You are here
Home > Berita Nasional >

Elektabilitas Anies Kalahkan Prabowo di Capres 2024

Elektabilitas Anies Kalahkan Prabowo di Capres 2024 Moeldoko Kosong
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Survei Pilpres 2024 yang digelar oleh IPO, menunjukkan jika Anies Baswedan mendapatkan suara terbanyak untuk menjadi capres. Bahkan, elektabilitas Anies kalahkan Prabowo. Hal tersebut menjadi sebuah bahasan yang sangat menarik dalam dunia politik Indonesia.

Indonesian Political Opinion (IPO) menyampaikan hasil survei dalam acara diskusi Polemik Trijaya pada hari Sabtu (10/04/2021). Menyatakan juga jika Kepala Staff Kepresidenan (KSP) Moeldoko memiliki suara 0 atau tidak memiliki elektabilitas sama sekali.

Akurasi data Hingga 97%

Survei ini melibatkan 1200 responden dengan menggunakan sebuah metode yang dinamakan multistage random sampling. Hingga kesalahannya hanya memiliki kemungkinan error hanya 2,50%. Boleh dikatakan, sangat kredibel dalam perhitungan survei.

Pihak terkait, menyatakan jika ada tingkat akurasi hingga 97%. Sehingga, servei ini bisa dijadikan landasan dalam pergulatan politik Capres 2024 kelak. Sudah ada kandidat yang benar-benar berpotensi dan tentunya memiliki kompetensi yang tinggi.

Masa Transisi yang Menarik untuk Diperhatikan

Kita tahu, Presiden Joko Widodo sudah menghabiskan dua jabatannya. Selain itu, Prabowo sebagai partnernya, sudah dirasa sangat senior untuk maju di babak baru Capres 2024. Maka dari itu, akan sangat menarik membahas pemilu di tahun 2024 kelak.

Dimana, strata yang kemungkinan akan bermain adalah golongan yang lebih junior. Dimana, ada pemain-pemain baru dan tentunya ide baru bagi Indonesia. Maka dari itu, kelompok senior harusnya selesai di tahun 2019 lalu.

Ketika Prabowo dan Jokowi sudah tidak maju ke Capres 2024, maka hasilnya adalah sebuah pembaharuan politik. Maka dari itu, banyak orang yang sangat menunggu momentum tersebut. Mengingat banyak juga potensi Capres yang kemungkinan akan maju.

Prabowo Di Nomor 6

Sebuah fakta yang menarik juga, Prabowo ternyata tidak menduduki nomor elektabilitas yang nomor wahid. Ia masih berada di nomor 6, setelah Anies, Ganjar, Sandi, Ridwan, dan AHY. Hal tersebut tentu menjadi sebuah kabar yang sangat fresh.

Indonesia tentu sudah sangat bosan memilih calon pemimpin pada kelompok-kelompok itu saja. Indonesia butuh regenerasi pemimpin baru yang jauh lebih muda dengan gebrakan-gebrakan yang barunya.

Anies Baswedan memiliki 15,8%, Ganjar Pranowo 13,6%, Sandiaga Uno 9,5%, Ridwan Kamil 7,9%, AHY 7,1%, dan baru setelah itu ada Prabowo. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pembahasan politik yang sangat menarik. Eektabilitas Anies kalahkan prabowo benar-benar terbukti dari servei tersebut.

Baru kali ini, Prabowo kalah di jejaring elektabilitas Presiden. Setelah sempat mencalonkan diri dua kali sebelumnya. Hal tersebut bisa terjadi karena Prabowo sudah tidak terlalu diminati lagi, karena sekarang ia sudah masuk ke dalam Kabinet.

Hal yang menyebabkan banyak pendukungnya menjadi kecewa. Maka dari itu, keputusan Prabowo untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi sangatlah berpengaruh pada elektabilitas publiknya di pemilihan Presiden tahun 2024.

Hal tersebut tidak bisa disangkal. Karena bila manapun, rakyat lebih senang ketika Prabowo menjadi oposisi dan menjadi partner bertarung kabinet yang sekarang. Jika sekarang Prabowo tidak menjadi menteri pertahanan, tentu saja ia memiliki kemungkinan besar maju di pemilihan presiden 2024.

Namun dari kacamata beberapa pengamat, Prabowo sudah terlalu senior. Sehingga, tidak perlu memaksakan diri. Tentu saja masih banyak generasi yang siap menggantikan posisi beliau karena faktor umur. Menjadi presiden tentu saja bukan menjadi tugas yang mudah. Perlu kerja keras dan tentunya kekuatan menjalankan roda pemerintahan dalam waktu 5 tahun penuh.

KSP Moeldoko Tidak Dapat Sama Sekali

Dalam survei ini, bahkan Moeldoko tidak mendapatkan suara sama sekali. Sangat berbeda dengan kasus Partai Demokrat akhir-akhir ini. Dimana, KSP Moeldoko ini digadang-gadang akan maju ke kandidat Calon Presiden.

Namun dalam bursa nama Capres, namanya tidak muncul dan bahkan memiliki elektabilitas nol. Hal tersebut membuktikan jika isu-isu yang kemarin sempat timbul adalah sebuah hal yang sangat dipertanyakan.

Karena fakta data IPO, Moeldoko bahkan tidak memiliki elektabilitas sama sekali untuk maju Capres. Boleh dikatakan, ia sama sekali tidak terekomendasi dan tidak dipilih oleh responded dalam pemilihan presiden kelak.

Secara publik, kasus Partai Demokrat kemarin memang membuat nama KSP Moeldoko menjadi melambung. Akan tetapi tidak dalam prestasi, lebih pada konflik yang tentu saja sangat merusak citranya sebagai staf khusus presiden.

Apalagi, akhirnya yang diakui sebagai pimpinan umum adalah AHY. Maka dari itu, tidak heran jika elektabilitas AHY bisa mengalahkan Prabowo dalam survei tersebut. AHY adalah salah satu nama yang masuk dalam bursa setelah sempat mengalami problematika pelik dalam partai yang ia pimpin akhir-akhir ini.

Elektabilitas Mahfud MD 0%

Dari dua puluh tokoh potensial yang dijadikan simulasi Pilpres. Suharso Monoarfa, Mahfud MD, dan Moeldoko sama sekali tidak memiliki suara. Maka dari itu, hal ini sudah sangat jelas, jika Moeldoko dan partai demokrat beberapa waktu lalu hanyalah sebuah isu.

Nama-nama seperti Gatot Nurmantyo hingga Muhaimin Iskandar malah memiliki sedikit elektabilitas. Artinya, dari hal tersebut kita tahu bahwa Moeldoko memang tidak memiliki potensi sama sekali untuk maju di pilpres tahun 2024.

Namun semua tidak ada yang tahu. pergulatan politik selalu sulit untuk ditebak. Maka dari itu, apa saja tentu bisa terjadi dan tentunya sulit untuk diprediksi. Satu kenyataan pasti dari Pilpres 2024 adalah, calon nya kemungkinan besar akan baru dengan ide yang baru pula.

Demikian berita tentang elektabilitas anies kalahkan Prabowo di bursa Capres 2024. Dari data IPO tersebut, banyak hal yang bisa kita dapatkan. Tentu saja, keputusan tersebut tidak bisa ditetapkan hari ini. Kita tunggu saja tahun 2024 kelak.

Leave a Reply

Top