Seorang Ibu Dibuang Anaknya Di Jalanan, Kengerian Covid-19 di IndiaBerita Internasional by Liana Sandev - April 27, 2021April 27, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Kengerian Covid-19 di India ternyata tidaklah main-main. Bahkan ada seorang ibu yang dibuang anaknya di jalanan karena Covid-19. Hal tersebut memang terlihat sangat mengerikan, dan parahnya hal tersebut memang benar-benar terjadi di India.Bahkan, polisi di India menjerat si pira karena telah menelantarkan ibunya di jalanan karena infeksi Covid-19 tersebut. Karena hal tersebut memang tindakan yang sangatlah amoral, mengingat ia adalah anak dari ibu yang ia terlantarkan.Kejadian tersebut memang sebuah fakta yang miris. Namun karena memang panik, kejadian semacam itu memang mungkin saja terjadi. Akhirnya, ibu tersebut meninggal dunia ketika mendapat perawatan dari Covid-19.India Kekurangan OksigenKematian ibu yang ditelantarkan tersebut disebabkan oleh kekurangan oksigen. Dan memang, oksigen adalah sebuah barang yang dicari di India. Di tengah serangan virus Covid-19 yang semakin mengerikan, India benar-benar butuh banyak suplai oksigen.Oksigen menjadi barang langka yang banyak dicari. Karena hal itulah, harga oksigen menjadi naik signifikan. Awalnya harganya 6.000 rupee atau kira-kira RP 1,1 juta. Namun karena kejadian tersebut, harga oksigen menjadi 50.000 rupee (Rp 9,6 juta).Lonjakan harga ini memang tidak menjadi fenomena yang aneh. Karena ketika suplai terbatas, namun kebutuhan sangat banyak, maka otomatis harganya akan melonjak naik. Meskipun memang oksigen secara etika kemanusiaan sangat dibutuhkan di India.Karena langka dan harganya mahal itulah, banyak sekali pasien Covid-19 di India yang meninggal dunia. Sungguh sangat mengerikan memang. Hal ini menjadi sebuah peringatan bagi Indonesia tentunya.Memilih Bunuh Diri Loncat dari AtapLebih parahnya, karena banyak yang belum dirawat di rumah sakit. Ada beberapa pasien yang terjun dari atap dan bunuh diri. Hal tersebut mereka pilih karena sudah merasa putus asa. Tidak bisa mendapatkan perawatan di saat banyaknya orang yang terjangkit virus Covid-19 ini.Bahkan, dokter di India memohon agar oksigen dikirimkan secepatnya. Karena memang butuh suplai yang banyak orang yang membutuhkan oksigen agar bisa disehatkan. Jika tidak, maka kondisi pasien Covid-19 di India pasti akan sangat menyedihkan.117 Korban Per JamHingga saat ini, dikabarkan jika India mengalami 117 korban Covid-19 per jam. Sebuah angka yang sangat tinggi untuk jumlah kematian dikarenakan Covid-19. Laju pertambahan korban ini dikatakan menjadi laju pertumbuhan yang paling cepat di Dunia.Tidak bisa dibayangkan bagaimana kacaunya situasi pasien Covid-19 di negara tersebut. Bahkan mencapai rekor dunia pada hari minggu (25/04/2021) dimana ada 350.000 kasus Covid-19 terbaru. Tiba-tiba muncul dan melahirkan sebuah kekacauan di India.Total masyarakat yang terinfeksi adalah 17,3 juta. Sebuah angka yang sangat hebat untuk jumlah kasus Covid-19. Bahkan banyak dokter yang sudah putus asa akan nasib pasien yang terinfeksi.Disebut sebagai “Tsunami” Covid-19Kasus Covid-19 di India ini adalah sebuah kasus yang sangat besar. Sehingga disebut-sebut sebagai “Tsunami” Covid-19. Karena memang secara mendadak dan timbul sangat besar. Sehingga memakan korban yang besar dalam waktu yang cukup singkat.Tidak heran jika di hampir semua negara membahas Covid-19 di India ini. Karena memang sangat mengerikan. Banyak negara yang takut dengan India dan menutup diri dari India. Karena mereka takut virus Covid-19 yang ganas ini tersebar di negara mereka.Virus Covid-19 ini tentunya tidaklah main-main. Cakupannya bisa cepat meluas dan menginfeksi banyak masyarakat jika tidak segera ditanggulangi. Maka dari itu, perlu diperhatikan hal-hal signifikan untuk pencegahan dari virus ini.India Banyak Menebang Pohon untuk KremasiKarena banyak orang yang meninggal dunia diakibatkan Covid-19, masyarakat India banyak menebang pohon untuk melakukan kremasi. Jasad yang berpotensi menularkan virus Covid-19 dibakar dan segera dihilangkan.Akibatnya, beberapa daerah tentu saja semakin panas. Karena suplai oksigen dari tumbuhan terhenti karena penebangan pohon. Namun jika hal tersebut tidak dilakukan, maka jenazah Covid-19 tidak bisa diamankan dengan baik.Karena virus bisa menyebar lewat droplet. Sehingga bagaimanapun, hal tersebut harus segera diantisipasi dengan cepat. Maka dari itu, proses kremasi harus dipercepat dan dilakukan setelah dinyatakan benar-benar meninggal dunia.Hal tersebut memang sulit untuk diterima. Posisi masyarakat India memang sedang sulit, apapun harus dilakukan demi kesehatan dan keselamatan masing-masing. Tidak diharapkan jika pohon banyak ditebang untuk dijadikan sebagai bahan kremasi masyarakat yang meninggal dunia disebabkan infeksi Covid-19.Indonesia Menutup Diri dari IndiaPemerintah Indonesia sempat menyatakan jika menutup diri dari India. Keputusan tersebut memang bisa dibilang cukup berani. Karena boleh dikatakan, Indonesia dan India memiliki sebuah hubungan yang penting.Kita semua hanya bisa berdoa, virus-virus yang menginfeksi di India tidak akan masuk ke Indonesia dan menjadikan negara kita seperti India. Dalam hubungan diplomatis tentu saja Indonesia tetap berkolaborasi dengan India.Namun dalam hal fisik, Indonesia diharapkan bisa menutup diri sejenak dari India. Sehingga, virus tersebut tidak tersebar di Indonesia juga. Karena jika hal tersebut sampai terjadi, maka akibatnya akan sangat fatal bagi Indonesia.Tentu saja, masyarakat Indonesia juga harus preventif. Jangan sampai melupakan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak. Semua itu harus dilakukan demi kesehatan bersama.Agar covid-19 di India tidak terjadi di Indonesia. Jika kita tahu kejadian Covid-19 di India sangatlah mengerikan, maka kita tidak perlu melanggar protokol kesehatan dan tetap menjaga diri agar tidak saling menularkan Covid-19.