Ramai Masalah Teroris, Menteri Agama Minta Pendakwah Jaga Persatuan UmatBerita Nasional by Liana Sandev - April 5, 2021April 5, 20210 Bagikan Artikel IniPojokjakarta.com – Akhir-akhir ini, banyak sekali isu yang timbul di mana umat islam dalam berbagai dilema. Di satu sisi, umat islam memiliki aliran yang menganggap bom bunuh diri adalah jihad, sehingga menteri agama minta pendakwah jaga persatuan umat.Hal tersebut tentu menjadi satu hal yang sangat dipermasalahkan. Karena perbedaan satu golongan dengan golongan lain, membuat umat islam terpecah. Apalagi, mayoritas penduduk indonesia memiliki agama islam.Jadi, sangat perlu difahamkan kepada seluruh umat islam, agar tidak memecah persatuan bangsa. Karena walau bagaimanapun, islam tidak menghendaki sebuah pemboikotan terhadap negara, karena hal tersebut sebuah dosa besar.Menyambut Bulan RamadhanSebagai menteri agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menghimbau kepada seluruh pendakwah dan penceramah agama untuk tetap menjaga persatuan umat. Karena hal tersebut adalah hal utama di tengah kondisi yang seperti ini.Jangan sampai, isu bom bunuh diri akhir-akhir ini, membuat umat islam goncah dan membuat terpecah dan akhirnya tidak bersatu. Hal tersebut tentu sangatlah berbahaya bagi persatuan dan kesatuan Indonesia juga.Menyambut momentum bulan ramadhan, seharusnya umat islam secara keseluruhan bersatu padu untuk menghidupkan aturan agama ini dengan damai. Sehingga semua ibadah bisa dijalankan dengan baik dan lancar, tanpa suatu kendala apapun.Jangan sampai, momentum ramadhan yang penuh berkah, malah dijadikan sebuah ajang untuk jihad abal-abal. Pendakwah memiliki kewajiban untuk meluruskan akidah-akidah semacam itu, karena dalam islam tidak ada syariat yang menuntunnya.Memperkuat Nilai KebangsaanMenteri agama juga menghimbau kepada seluruh pendakwah agar memperkuat nilai keislaman serta kebangsaan. Sehingga, tidak ada masalah jika Indonesia beragam agama. Namun toleransi dan persatuan tetap harus dijaga.Islam adalah agama yang cinta damai, sehingga tidak mungkin ajarannya mengajak umatnya untuk berperang tanpa maksud yang jelas. Apalagi sampai menyakiti atau menzalimi umat lain dalam lingkup kawasan yang damai dan tentram.Nilai kebangsaan harus terus dijaga. Tetap digaungkan sebagai nilai yang wajib dijunjung. Tidak ada yang boleh menciderai nilai tersebut sebagai nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya negara Indonesia ini.Indonesia sejak dari zaman dahulu sudah memiliki ragam suku, agama, dan budaya. Sehingga bukan jadi masalah jika satu umat dengan umat lain saling menghargai ketika beribadah. Toleransi harus tetap dinomorsatukan, karena hal tersebut adalah bara perdamaian di Indonesia ini.Umat Harus Dipahamkan dengan Permasalahan AgamaKetika ramadhan datang, umat islam diharapkan tidak hanya menjaga imun, akan tetapi juga memperkuat iman. Sehingga, mereka dianjurkan untuk mendalami pemahaman agama lewat pelbagai majlis.Di zaman ini, sudah banyak ceramah yang ada di Internet. Namun tidak semua bisa ditonton. Karena ada yang berupa potongan dan tentunya ada aliran yang menyimpang. Sehingga harus benar-benar dilihat.Umat islam tidak boleh saling menyalahkan. Akan tetapi harus terus belajar dan belajar. Sehingga, ilmu yang didapat tidak berhenti pada satu titik tertentu. Karena bila hal itu terjadi, maka bisa jadi akan timbul paham-paham salah paham lainnya.Pemahaman terhadap islam yang kurang adalah penyebab dari lahirnya orang-orang fanatik yang tidak paham agama. Sehingga mereka melakukan kegiatan atau hal-hal yang pada dasarnya tidak disyariatkan oleh agama islam.Dengan adanya momentum ramadhan 2021 ini, masyarakat dihimbau untuk terus memperkaya ilmu agama. Sehingga pemahaman mereka bertambah dan tidak terjerumus pada aliran yang salah.Perkuat Ukhuwah WathaniyahDi dalam islam, ada yang namanya persaudaraan satu negara. Indonesia adalah sebuah negara plural yang di dalamnya penuh dengan toleransi. Sehingga mau tidak mau, umat islam harus saling menghargai dengan umat lainnya.Dalam islam, ada yang namanya ukhuwah wathaniyah. Sehingga, umat islam indonesia ini harus tetap menjaga ukhuwah tersebut. Satu sama lain harus bersaudara, meski beda agama, suku, maupun ras.Hal ini adalah sebuah syarikat. Rasul Muhammad yang telah memberikan sabda. Sehingga umat islam tidak boleh menyakiti ataupun menzalimi umat lain. Berada dalam satu negara, harus saling toleransi dan menghargai.Karena itulah hakikat dari perdamaian di dalam islam. Tidak ada kekerasan dalam berdakwah. Karena dakwah dengan cara keras, tidak akan menghasilkan apapun. Hanya akan menimbulkan ketakutan dan phobia.Beribadah dan Menjaga Protokol KesehatanMenteri Agama juga memberikan isyarat kepada umat islam untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Sehingga umat islam harus beribadah dengan menyesuaikan protokol kesehatan.Karena selain iman yang harus kuat, imun juga harus tetap terjaga. Jangan sampai, dalam masa beribadah, masyarakat malah terpapar virus Covid-19 yang sudah bermutasi. Masyarakat harus tetap mawas diri dan tidak perlu membuat kerumunan dalam acara apapun.Yaqut sebagai menteri agama meminta peringatan Nuzulul Quran di masjid harus dilaksanakan dengan pembatasan jamaah maksimal 50%. Sehingga masjid tidak penuh dan bisa menyambung rantai penularan Covid-19.Selain itu, pengurus masjid dihimbau untuk tetap melakukan proses penyemprotan desinfeksi secara teratur. Selain itu, juga harus menyediakan sarana cuci tangan dan menggunakan masker ketika beraktivitas maupun beribadah.Semua aktivitas masjid harus benar-benar menerapkan aturan protokol kesehatan. Sehingga ramadhan kali ini benar-benar bisa menjadi ramadhan yang sehat dan tidak meningkatkan penularan virus Covid-19.PenutupMasalah akidah di dalam islam memang satu hal yang sangat vital. Himbauan menteri agama minta pendakwah jaga persatuan umat ini harusnya menjadi sebuah instruksi. Jangan sampai umat islam di masa ini terpecah dan memecah belah persatuan umat dan bangsa Indonesia.