana yang Lebih Ekonomis, Hydrogen Car atau BEV

Ketika membeli mobil, orang selalu berpikir seberapa irit konsumsi bahan bakarnya. Sampai saat ini, mobil listrik dengan baterai diklaim ekonomis karena harga BBK nya murah. Jika bensin sekarang harganya sekitar 9.900 Rupiah/liter untuk Pertamax, maka biaya charging baterai hanya kisaran 1.650 sampai 2.450 Rupiah per kwh.

Lalu, bagaimana dengan mobil hidrogen? Karena di Indonesia belum ada stasiun pengisian hidrogen, maka akan digunakan acuan harga pada hydrogen station di Amerika Serikat. California memiliki beberapa stasiun, dan sekali pengisian adalah sekitar 16 USD/kg. Rata-rata mobil membutuhkan 5-6 kilogram, tapi bisa mengover dua kali jarak tempuh pada mobil gas yang lain.

Bahan bakar hidrogen bisa membawa mobil melaju sampai 312-380 miles atau sekitar 514 kilometer. Umumnya, pengemudi akan membutuhkan sekitar 80 USD untuk mengisi penuh tangki gasnya. Tapi rata-rata orang bakal memenuhi kembali gas tank-nya ketika sudah tinggal 1 atau 2 kilo. Jadi, cost yang harus dikeluarkan sekali mengisi adalah 55-65 USD.

Walaupun bisa dibilang cukup murah, harga mobil hydrogen ini sendiri cukup mahal. Hyundai, Toyota, kemudian disusul Honda adalah produsen fuel cell car yang sudah menjual produknya di Amerika. Kisaran harganya yaitu USD 59,000 belum termasuk pajak. Ini jelas dua kali lipat lebih tinggi dari Hyundai Santa Fe misalnya yang ada di kisaran USD 24, 250.

Itulah mengapa Capex untuk kepemilikan mobil hidrogen sangat besar walaupun Opex nya bisa dibilang ekonomis. Di Indonesia, proyek pengembangan mobil ini masih jauh dari kenyataan. Pertama karena memang semua part tidak ada yang diproduksi lokal, sehingga membutuhkan impor. Belum lagi ketidaktersediaan stasiun pengisian BBK-nya.

Ketika Tim Antasena membuat mobil hydrogen, mereka menghabiskan dana sekitar 250 juta Rupiah. Fuel Cell sendiri sebagai komponen utama membutuhkan budget 80 juta, ini belum termasuk part-part lain yang jika ditotal mencapai sekitar 200 juta lebih. Itulah mengapa, jika ingin membuat mobil ini dalam jumlah banyak, dibutuhkan ongkos produksi yang sangat besar.

Tertarik Dengan Mobil Hidrogen? Ketahui Dulu Hal-Hal Berikut Ini

Walaupun memang masih jauh Indonesia memiliki kendaraan jenis ini, tidak ada salahnya mengulik dulu fakta menariknya. Simak penjelasan di bawah ini:

1. Dari Mana Asal Hidrogen-nya

Pada dasarnya, hidrogen bisa dijumpai dengan mudah di alam dan merupakan elemen yang sangat umum. Hanya saja, tidak seperti oksigen yang bebas, hidrogen terikat pada sesuatu misalnya air atau gas alam. Itu sebabnya, perlu dilakukan pemisahan dari benda atau zat yang menempel padanya kemudian dilakukan penampungan.

Pada fuel-cell vehicle, hydrogen harus lebih dulu dipadatkan. Pemadatan bisa dilakukan di pabrik yang mirip dengan kilang minyak, atau on site di stasiun pengisian. Caranya adalah dengan memanfaatkan elektrolisis guna memisahkan molekul dari air. Setelah itu diangkat dan ditempatkan pada tangka besar di atas tanah.

2. Apakah Bahan Bakar Hidrogen Aman?

Meskipun sangat mudah terbakar, namun keamanannya sama dengan ketika orang menempatkan bensin di mobilnya. Pada prinsipnya, jika semuanya sesuai prosedur, maka fuel-cell aman digunakan pada kendaraan.

Tapi, walaupun termasuk yang paling mudah terbakar, hydrogen sangat ringan sehingga ketika terlepas akan hilang dengan cepat. Terbakar atau tidak, zat ini mudah hilang. Dan lagi, uapnya tidak menggenang di tanah seperti bensin. Jadi, di banyak kasus, hydrogen tidak menimbulkan ledakan atau kebakaran besar. Itulah sebabnya, tangkinya diletakkan di atas tanah untuk meminimalkan potensi ledakan.

3. Produsen Mobil Hidrogen Terbesar

Korsel tampaknya memimpin soal produksi fuel-cell vehicle. Buktinya, negara itu berencana menambah jumlah stasiun pengisian sebanyak 310 di seluruh Korea Selatan pada 2022. Saat ini saja, mereka sudah mempunyai 37 fueling station dan telah mengekspor 10 ton truk hydrogen ke Swiss.

Hyundai Nexo merupakan mobil hidrogen yang juga dijual ke Eropa dan Amerika. Korsel terus menggenjot produksi kendaraan tanpa emisi serta berambisi untuk bisa memproduksi 500 ribu unit pada 2030. Selain Korea, Jepang juga mengembangkan mobil hidrogen yaitu Toyota Mirai yang juga sudah dijual ke Amerika serta Eropa.

Itulah tadi seputar mobil hidrogen Indonesia yang tampaknya belum akan ada sampai semua infrastruktur pendukung siap. Padahal, negara juga memiliki kandungan hidrogen dan gas alam yang tinggi. Seharusnya, hal ini bisa dijadikan dasar kuat untuk memproduksi sendiri kendaraan yang ramah lingkungan dan tidak memiliki emisi gas buang.

Sumber:

https://youmatter.world/en/hydrogen-electric-cars-sustainability-28156/

https://oto.detik.com/mobil/d-4784153/bagaimana-masa-depan-mobil-hidrogen

https://www.edmunds.com/fuel-economy/8-things-you-need-to-know-about-hydrogen-fuel-cell-cars.html

https://www.cnbc.com/2019/02/21/musk-calls-hydrogen-fuel-cells-stupid-but-tech-may-threaten-tesla.html#:~:text=Most%20fuel%20cell%20electric%20cars,equivalent%20between%20%245%20and%20%246.

https://tirto.id/tarif-bahan-bakar-mobil-listrik-indonesia-termasuk-paling-murah-egTR

 

 

lilik sumarsih
Petualang,photographer dan penulis artikel tentang traveling dan alam liar

Leave a Reply

Top