You are here
Home > Relationship >

Cara Mengatasi Sakit Hati Sederhana Sesuai Penyebabnya

Cara Mengatasi Sakit Hati Sederhana sesuai Penyebabnya
Bagikan Artikel Ini

Cara mengatasi sakit hati setiap pribadi begitu beragam, tergantung penyebab dan kembali ke mindset masing-masing. Sakit hati juga disebabkan berbagai alasan, tidak hanya dari putus cinta, masalah antar hubungan pertemanan, antar rekan kerja, antar tetangga, bahkan kadang sakit hati dapat berasal dari diri sendiri.

Sakit hati bisa berpengaruh kepada kesehatan mental bahkan fisik, penurunan gairah melakukan sesuatu aktivitas sehari- hari. Bahkan kehilangan hal-hal lain yang cenderung dilupakan saat mood sedang buruk. Pikiran terasa penuh hal-hal yang membuat anda seakan menjadi orang paling menderita di dunia.

Hal ini harus segera ditangani agar tidak terjadi masalah yang lebih serius dan runyam. Simak beberapa tips sederhana yang bisa anda coba berikut ini.

Simak Cara Mengatasi Sakit Hati

Berbagai tips dibawah ini dapat dijadikan referensi dan dicoba sebagai penanganan pertama. Pahami sekali lagi bahwa sakit hati berasal dari mana dan selalu ada sebab sebelumnya. Semua selalu ada jalan keluar. Jangan berputus asa. Simak beberapa tips dibawah ini:

Urai Ulang Kejadian dan Berpikir Lagi

Beri waktu pada diri sendiri untuk merenung dan mencoba mencari jalan keluar. Berpikir jernih bahwa semua yang terjadi terdapat alasan pasti. Mau mengakui ketika alasan masalah tersebut berasal dari diri sendiri. Namun jangan terlalu menghakimi diri sendiri, karena manusia tempatnya salah.

Manusia juga makhluk pembelajar sepanjang hayatnya. Buat waktu merenung untuk mengatasi diri sendiri, karena ketika kita mampu mengatasi apa yang terjadi di dalam kita sendiri otomatis kita bisa menyelesaikan yang ada di sekitar kita.

Proses Berdamai Antar Kedua Belah Pihak atau Bahkan Lebih

Mau mengakui lebih dulu serta meminta maaf. Cara mengatasi sakit hati sebenarnya cukup simple, walaupun tidak jarang meminta maaf sangat sulit dilakukan lebih dahulu.

Meminta maaf cenderung sulit dilakukan karena gengsi yang diutamakan. Jadi, alangkah baiknya singkirkan ego dahulu. Meminta maaf tidak akan membuat harga diri anda jatuh, justru dengan mengakui kesalahan anda dan mau meminta maaf akan menunjukan integritas anda.

Adanya tanggung jawab atas kesalahan terhadap orang lain. Begitu pula memaafkan pihak yang meminta maaf juga akan memperlihatkan bahwa anda merupakan orang yang bijak dan dewasa. Lalu coba berdamai, hati akan jauh lebih ringan dengan penyelesaian tersebut.

Ketiga Coba untuk Mencari Sudut Pandang Baru

Coba bercerita pada orang yang anda percayai untuk menemukan saran serta kelegaan. Orang tersebut bisa dari keluarga seperti ibu, ayah, atau saudara, bisa juga berasal dari kerabat dan sahabat.

Bercerita pada sahabat jauh melalui chat atau sosmed juga bisa dicoba. Karena ada orang yang malu atau justru tidak terbiasa bercerita dengan kenalan dekat mereka.

Tidak ada salahnya bercerita, selain akan lebih lega bercerita pada orang yang dipercayai bisa membuka perspektif baru. Karena cara pandang orang cenderung berbeda-beda, coba ceritakan lalu dengar bagaimana saran dari orang tersebut.

Hubungi Bantuan Profesional

Apabila dirasa sudah tidak bisa yang bisa menolong di sekitar anda, bahkan diri anda sendiri, lebih baik hubungi bantuan profesional, psikolog, atau psikiater. Tenaga medis akan jauh lebih memahami dan membantu karena akan paham penanganan lanjutan.

Fokus pada Hobi

Coba alihkan fokus dengan melakukan hal-hal yang disukai, seperti melanjutkan hobi yang sempat tertunda. Mencari komunitas yang bisa membawa energi positif ke kehidupan anda. Jauhi saja lingkungan toxic yang membuat sakit hati, dan dealing with self.

Tanamkan di pikiran bahwa tidak apa kadang untuk sakit dan belajar. Wajar jika kadang merasa paling menderita, tersakiti, bahkan membandingkan dengan orang lain. Semua akan wajar, karena siklus hidup tidak mungkin selalu menyenangkan dan membahagiakan.

“It’s Ok to Be Not Ok” seperti judul drama yang membahas tentang isu mental health. Tidak apa, begitulah manusia dan rasa sakit. Namun jangan berlarut-larut, semua berlalu. Begitulah cara mengatasi sakit hati, hidup harus berjalan, dan semua akan membaik.

adriana
Penulis,suka traveling dan photography

Leave a Reply

Top