You are here

Tesla Pilih Nikel Kaledonia Baru untuk Baterai Lithium

Tesla Pilih Nikel Kaledonia Baru untuk Baterai Lithium
Bagikan Artikel Ini

Pojokjakarta.com – Nikel adalah salah satu unsur kimia yang sangat diperlukan dalam membuat baterai. Dengan teknologi penyimpanan baterai terbaru, Nikel menjadi jauh lebih efektif. Dikabarkan, Tesla pilih nikel Kaledonia Baru untuk baterai lithium.

Perusahaan tesla adalah perusahaan mobil listrik terbesar di dunia. Di zaman ini, mobil listrik merupakan mobil yang sedang marak. Karena memang selain bebas emisi, mobil listrik jauh lebih hemat dari segi pengeluaran.

Maka dari itu, dalam proses pembuatan baterai, Tesla tentu butuh banyak sumber daya. Salah satunya adalah nikel. Tesla memilih Kaledonia Baru tentu dengan banyak motif. Mengingat Kaledonia Baru adalah salah satu tambang nikel terbesar keempat di dunia.

Kunci Amankan Produksi Baterai Li-Ion

Tepat pada hari Kamis (4/03/ 201), Tesla telah setuju bermitra dengan tambang nikel di Kaledonia baru. Ia bermitra untuk membeli Nikel yang digunakan untuk produksi baterai Li-Ion. Kita tahu sendiri, jika jenis baterai ini adalah bagian penting dari mobil listrik.

Selain itu, banyak produk dari tesla yang tentunya membutuhkan baterai yang terbuat dari Nikel ini. maka dari itu, bekerja sama dengan tambang Nikel di Kaledonia Baru adalah kunci amankan produksi baterai Li-Ion bagi perusahaan Tesla.

Meski pada dasarnya, Kaledonia Baru adalah produsen nikel yang mengekspor nikelnya di berbagai daerah. Mulai dari Rusia, Kanada, hingga Indonesia. Tentu karena nikel adalah sebuah bahan yang sangat diperlukan di era modern ini.

Perhatian Terbesar Tesla

Elon Musk, sebagai CEO Tesla mengungkapkan, “Nikel adalah perhatian terbesar dalam proses produksi sel lithium-ion.” Hal tersebut tentu mengindikasikan jika Nikel adalah unsur yang sangat penting dalam perusahaan Tesla.

Bahkan, Elon Musk menyatakan jika Nikel adalah sebuah tantangan terbesar untuk baterai jarak jauh volume tinggi. Ia menuturkan jika di USA, produksi nikel sangatlah timpang secara objektif.

Hal itu memang satu hal yang menarik untuk dibahas. Dalam era yang semakin modern ini, bahan bakar dari gas ataupun minyak bumi rasanya sudah tidak relevan. Maka dari itu, perlu adanya pembaharuan. Salah satu kuncinya adalah nikel dan pembuatan baterai Lithium.

Tesla Tidak Punya di Kaledonia Baru

Dikabarkan juga jika  Tesla tidak akan memiliki saham. Perusahaan tesla hanya akan mengamankan pasokan baterai listrik saat produksi barang-barangnya. Sehingga dalam hal politisasi perusahaan di Kaledonia, Tesla tidaklah ikut-ikutan.

Tesla hanya fokus untuk mencari sumber Nikel utuk produksi baterai yang mereka miliki. Sehingga, ketika mereka memproduksi, suplai nikel tidak terhenti dan masih ada yang memberikan sumber daya alamnya.

Hal ini adalah sebuah tindakan preventif yang futuristik bagi perusahaan Tesla. Mengamankan pasokan nikel dari perusahaan mobil listrik tentu sangatlah bagus. Sehingga, dalam produksi, basic bahan sudah terpenuhi dan aman terkendali.

Tesla Akan Produktif

Berita tersebut secara implisit mengindikasikan jika Tesla akan terus produktif. Perusahaan ini akan menciptakan produk listrik yang bebas emisi dan mengedarkan ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Namun di era ini, mobil listrik rasanya masih sangat mahal. Sehingga banyak orang belum bisa memiliki jenis mobil ini. Dengan efektifitas dan efisiensi Nikel sebagai bahan baku baterai, Tesla tentu akan sukses dalam produksi mobil listrik abad-21 ini.

Informasi Tesla Pilih Nikel Kaledonia Baru untuk Baterai Lithium  ini adalah sebuah berita yang baik. Apalagi bagi perusahaan Tesla sendiri. Mengingat nikel adalah bahan baku yang wajib mereka miliki sampai kapanpun.

Leave a Reply

Top